Showing posts with label Kesehatan Reproduksi (Kespro). Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Reproduksi (Kespro). Show all posts

Friday, February 19, 2010

7 Mitos yang Bikin Orang Takut Menikah

Banyak orang yang ragu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Ketakutan akan stres, ketidakbahagiaan dan kekerasan rumah tangga menjadi mitos yang selama ini membuat pernikahan ditakuti. Namun sebelum percaya akan mitos itu, sebaiknya tengok dulu faktanya.

Seperti dikutip dari Discovery Health, ada beberapa mitos yang biasa muncul tentang pernikahan. Survei terbaru yang dibuat oleh U.S. Census mencoba meluruskan mitos keliru tentang pernikahan.

1. Orang menikah memiliki tingkat kepuasan seks yang rendah dibanding orang lajang
Beberapa studi sudah membuktikan bahwa orang yang sudah menikah punya kehidupan seks yang lebih baik dibanding orang yang belum menikah. Tidak hanya karena lebih sering, tapi karena lebih menikmatinya baik secara fisik maupun emosi.

2. Menikah membuat wanita berisiko mengalami kekerasan fisik
Banyak orang mengira bahwa pernikahan adalah bentuk legal dalam memukul. Padahal, orang yang berhubungan sebelum menikah lebih banyak yang mengalami kekerasan. Namun ada baiknya wanita mengetahui sifat buruk pria yang akan dinikahinya, siapa tahu ia memang hobi melakukan kekerasan.

3. Pasangan yang pernah tinggal bersama sebelum menikah akan lebih langgeng
Kenyataannya justru sebaliknya. Banyak studi yang menyebutkan bahwa pasangan yang tinggal bersama sebelum menikah justru punya risiko berpisah yang cukup besar. Salah satu alasannya adalah mereka yang sudah lama berpasangan malu berkomitmen dan lebih memilih berhenti ketika masalah muncul. Mereka juga cenderung sudah bosan karena tidak ada hal baru yang ditemukan setelah menikah.

4. Semakin tinggi pendidikan wanita, semakin rendah kesempatannya untuk menikah
Studi terkini menyimpulkan bahwa wanita yang sedang menempuh kuliah dan pendidikan lanjut lainnya justru lebih banyak yang menikah dibanding teman-temannya yang tidak kuliah. Hal ini memang berbeda dengan fakta sebelumnya di zaman dulu, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan wanita, semakin susah mencari jodoh.

5. Kunci dari pernikahan awet adalah cinta yang romantis
Tidak hanya itu, yang terpenting jika ingin punya hubungan pernikahan awet dan langgeng adalah komitmen dan loyalitas. Pasangan yang menerapkan 2 hal itu selalu berusaha keras dan mendedikasikan dirinya serta berkomitmen untuk saling membahagiakan satu sama lain. Pasangan yang paling bahagia adalah pasangan yang menjalin hubungan bagai 2 orang sahabat yang saling berbagi suka dan duka.

6. Punya anak akan membuat pasangan lebih dekat dan lebih bahagia
Peneliti justru menemukan fakta bahwa kehadiran anak pertama dalam pernikahan mendoroang suami dan istri menjadi terpisah dan stres. Meski demikian, pasangan yang punya anak punya risiko bercerai yang lebih rendah dibanding pasangan tanpa anak.

7. Pernikahan lebih banyak menguntungkan pria daripada wanita
Berbeda dengan studi sebelumnya yang mengatakan demikian, peneliti justru melihat tingkat kebahagiaan pria dan wanita setelah menikah hampir sama. Keduanya bisa hidup lebih lama, sehat dan bahagia. Tapi biasanya setelah menikah, pria mendapat keuntungan sehat sedangkan wanita mendapat keuntungan materi.
(Sumber: detik.com)

Wednesday, February 17, 2010

Trik Jitu Membuat Istri Orgasm


Ini beberapa tips dari Askmen yang dikutip detikhot, yang bisa Anda ikuti.

1. Pakai wewangian yang terkesan maskulin
Jangan sepelekan indera penciuman perempuan. hanya dengan wangi tubuh Anda, seorang perempuan bisa terangsang. Wewangian maskulin hampir sama dengan aroma testosterone alami pria yang dapat membuat libido perempuan meningkat.

2. Hangatkan kakinya
Menghangatkan kaki perempuan yang kedinginan akan membuatnya merasa nyaman. Seringkali hal ini luput dari perhatian Anda para lelaki. Padahal menurut penelitian kehangatan kaki dapat meningkatkan hasrat seks perempuan sebanyak 30 persen dan kemudian membuat mereka orgasme.

3. Bercintalah di waktu yang tepat
Anda harus tahu, di jam-jam tertentu, hasrat seks perempuan tengah tinggi-tingginya. Coba rayu perempuan Anda di jam 10.00 pagi dan 02.00 malam. Rangsang titik-titik erotisnya, dan coba rasakan apa yang akan Anda dapatkan darinya.

4. Ciumlah punggungnya
Jangan terlalu fokus pada bagian depan tubuh pasangan Anda. Menurut penelitian. dengan mencium bagian punggung, perempuan akan merasa sangat terangsang. Jadi jangan lupa sentuh bagian punggung pasangan Anda.

Sumber: detikcom


10 Mitos Penyebab Keguguran

Seks.
''Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan seksual pada 12 minggu pertama kehamilannya'', demikian nasehat banyak dokter kandungan. Padahal sebenarnya belum ada penelitian medis yang membuktikan hubungan seksual menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, silakan saja.

Olahraga.
Latihan olahraga yang teratur dalam porsi cukup selama kehamilan bagus untuk Anda dan bayi. Sama sekali tidak ada resiko keguguran, asalkan Anda tidak terlalu lelah melakukannya. Tetapi sebaiknya jangan memulai jenis olahraga baru yang belum pernah Anda lakukan pada saat sebelum hamil.

Perjalanan udara.
Tidak ada bukti yang menyebutkan bepergian naik pesawat terbang menyebabkan keguguran, entah itu perjalanan singkat maupun panjang.

Pemeriksaan ultrasonografi.
Banyak ibu-ibu takut menjalani pemeriksaan ultrasonografi - termasuk untuk pemeriksaan USG untuk mencek perkembangan janin di dalam rahim -karena pernah mendengar USG dapat menyebabkan keguguran. Sebenarnya pemeriksaan USG tidak terbukti dapat meningkatkan risiko keguguran, meski memang, sejumlah ibu yang menjalani beberapa kali pemeriksaan USG selama kehamilannya ternyata melahirkan bayi-bayi kidal.

