Sunday, May 16, 2010

Pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini di rumah bersalin

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Proses kehamilan, persalinan dan nifas tidak senantiasa berlangsung secara fisiologis, dapat pula secara patologis, oleh karena itu pengawasan yang teliti dan terus menerus selama berlangsungnya ketiga proses itu harus dilakukan dengan seksama (Sarwono, 1994 : 795).
Mortalitas dan morbiditas maternal serta perinatal secara khas akan lebih tinggi pada persalinan seksio sesarea daripada persalinan pervaginam dan hal ini sebagian disebabkan oleh komplikasi yang terjadi pada seksio sesarea dan sebagian lagi oleh peningkatan resiko yang berhubungan dengan persalinan perabdominan. Ancaman utama bagi wanita yang menjalani seksio sesarea berasal dari tindakan anestesi, keadaan sepsis yang berat, dan serangan trombo emboli (Cunningham, 1995 : 514).
Mobilisasi merupakan hal yang penting dalam periode pascabedah (Saifuddin, 2002 : U35). Mobilisasi menyebabkan perbaikan sirkulasi, membuat nafas dalam, dan menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal (Saifuddin, 2002 : U45). Mobilisasi bukanlah satu-satunya faktor yang penting dalam perawatan pascabedah namun ada beberapa komplikasi pascabedah yang dapat dikurangi dan dicegah dengan melakukan mobilisasi.
Mobilisasi segera tahap demi tahap sangat berguna untuk membantu jalannya penyembuhan penderita. Secara psikologis hal ini memberikan pula kepercayaan pada penderita bahwa penderita mulai sembuh. Mobilisasi berguna untuk mencegah terjadinya trombosis dan emboli. Sebaliknya, bila terlalu dini melakukan mobilisasi dapat mempengaruhi penyembuhan luka operasi. Juga mobilisasi secara teratur dan bertahap serta diikuti dengan istirahat adalah yang paling dianjurkan (Mochtar, 1998 : 157). Mobilisasi (duduk dan jalan) yang cepat adalah untuk mengurangi komplikasi pascabedah, terutama atelektasis dan pneumonia hipostatis (Oswari, 1989 :30).
Berdasarkan data yang terdapat pada Dinas Kesehatan Tingkat II Lampung Tengah diperoleh data ibu bersalin pada periode Januari - Desember 2003 di bawah ini :
Tabel 1. Distribusi Ibu Bersalin di Dinas Kesehatan Tingkat II Lampung Tengah.
No Jenis Persalinan Jumlah Persentase
1.
2.
3. Persalinan normal
Persalinan patologis
Seksio sesarea 18.915
221
142 98,12
1,14
0,74
Jumlah 320 100
Sumber data : Profil Kesehatan Tingkat II Lampung Tengah, 2004.


Data di atas dapat dilihat bahwa persalinan yang diakhiri dengan seksio sesarea dibandingkan dari persalinan patologis ada 64,25%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya didapatkan data sebagi berikut :
Tabel 2. Distribusi Ibu Bersalin di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya Periode Januari – Desember 2003
No Jenis Persalinan Jumlah Persentase
1.
2.
3. Persalinan normal
Persalinan patologis
Seksio sesarea 195
80
45 60,94
25
14,06
Jumlah 320 100
Sumber data : Buku Register Persalinan Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya Tahun 2003.

Analisa dari data di atas didapatkan bahwa dari 320 persalinan (100%) terdapat 195 persalinan normal (60,94%), 80 persalinan patologis (25%) dan 45 persalinan dengan seksio sesarea (14,06%) dengan indikasi partus macet 17 orang (37,78%), Cepalo Pelvic Disease 6 orang (13,33%), Placenta Previa 10 orang (22,22%), Solutio Placenta 3 orang (6,67%), Rupture Uteri 1 orang (2,22%), Gemeli 2 orang (4,44%), letak lintang 3 orang (6,67%) dan Serotinus 3 orang (6,67%). 45 ibu post seksio sesarea tersebut dengan anestesi spinal 100% baru melakukan mobilisasi dini (miring ke kanan dan ke kiri) setelah 24 jam pascabedah.
Berdasarkan uraian dan berdasarkan hasil studi pendahuluan yang diperoleh penulis di atas maka penulis sebagai peneliti sekaligus sebagai salah satu tenaga kesehatan yang ada di Rumah Bersalin Puti Bungsu tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya?

C. Ruang Lingkup Penelitian
Mengingat luasnya masalah dilihat dari berbagai aspek maka penulis membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut :
1. Sifat Penelitian
Penelitian bersifat penelitian deskriptif.
2. Obyek Penelitian
Pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya.
3. Subyek Penelitian
Ibu post seksio sesarea di Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya.
4. Lokasi Penelitian
Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya.
5. Waktu Penelitian
24 Mei – 24 Juni 2004

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh gambaran tentang pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengetahuan ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini.
b. Untuk mengetahui sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini.

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Ibu
Menambah dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang mobilisasi dini dan menambah kesadaran ibu tentang pentingnya melakukan mobilisasi dini.
2. Bagi Rumah Bersalin Puti Bungsu
a. Sebagai masukan tentang perawatan pada ibu post seksio sesarea.
b. Untuk mengevaluasi kinerja petugas dalam memberikan asuhan kebidanan.
c. Agar petugas dapat menganjurkan dan mengajarkan pada ibu post seksio sesarea untuk melakukan mobilisasi secara dini.
3. Bagi Institusi
Sebagai bahan kajian terhadap teori yang telah diperoleh mahasiswi selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Program Studi Kebidanan Metro sekaligus sebagai bahan bacaan di perpustakaan institusi pendidikan.
4. Bagi penulis
Menambah wawasan keilmuan dan pengalaman dalam memberikan asuhan pada ibu post seksio sesarea dan merupakan persyaratan untuk menyelesaikan program pendidikan pada Diploma III Kebidanan di Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Program Studi Kebidanan Metro.

Blog Archive