Sauna
Sebuah studi tahun 1970-an mengaitkan mandi sauna dengan sejumlah problem kehamilan, risiko terbesarnya adalah keguguran. Tetapi penelitian ini tidak dikonfirmasi lebih lanjut. Namun untuk mencegah janin di dalam kandungan menderita panas berlebih. Mandi sauna sebaiknya dibatasi hanya 10 menit, dan sebaiknya hindari air yang terlalu panas.

Kopi
Penelitian menyebutkan jika ibu hamil minum lebih dari enam gelas kopi, teh, atau cola per hari, makan berisiko tinggi mengalami keguguran. Karena itu pula secara alamiah tubuh seringkali menyortir diri dengan "menolak" kopi pada minggu-minggu pertama kehamilan.

Sinar-X
Satu kali pemeriksaan dengan Sinar-X atau X-Ray selama kehamilan tidak akan menyebabkan keguguran, menimbulkan masalah pada kehamilan, atau berbahaya bagi janin. Meski demikian, dokter biasanya sangat berhati-hati dalam penggunaan X-ray pada ibu hamil, dan tidak pernah merekomendasi suatu seri terapi X-Ray pada ibu hamil sebelum usia kehamilannya 8 minggu.

Menggunakan Komputer
Jika ibu bekerja dengan komputer, tidak perlu khawatir radiasi layar monitor menyebabkan keguguran. Studi yang dilakukan secara intensif dan detail telah menunjukan memang tidak ada hubungan antara penggunaan komputer dengan keguguran atau problem persalinan lainnya, meski Anda sepanjang hari mengetik di keyboard sekali pun.

Penggunaan Microwave dan Oven
Baru-baru ini ada laporan di media massa yang menyebutkan radiasi microwave berpeluang mencetus problem kehamilan, namun laporan ini tidak didukung penelitian ilmiah. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa belum ada penelitian terhadap benda elektronika sejenis di sekitar ibu hamil yang radiasinya menyebabkan keguguran.

Cabut Gigi
Jika Anda memiliki tambalan dari tembaga pada gigi Anda, tidak perlu mengeluarkannya saat hamil karena takut membahayakan kehamilan. Tambalan tembaga yang diperuntukan gigi tidak mengandung merkuri, yang mana jika tubuh terpapar merkuri dalam jumlahnya hal ini dikatakan dengan risiko keguguran. Ahli medis pun tidak menganjurkan ibu hamil mengganti jenis tambalan giginya saat itu juga.

Sumber : Suaramerdeka

7 Hal Menambah Risiko Terkena PMS


Tidak semua orang memiliki risiko tinggi tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) karena tidak semua gaya hidup dapat memicu risiko terjadinya penularan PMS.

Akan tetapi, ada sejumlah perilaku tertentu yang dapat meningkatkan risiko tertular PMS. Apa saja perilaku yang memperbesar risiko terkena PMS?

1. Seks tanpa kondom
Meskipun pemakaian kondom tidak berarti menjamin Anda tidak terkena PMS, akan tetapi penggunaan kondom adalah salah satu cara terbaik menghindari penularan PMS saat Anda melakukan hubungan seks. Pemakaian kondom selama berhubungan mempunyai efek mengurangi risiko transmisi. Jadikanlah kondom sebuah kebiasaan baik yang rutin dilakukan untuk kebaikan Anda dan pasangan.

2. Berganti-ganti pasangan
Yah, hal ini sudah sangat jelas. Semakin banyak pasangan yang Anda miliki tentu saja risiko penularan PMS makin tinggi. Ketahuilah, para pelaku yang berganti-ganti pasangan mempunyai kecenderungan yang mungkin tak disadari oleh mereka bahwa pasangan yang biasa mereka pilih adalah yang juga suka berganti-ganti.

3. Mengenal seks sejak dini tanpa edukasi yang baik
Tahukah Anda, para remaja maupun dewasa muda lebih rentan terkena PMS dibandingkan yang sudah cukup umur ? Hal ini karena secara biologis para perempuan muda cenderung mempunyai badan yang cenderung lebih kecil sehingga mudah terjadi robekan sewaktu melakukan intercourse. Serviks mereka pun belum berkembang dengan sempurna sehingga lebih rentan terkena chlamydia, gonorea dan PMS lainnya. Perlu diingat, para usia muda jarang menggunakan kondom dan lebih cenderung mengambil risiko dalam hal seksual, apalagi kalau mereka dalam pengaruh alkohol.

4. Pemakaian alkohol berlebihan
Penggunaan alkohol yang cukup sering dan jumlah berlebihan bisa menyebabkan pikiran Anda tidak jernih untuk mengambil keputusan, termasuk perilaku seks tidak aman. Apalagi kalau Anda sampai kehilangan kesadaran, bisa-bisa Anda terbangun di pagi hari dengan perasaan bingung entah di mana dan bersama pasangan yang tak dikenal.

5. Penggunaan obat-obat terlarang
Siapapun tahu penggunaan obat terlarang menyebabkan Anda tidak stabil dalam mengambil keputusan termasuk mengenai hubungan seksual. Perlu diingat pula, penggunaan jarum suntik yang berganti-gantian meningkatkan risiko untuk terkena HIV dan Hepatitis! Anda tentu tidak mau kan kalau suatu hari Anda menyesal karena kesalahan ceroboh yang seharusnya bisa dihindari?

6. Ngeseks karena butuh uang untuk gaya hidup
Tuntutan gaya hidup yang serba canggih dan mahal tentunya membutuhkan uang banyak. Sayang sekali, banyak remaja dan dewasa muda melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan mereka termasuk melakukan seks demi gaya hidup yang sebenarnya jauh di atas kemampuannya Risiko untuk penularan PMS sangatlah tinggi karena biasanya yang iseng melakukan seks dengan para remaja dan dewasa muda ini adalah orang yang suka sekali berganti-ganti pasangan.

7. Minum pil KB untuk Cegah PMS
Kkhawatiran terbesar para pelaku seksual adalah kehamilan. Oleh sebab itu, mereka sering meminum pil KB sebagai upaya pencegahan. Banyak yang mengira pil KB juga melindungi dari PMS, padahal pendapat itu salah sekali dan patut diluruskan. Memang benar pil KB bisa melindungi Anda dari risiko kehamilan, akan tetapi tidak dapat melindungi Anda dari PMS.

Sumber : kompas.com

Tuesday, February 16, 2010

Risiko Menunda Kehamilan


Helsinki, Beberapa pasangan suami istri terkadang suka menunda kehamilan demi mengejar karir atau alasan lainnya. Tapi peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang menunda kehamilan hingga bertahun-tahun memiliki risiko melahirkan bayi yang tidak sehat.

"Perempuan yang menunda kehamilan atau membutuhkan waktu lama untuk hamil berisiko mengalami masalah selama kehamilan dan proses persalinannya, seperti mengalami diabetes saat hamil atau adanya infeksi pada selaput yang mengelilingi janin," ujar Dr Kaisa Raatikainen dari Kuopio University Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/12/2009).

Kemampuan seorang perempuan untuk hamil sangat dipengaruhi oleh usianya. Sebagai contoh, sekitar 85 persen perempuan yang berusia subur atau kurang dari 35 tahun bisa hamil dalam waktu kurang lebih satu tahun. Tapi untuk perempuan yang berusia di atas 35 tahun hanya setengahnya yang memiliki kemungkinan untuk bisa hamil.

Dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang memiliki kesulitan untuk memiliki anak adalah perempuan yang gemuk, suka minum alkohol atau merokok. Peneliti melakukan studi terhadap 17.114 kehamilan yang terjadi antara tahun 1989 hingga 2007 di Kuopio University Hospital. Para perempuan ini tidak ada yang menggunakan teknik bantuan untuk hamil.

Didapatkan perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sebesar 75 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun sebesar 12 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 13 bulan hingga 2 tahun sebesar 6 persen dan yang membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun sebesar 4 persen.

Peneliti menemukan semakin lama waktu yang dibutuhkan oleh perempuan tersebut untuk hamil, maka semakin besar pula kemungkinan untuk mengalami setidaknya satu kali keguguran sebelumnya.

Setelah menyesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia dan apakah pernah mengalami keguguran sebelumnya atau tidak, didapatkan perempuan yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk hamil memiliki kemungkinan mengalami persalinan prematur atau bayi yang tidak sehat sebesar 64 persen.

Sumber : Detik.com

Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil, kemungkinan memiliki masalah dalam proses kehamilan atau persalinannya. Sebaiknya pasangan suami istri tak perlu menunda kehamilan terlalu lama.

Jenis-jenis Penyakit Kelamin

Jenis Jenis Penyakit kelamin [ Ciri2 dan tanda2 ]
Petunjuk mengenai Penyakit-penyakit Kelamin

GONORRHEA & CHLAMYDIA
  • Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
  • Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
  • Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan
  • Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini

HERPES
  • Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan
  • Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair. Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang
  • Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering
  • Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes akrena lecet terjadi di dalam vagina
INFEKSI JAMUR
  • Disebabkan oleh jamur
  • Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
  • Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
  • Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur
SYPHILIS
  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina
VAGINISTIS
  • Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan
  • Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur
  • Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina
  • Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
  • Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

BISUL PADA ALAT KELAMIN
  • Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
  • Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut
  • Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka
  • Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix
  • Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim

KUTU KELAMIN
  • Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
  • Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin

KUTU DI BAWAH KULIT
  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut

AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME)/HIV DISEASE
  • Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh
  • Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah
  • Dapat menyebabkan kematian setelah sepuluh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan
  • Disebarkan melalui hubungan intim [berciuman, making love], hubungan dengan lendir penderita dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan.

Monday, February 15, 2010

Minum Susu Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara


Manfaat susu sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua zat gizi yang terdapat dalam susu bermutu baik. Protein dan lemak susu memiliki sifat ketecernaan yang tinggi. Kandungan vitamin dan mineral susu juga relatif lengkap.

Susu dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Ada yang segar atau ada yang dalam bentuk terolah, seperti susu bubuk atau susu kental manis. Manusia juga mengonsumsi susu dari produk pangan yang mengandung susu, seperti keju, es krim, dan yogurt.

Namun, masih ada perbedaan pendapat tentang konsumsi susu ini. Ada kelompok yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu setiap hari tidak baik bagi kesehatan, terutama penyakit vaskular seperti penyempitan pembuluh darah. Argumennya adalah, susu meningkatkan kadar kolesterol darah yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Kedua, adanya hubungan positif antara produksi susu rata-rata per kapita dengan kematian akibat penyakit jantung di sejumlah negara.

Kelompok lain mendukung peran susu pada penurunan risiko berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kanker. Penelitian terbaru di Norwegia mendukung hal itu.

Hjartäker bersama koleganya dari Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia, melalui publikasinya pada International Journal of Cancer, membuktikan bahwa mengonsumi tiga gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause.

Melalui penelitian kohort the Norwegian Women and Cancer Study, mereka meneliti 48.844 wanita selama enam tahun dua bulan. Konsumsi susu diukur dengan mengirimkan formulir riwayat konsumsi pangan kepada responden. Selama kurun waktu tersebut, tim Hjartäker menemukan 317 kasus penderita kanker payudara.

Ternyata konsumsi susu sejak masa kanak-kanak berkaitan negatif dengan kejadian kanker payudara pada saat mereka berumur 34-39 tahun (pramenopause). Itu berarti bahwa mengonsumsi susu sejak masa kanak-kanak dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Konsumsi susu pada masa dewasa juga menurunkan risiko kanker payudara setelah dikoreksi menurut faktor hormonal, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Wanita yang tidak mengonsumsi susu menghadapi risiko terkena kanker payudara 2 kali lebih besar daripada wanita yang mengonsumsi susu 3 gelas atau lebih susu setiap hari.

Sumber
Kompas

Wednesday, February 10, 2010

HIPOMENORRHOE

Kelainan / Gangguan Menstruasi Hypomenorhoe
Kelainan menstruasi yang biasanya dijumpai dapat berupa kelainan siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan. Kelainan menstruasi tersebut antara lain karena keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. Misal pada endometritis, mioma.

Hypomenorrhea, juga dikenal sebagai atau terkait dengan hypomenorrhoea, jarang periode, dan bercak pada periode, sangat ringan menstruasi aliran darah.. Ini adalah kebalikan dari Hypermenorrhea yang lebih tepat disebut menorrhagia.

Salah satu penyebab hypomenorrhea adalah sindrom Asherman (adhesi intrauterine), yang hypomenorrhea (atau amenore) mungkin satu-satunya tanda yang jelas. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi erat dengan sejauh mana adhes

Penyebab
Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin
  • Konstitusi: Pada beberapa wanita mungkin normal kurang pendarahan selama menstruasi. Aliran darah kurang mungkin genetik dan, jika pertanyaan yang dibuat, mungkin akan menemukan bahwa wanita ibu dan / atau saudara perempuan juga memiliki aliran darah menurun selama periode mereka. Kehamilan dapat biasanya terjadi dengan jenis aliran menurun selama periode tersebut. Insiden infertilitas adalah sama seperti pada wanita dengan aliran darah normal.. Konstitusi yang berbau mungkin menstruasi paling baik dijelaskan dengan mengasumsikan adanya pengaturan yang tidak biasa, atau relatif ketidakpekaan, dari aparat vaskular endometrium.
  • Uterine: jarang kerugian kadang-kadang berarti bahwa permukaan pendarahan lebih kecil dari normal, dan kadang-kadang terlihat ketika rongga endomaterial telah berkurang ukurannya selama myomectomy atau operasi plastik lainnya di rahim. Namun, hal itu jarang menunjukkan rahim hypoplasia karena adanya kondisi ini dalam sebuah rahim yang responsif terhadap hormon ovarium betokens aktivitas di bawah, dan ini memanifestasikan dirinya dengan jarang daripada langka menstruasi.
  • Hormonal: jarang menstruasi atau menstruasi dapat terjadi secara normal pada ekstrem kehidupan reproduksi yakni, hanya setelah pubertas dan sesaat sebelum menopause. Hal ini karena ovulasi tidak teratur saat ini, dan lapisan endomaterial gagal untuk berkembang secara normal. Namun masalah normal pada waktu yang lain juga dapat menyebabkan aliran darah langka.. Anovulasi terjadi karena rendahnya tingkat hormon tiroid, tingkat prolaktin tinggi, tingkat insulin tinggi, tingkat androgen tinggi dan masalah dengan hormon lain juga dapat menyebabkan periode langka. Jarang mens juga dapat terjadi setelah penggunaan jangka panjang dari kontrasepsi oral sebagai akibat dari endomaterial atrofi progresif.
  • Nervous dan emosional: Pyschogenic faktor seperti stres karena ujian, atau kegembiraan yang berlebihan tentang peristiwa yang akan datang dapat menyebabkan hypomenorrhoea. Faktor-faktor seperti menekan aktivitas orang-orang pusat di otak yang merangsang indung telur selama siklus ovarium (untuk mengeluarkan hormon seperti estrogen dan progesteron), dan dapat berakibat pada produksi yang rendah hormon ini.
  • Penyebab lain: latihan berlebihan dan dapat menyebabkan crash diet periode langka. Salah satu penyebab hypomenorrhoea adalah sindrom Ashermn (intra uterine adhesi), yang hypomenorrhoea mungkin satu-satunya tanda yang jelas. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi erat dengan tingkat adhesi (R. Toaff dan S. Ballus, 1978).
Tanda dan Gejala
Waktu haid singkat, perdarahan haid singkat

AMENOREA

Definisi
Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Siklus menstruasi normal meliputi interaksi antara komplek hipotalamus-hipofisi-aksis indung telur serta organ reproduksi yang sehat (lihat artikel menstruasi). Amenorea sendiri terbagi dua, yaitu:
1. Amenorea primer
Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 – 2.5% wanita usia reproduksi
2. Amenorea sekunder
Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea ), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5%

Penyebab
Amenorea bisa terjadi secara fisiologis dan patologis, ada beberapa penyebab amenorea fisiologis, yaitu kehamilan, menopause, prepubertas. Dan laktasi. Sedangkan pada amenorea patologis bisa disebabkan oleh beberapa hal , diantaranya : ada kelainan pada otak, gangguan pada kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, klenjar ovarium, kelianan kejiwaan, gangguan pada hipothalamus.

Penyebab amenorea primer yaitu :
Tertundanya menarke, kelainan bawaan pada sistem kelamin ( misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina , serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina ), penurunan berat badan yang drastis, kelainan kromosom, obesitas yang ekskrim, hipoglikemia, disgenesis gonad, hipogonadisme hipogonadotropik,sindrom feminisasi testis, hermafrodit sejati, penyakit menahun, kekurangan gizi, penyakit cushing, fibrosis kistik, penyakit jantung bawaan, tumor ovarium, hipotiroidisme, sindroma adrenogenital, sindroma prader – Willi, penyakit ovarium polikista, hiperplasia adrenal kongenital.
Penyebab tersering dari amenorea primer adalah:
  • Pubertas terlambat
  • Kegagalan dari fungsi indung telur
  • Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)
  • Gangguan pada susunan saraf pusat
  • Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah menstruasi dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal
Penyebab Amenorea sekunder :
Kehamilan, kecemasan akan kehamilan, penurunan berat badan yang drastis, olah raga yang berlebihan, lemak tubuh kurang dari 15 – 17 extreme, mengkomsumsi hormon tambahan, obesitas, stress emotional, menopause, kelainan endokrin, obat – obatan, prosedur dilatasi dan kuretase, kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa
Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan, setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:

• Stress dan depresi
• Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
• Gangguan hipotalamus dan hipofisis
• Gangguan indung telur
• Obat-obatan
• Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

Tanda dan gejala
Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya menstruasi pada usia 16 tahun, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara, perkembangan rambut pubis), atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan menstruasi padahal sebelumnya sudah pernah mendapatkan menstruasi. Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya amenorea.

Gejala bervariasi, tergantung kepada penyebabnya. Jika gejala yang ada, adalah kegagalan mengalami pubertas , maka tidak akan ditemukan tanda - tanda pubertas seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut kemaluan, rambut ketiak, serta perubahan bentuk tubuh. Jika penyebabnya adalah kehamilan, akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut. Jika penyebabnya kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.

Gejala lain yang biasa ditemukan adalah :
  • Sakit kepala
  • Galaktorea
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan berat badan yang berarti
  • Vagina yang kering
  • Hirsutisme
Pemeriksaan Penunjang
Pada amenorea primer, apabila didapatkan adanya perkembangan seksual sekunder maka diperlukan pemeriksaan organ dalam reproduksi (indung telur, rahim, perlekatan dalam rahim) melalui pemeriksaan USG, histerosalpingografi, histeroskopi, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Apabila tidak didapatkan tanda-tanda perkembangan seksualitas sekunder maka diperlukan pemeriksaan kadar hormon FSH dan LH.
Setelah kemungkinan kehamilan disingkirkan pada amenorea sekunder, maka dapat dilakukan pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) karena kadar hormon tiroid dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin dalam tubuh. Selain itu kadar hormon prolaktin dalam tubuh juga perlu diperiksa. Apabila kadar hormon TSH dan prolaktin normal, maka Estrogen / Progestogen Challenge Test adalah pilihan untuk melihat kerja hormon estrogen terhadap lapisan endometrium dalam rahim. Selanjutnya dapat dievaluasi dengan MRI.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah :
  • Biopsi endometrium
  • Progestin withdrawal
  • Kadar prolaktin
  • Kadar hormon
  • Tes fungsi tiroid
  • Tes kehamilan
  • Kadar FSH,LH,TSH
  • Karotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom
  • CT scan kepala
Tinjauan umum tentang Penanggulangan Amenorea
  • Tidak selalu memerlukan terapi, misalnya pada wanita berumur > 40 th dengan amenorea tanpa sebab yang mengkhawatirkan tidak memerlukan pengobatan
  • Dalam kategori ini, yang memerlukan terapi adalah wanita-wanita muda yang mengeluh tentang infertilitas, atau sangat terganggu dengan tidak datangnya haid.
  • Tindakan memperbaiki keadaan kesehatan, perbaikan gizi, kehidupan dalam lingkungan yang sehat dan tenang.
  • Pengurangan berat badan pada wanita obesitas
  • Pemberian tiroid pada wanita dengan hipotiroid
  • Pemberian kortikosteroid pada gangguan glandula suprarenalis (Penyakit Addison laten)
  • Pemberian estrogen dan progesteron dapat menimbulkan perdarahan siklik, dan perdarahan ini bersifat withdrawal bleeding, bukan merupakan suatu haid yang didahului oleh ovulasi.
Penyakit yang dapat disertai amenorea
Kelainan Kejiwaan
  • Psikosis: sering dijumpai bersama amenorea ialah penyakit yang disertai depresi.
  • Anoreksia nervosa:Terutama ditemukan pada wanita muda yang menderita gangguan emosional yang cukup berat. Penanganan anoreksia nervosa harus dilakukan oleh ahli psikiatri. Jika berat badan bertambah, biasanya haid dapat kembali dalam 3 bulan.
  • Pseudosiesis:adalah suatu keadaan dimana terdapat kumpulan tanda-tanda kehamilan pada seorang wanita yang tidak hamil. Diagnosis dibuat dengan menemukan uterus yang sebesar biasa pada pemeriksaan ginekologik dan tes hamil yang negatif.
Gangguan Poros Hipotalamus-Hipofisis
  • Sindrom amenorea galaktorea: ditemukan amenorea, dan pada mamma dapat dikeluarkan air susu. Dasarnya ialah gangguan endokrin berupa gangguan produksi releasing factor dengan akibat menurunnya kafar FSH dan LH dan gangguan produksi Prolacting Inhibiting Factor dengan akibat peningkatan pengeluaran prolaktin. Dapat ditemukan setelah kehamilan, disini masa laktasi menjadi jauh lebih panjang dari biasanya (sindrom Chiari Frommel).Dapat juga ditemukan pada tumor hipofisis yang memproduksi prolaktin (sindrom Forbes-Albright).
  • Sindrom Stein-Leventhal : terdiri dari amenorea, hirsutisme dan pembesaran polikistik ovarium.
  • Amenorea hipotalamik

Gangguan Hipofisis
  • Insufisiensi hipofisis (Sindrom Sheehan dan Penyakit Simmonds).Gejalanya adalah amenorea, hilangnya laktasi, hipotiroidea, atrofi alat-alat genital dan sebagainya. Terapi terdiri atas pemberian hormon sebagai subsitusi, antara lain kortison, bubuk tiroid, dan sebagainya.
  • Tumor Hipofisis
  • Kelainan kongenital pada Hipofisis
Gangguan Gonad
Disgenesis/ Agenesis ovarii (Sindrom Turner): Trias klsiknya : infantilisme, webbed neck dan kubitus vagus. Penderita ini memiliki genitalia eksterna wanita dengan klitoris agaj membesar pada beberapa kasus, sehingga mereka dibesarkan sebagai wanita. Pola kromosom kebanyakan 45XO, pada sebagian dalam bentuk 45-XO/46-XX; pada sebagian dalam kelahiran bayi wanita. Selain trias, biasanya dijumpai tubuh yang pendek tidak lebih dari 150cm, dada berbentuk perisai dengan puting susu jauh ke lateral, payudara tidak berkembang, rambut ketiak dan pubis sedikit atau tidak ada, amenorea, koarktasi atau stenosis aorta, batas rambut belakang yang rendah, ruas tulang tangan dan kaki pendek, osteoporosis, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, anomali ginjal dan sebagainya.
  • Sindrom feminisasi Testikuler
  • Menopause prematur
  • Sindrom ovarium yang Tidak Peka (The insensitive ovary syndrome)
  • Tumor-tumor ovarium
Gangguan Glandula suprarenalis
  • Sindrom Adrenogenital: bersifat kongenital, akan tetapi dapat tumbuh kemudian. Penyebabnya ialah hiperplasia adrenal. Biasanya bayi dengan sindrom ini adalah bayi wanita, dengan pembesaran klitoris dengan kadang-kadang hipospadia. Pada wanita yang lebih dewasa terdapat amenorea, klitoris membesar, atrofi mamma dan membesarnya suara.
  • Sindrom Crushing: pembuatan hormon glandula suprarenalis yang berlebihan, terutama komponen kortikosteroid yang ada sangkut pautnya dengan metabolisme karbohidrat, protein dan elektrolit. Gejalanya ialah obesitas, moon face, amenorea, hirsutisme, osteoporosis, hipertensi, striae terutama pada dinding perut.
  • Penyakit Addison

Gangguan Uterus dan vagina
  • Sindrom Asherman: terjadi karena destruksi endometrium serta tumbuhnya sinekia pada dinding kavum uteri sebagai akibat kerokan yang berlebihan, biasanya pada abortus atau postpartum.
  • Endometritis tuberkulosa: umumnya skunder pada penderita salpingitis tuberkulosa. Terapi yang kausal terhadap tuberkulosis biasanya dapat menyebabkan timbulnya haid lagi.
Terapi
Pengobatan yang dilakukan sesuai dengan penyebab dari amenorea yang dialami, apabila penyebabnya adalah obesitas, maka diet dan olahraga adalah terapinya. Belajar untuk mengatasi stress dan menurunkan aktivitas fisik yang berlebih juga dapat membantu. Terapi amenorea diklasifikasikan berdasarkan penyebab saluran reproduksi atas dan bawah, penyebab indung telur, dan penyebab susunan saraf pusat.

Saluran reproduksi
  1. Aglutinasi labia (penggumpalan bibir labia) yang dapat diterapi dengan krim estrogen
  2. Kelainan bawaan dari vagina, hymen imperforata (selaput dara tidak memiliki lubang), septa vagina (vagina memiliki pembatas diantaranya). Diterapi dengan insisi atau eksisi (operasi kecil)
  3. Sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser. Sindrom ini terjadi pada wanita yang memiliki indung telur normal namun tidak memiliki rahim dan vagina atau memiliki keduanya namun kecil atau mengerut. Pemeriksaan dengan MRI atau ultrasonografi (USG) dapat membantu melihat kelainan ini. Terapi yang dilakukan berupa terapi non-bedah berupa dilatasi (pelebaran) dari tonjolan di tempat seharusnya vagina berada atau terapi bedah dengan membuat vagina baru menggunakan skin graft
  4. Sindrom feminisasi testis. Terjadi pada pasien dengan kromosom 46, XY kariotipe, dan memiliki dominan X-linked sehingga menyebabkan gangguan dari hormon testosteron. Pasien ini memiliki testis dengan fungsi normal tanpa organ dalam reproduksi wanita (indung telur, rahim). Secara fisik bervariasi dari wanita tanpa pertumbuhan rambut ketiak dan pubis sampai penampakan seperti layaknya pria namun infertil (tidak dapat memiliki anak)
  5. Parut pada rahim. Parut pada endometrium (lapisan rahim) atau perlekatan intrauterine (dalam rahim) yang disebut sebagai sindrom Asherman dapat terjadi karena tindakan kuret, operasi sesar, miomektomi (operasi pengambilan mioma rahim), atau tuberkulosis. Kelainan ini dapat dilihat dengan histerosalpingografi (melihat rahim dengan menggunakan foto roentgen dengan kontras). Terapi yang dilakukan mencakup operasi pengambilan jaringan parut. Pemberian dosis estrogen setelah operasi terkadang diberikan untuk optimalisasi penyembuhan lapisan dalam rahim
Gangguan Indung Telur
  1. Disgenesis gonadal. Disgenesis gonadal adalah tidak terdapatnya sel telur dengan indung telur yang digantikan oleh jaringan parut. Terapi yang dilakukan dengan terapi penggantian hormon pertumbuhan dan hormon seksual
  2. Kegagalan Ovari Prematur. Kelaianan ini merupakan kegagalan dari fungsi indung telur sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya diperkirakan kerusakan sel telur akibat infeksi atau proses autoimun
  3. Tumor ovarium. Tumor indung telur dapat mengganggu fungsi sel telur normal
Gangguan Susunan Saraf Pusat
  1. Gangguan hipofisis. Tumor atau peradangan pada hipofisis dapat mengakibatkan amenorea. Hiperprolaktinemia (hormone prolaktin berlebih) akibat tumor, obat, atau kelainan lain dapat mengakibatkan gangguan pengeluaran hormon gonadotropin. Terapi dengan menggunakan agonis dopamin dapat menormalkan kadar prolaktin dalam tubuh. Sindrom Sheehan adalan tidak efisiennya fungsi hipofisis. Pengobatan berupa penggantian hormon agonis dopamin atau terapi bedah berupa pengangkatan tumor
  2. Gangguan hipotalamus. Sindrom polikistik ovari, gangguan fungsi tiroid, dan Sindrom Cushing merupakan kelainan yang menyebabkan gangguan hipotalamus. Pengobatan sesuai dengan penyebabnya
  3. Hipogonadotropik, hipogonadism. Penyebabnya adalah kelainan organik dan kelainan fungsional (anoreksia nervosa atau bulimia). Pengobatan untuk kelainan fungsional membutuhkan bantuan psikiater

Tuesday, February 9, 2010

Teori tentang Remaja

Pengertian
Remaja merupakan usia muda atau mulai dewasa (Kamus Pintar Bahasa Indonesia, Ahmad & Santoso, 1996). Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat (www.bkkbn.go.id, 2008).

Remaja adalah usia transisi, seorang individu telah meninggalkan usia kanak-kanak yang lemah dan penuh ketergantungan, akan tetapi belum mampu ke usia yang kuat dan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun masyarakat. Semakin maju masyarakat semakin panjang usia remaja karena ia harus mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dirinya dengan masyarakat yang banyak syarat dan tuntutannya.
Remaja dalam mengalami perubahan-perubahannya akan melewati perubahan fisik, perubahan emosi dan perubahan sosial. Yang dimaksud dengan perubahan fisik adalah pada masa puber berakhir, pertumbuhan fisik masih jauh dari sempurna dan akan sepenuhnya sempurna pada akhir masa awal remaja.
Perubahan emosi pada masa remaja terlihat dari ketegangan emosi dan tekanan, tetapi remaja mengalami kestabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. Sedangkan perubahan sosial pada masa remaja merupakan salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit, yaitu berhubungan dengan penyesuaian sosial pada perubahan sosial ini, remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah.
Ciri remaja pada anak wanita biasanya ditandai dengan tubuh yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu sejak lahir. Perubahan yang cukup menyolok terjadi ketika remaja memasuki usia antara 9-15 tahun, pada saat itu mereka tidak hanya tubuh menjadi lebih tinggi dan besar saja, tetapi terjadi juga perubahan-perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi atau keturunan. Perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau sering dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya menstruasi pada anak perempuan. Datangnya menstruasi pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut salah satunya adalah karena gizi. Saat ini ada seorang anak perempuan yang mendapatkan menstruasi pertama di usia 8-9 tahun. Namun pada umumnya adalah sekitar 12 tahun. Remaja perempuan, sebelum menstruasi akan menjadi sangat sensitif, emosional, dan khawatir tanpa alasan yang jelas (BKKBN, 2008).

Pada tahun 1974, WHO memberikan definisi tentang remaja lebih konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan 3 kriteria yaitu biologis, psikologis dan sasial ekonomi. Remaja adalah suatu masa dimana:
  1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai ia mencapai kematangan seksual.
  2. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
  3. Terjadi peralihan ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada yang relatif mandiri.

Ditinjau dari kesehatan WHO menetapkan batas usia 10-20 tahun sebagai batasan usia remaja. Selanjutnya WHO menyatakan walaupun definisi di atas didasarkan pada usia kesuburan wanita, batasan tersebut berlaku juga untuk remaja pria dan WHO membagi kurun usia tersebut dalam 2 bagian yaitu remaja awal 10-14 tahun dan remaja akhir 15-20 tahun.
Sementara itu definisi remaja untuk masyarakat Indonesia adalah menggunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak (kriteria fisik).
  2. Dibanyak masyarakat indonesia; usia dianggap akil-balik, baik menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak, lagi memperlakukan mereka sebagai anak¬-anak (kriteria sosial).
  3. Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan, jiwa seperti tercapainya identitas diri (ego identity), tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual dan tercapainya puncak perkembangan kognitif maupun moral (kriteria psikologis).
  4. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua.
  5. Dalam definisi di atas, status perkawinan sangat menentukan karena arti perkawinan masih sangat penting di masyarakat kita secara menyeluruh. Seorang yang sudah menikah, pada usia berapa pun dianggap dan diperlakukan sebagai. orang dewasa penuh, baik secara hukum maupun kehidupan bermasyarakat dan keluarga. Karena itu definisi Remaja disini dibatasi khusus untuk yang belum menikah (Sarwono, 2000).
Perkembangan Remaja
Masa remaja ditandai dengan terjadinya berbagai proses perkembangan yang secara global meliputi perkembangan jasmani dan rohani. Perkembangan jasmani terlihat dari perubahan-perubahan bentuk tubuh dari kecil menjadi besar sedangkan rohani tampak dari emosi, sikap dan juga intelektual.



Perkembangan yang dialami remaja adalah :
  1. Perkembangan fisik: perkembangan fisik pada masa remaja mengarah pada pencapaian bentuk-bentuk badan orang dewasa. Perkembangan fisik terlihat jelas dari perubahan tinggi badan, bentuk badan dan berkembangnya otot-otot tubuh.
  2. Perkembangan Seksual. Perkembangan seksual ditandai dengan munculnya tanda-tanda kelamin primer dan sekunder:
  3. Perkembangan heteroseksual. Pada masa remaja mulai timbul rasa ketertarikan terhadap lawan jenis.
  4. Perkembangan emasional. Keadaan emosional pada masa remaja tidak stabil.
  5. Perkembangan Kognisi:
  6. Perkembangan identitas diri: Proses pembentukan identitas diri telah dimulai sejak kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa remaja. Secara umum identitas diri adalah perasaan individualitas yang mantap dimana individu tidak tenggelam dalam peran sosial yang dimainkan tetapi tetap dihayati sebagai pribadi diri sendiri (Asmarani, 2007).

Monday, February 8, 2010

Perubahan Fisiologis Menopause

A. Fisik
a. Ketidak teraturan Siklus Haid
Di usia pertengahan, ovarium yang menua berhenti merespon terhadap FSH dan LH, meskipun sekresi dari ini meningkat. Akibatnya lebih sedikit tolikel terbentuk dan lebih sedikit melepaskan telur, keluaran estrogen dan progesteron dari ovarium menurun, lapisan rahim berhenti menebal dan perdarahan menstruasi berganti pula dan pada akhirnya berhenti, rahim dan ovarium mulai mengerut (Hardjana. 2000). Menurut Jones (1997), wanita yang mendekati masa menopause mempunyai tiga pola haid yaitu :
(1) Haid tetap teratur dan kemudian tiba-tiba berhenti.
(2) Haid menjadi jarang, intervalnya menjadi lebih panjang sampai akhirnya berhenti.
(3) Haid menjadi tidak teratur. Haid kadang-kadang banyak, kadang¬kadang sedikit dan jarak waktu antara setiap periode haid tidak dapat diramalkan dengan baik. Wanita yang mempunyai pola haid seperti ini sebaiknya memeriksakan ke dokter. Dokter mungkin menganjurkan kuret untuk memastikan rahim normal agar perawatan bisa diberikan. Pada banyak wanita berhentinya menstruasi merupakan satu-satunya tanda menopause (Hardjana, 2000).

b. Rasa panas (Hot flash)
Perubahan sistem jantung dan pembuluh darah terjadi karena adanya perubahan metabolisme, menurunnya estrogen dan menurunnya pengeluaran hormon paratiroid. Hubungan emosi dengan sistem ini menimbulkan jantung mudah berdebar. Meningkatnya hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone) dan rendahnya estrogen dapat menimbulkan perubahan pembuluh darah. Melebarnya pembuluh darah pada wajah, leher dan tengkuk menimbulkan rasa panas yang disebut hot flash (Manuaba, 1999).

d. Kekeringan liang senggama (vagina)
Perubahan yang terjadi pada alat genitalia meliputi liang senggama terasa kering, lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkan mudah terjadi infeksi (infeksi kandung kencing, infeksi liang senggama). Daerah sensitif makin sulit untuk dirangsang. Saat hubungan seksual dapat terjadi nyeri (dispareunia), sulit mencapai orgasme. Lemahnya penyangga alat kelamin bagian dalam menyebabkan terasa kurang enak sekitar liang senggama, liang senggama terasa turun (menonjol) dalam bentuk tonjolan dinding bagian belakang (retrokel), dan mulut rahim terbuka. Kepuasan berkemih dan buang air besar semakin berkurang, seolah-olah masih terdapat sisa (Manuaba, 1999). Jika seorang wanita mengalami panas yang sangat parah sehingga menekannya, tersedia pengobatan. Biasanya, tablet hormon estrogen diberikan. Estrogen juga akan menyembuhkan wanita yang menderita vagina kering menyakitkan. Dalam kasus ini, biasanya dokter meresepkan krim vagina mengandung estrogen (Jones, 1997).

d. Perubahan Kulit
Seorang wanita pada masa menopause akan mengalami perubahan kulit. Lemak dibawah kulit berkurang sehingga kulit menjadi kendor. Kulit mudah terbakar sinar matahari menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam. Pada kulit timbul bintik hitam. Otot bawah kulit muka mengendor sehingga jatuh dan lembek. Kelenjar kulit kurang berfungsi, sehingga kulit menjadi kering dan keriput (Manuaba, 1999).
Langkah untuk menghambat proses penuaan kulit :
  • Jangan terlalu gemuk, sehingga hilangnya lemak bawah kulit tidak terlalu kentara.
  • Hindari sebanyak mungkin sinar matahari, karena ultraviolet dapat merusak kulit dan menimbulkan kanker kulit.
  • Kelancaran peredaran darah kulit dengan mengurangi kulit keriput melalui aktivitas fisik dan melakukan pengurutan (massage) diri sendiri atau ke salon kecantikan.
  • Memberikan pelembab kulit, sehingga kulit tampak terpelihara (Manuaba, 1999).
e. Pengeroposan Tulang (osteoporosis)
Perubahan pada tulang terjadi oleh karena kombinasi rendahnya hormon estrogen dan hormon paratiroid. Tulang mengalami diklasifikasi (pengapuran) artinya kalium menurun sehingga tulang keropos dan mudah terjadi patah tulang. Patah tulang terutama terjadi pada persendian paha (Manuaba,1999). Untuk mencegah terjadinya osteoporosis selain minum hormon estrogen dan progesteron selama 5 - 10 tahun pertama setelah menopause. Langkah berikut dapat membantu mengurangi terjadinya osteoporosis :
  1. Meningkatkan pemasukan kalsium ke dalam makanan atau tablet kalsium yang diminum setiap sore, untuk menghasilkan pemasukan total sekitar 1,5 gram kalsium setiap hari.
  2. Berhenti merokok.
  3. Latihan olah raga teratur, memilih bentuk olah raga yang disukai. Jalan cepat selama 1 jam 3 kali seminggu sama efektif dengan program olah raga yang lebih kompleks (Jones, 1997)
f. Sembelit (obstipasi)
Menurunnya estrogen dapat menimbulkan perubahan kerja usus menjadi lambat. Kemampuan mengabsorpsi sari makanan makin berkurang. Kerja usus halus dan usus besar yang lambat menimbulkan gangguan buang air besar berupa sembelit (obstipasi) (Manuaba, 1999).

g. Perubahan Saluran Kencing
Perubahan yang terjadi pada alat genitalia meliputi liang senggama terasa kering, lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkan mudah terjadi infeksi (infeksi kandung kencing, infeksi liang senggama). Daerah sensitif makin sulit untuk dirangsang. Saat hubungan seksual dapat terjadi nyeri (dispareunia), sulit mencapai orgasme. Lemahnya penyangga alat kelamin bagian dalam menyebabkan terasa kurang enak sekitar liang senggama, liang senggama terasa turun (menonjol) dalam bentuk tonjolan dinding bagian belakang (retrokel), dan mulut rahim terbuka. Kepuasan berkemih dan buang air besar semakin berkurang, seolah-olah masih terdapat sisa (Manuaba, 1999). Wanita yang telah melampaui masa menopause dapat memilih tablet estrogen untuk membantu mengurangi gangguan perkencingan (Jones, 1997).
Pada Vesica Urinaria (kandung kencing) tampak aktivitas kendali spincter dan detrusor hilang, sehingga sering kencing tanpa sadar (Goggle. Com, 2006).

h. Perubahan Payudara
Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahan kulit. Lemak bawah kulit berkurang sehingga kulit menjadi kendor (Manuaba, 1999). Diserapnya lemak subcutan, atrofi jaringan parenkim, lobulus menciut, stroma jaringan ikat fibrosa menebal. Puting susu mengecil kurang erektil, pigmentasi berkurang, sehingga payudara menjadi datar dan mengendor.

B. Psikis / Psikologi
a. Citra diri
Perubahan pada temperamen dan perilaku pada orang tua dapat diterima sebagai tak terelakkan. Tetapi sejauh mana sungguh-sungguh karena pemburukan neurologis dan mental, kerap sulit untuk dinilai karena perubahan-perubahan juga dapat disebabkan oleh situasi sosial, psikologis dan fisik wanita (Hardjana, 2000). Beberapa wanita menemukan perubahan gelombang hormon dan kebutuhan untuk menyesuaikan dengan perubahan membuat menopause menjadi masa-masa yang sulit. Sangat sulit bagi dokter untuk memutuskan apakah gejala depresi, keletihan dan insomnia disebabkan gangguan emosional yang dalam, karena wanita tersebut melihat sekelilingnya dan tidak seperti apa yang dia lihat. Anak-anaknya tumbuh, dan atau meninggalkan rumah keluarga. harapan masa muda dan keinginannya lenyap kedalam kehidupan rutin. Suaminya kelihatan menemukan minat baru, meninggalkannya sendirian. Teman-temannya pun mengalami masalah yang serupa dan terus mengeluh seperti dirinya. Dia melihat perubahan ini, seperti kehilangan sesuatu. Yang dibayangkannya tentang kehidupan dan dia harus menyesuaikan dengan gejala asing dari menopause yang asing baginya (Jones. 1997).

b. Penyakit Depresi
Penyakit ini merupakan penyakit mental tetapi menurunnya saraf organik berperan atas munculnya. Ciri-cirinya adalah perasaan sedih yang akut, tak mampu, kecemasan, acuh tak acuh, rasa bersalah dan takut. Penyakit itu dapat dipicu oleh faktor-faktor internal (seperti depresi endogen) atau oleh peristiwa-peristiwa eksternal seperti mengetahui penyakit yang tak dapat disembuhkan (depresi reaktif) (Hardjana, 2000). Banyaknya rasa depresi pada usia menjelang tua ini memang berkaitan dengan kepahitan dan kepedihan hati, karena wanita yang bersangkutan merasa kehilangan "dunia remaja" indah yang sudah lampau (Kartono Kartini, 1992).

c. Pikun
Pikun biasanya mulai diketahui antara usia 70 dan 80 tahun, dan mempengaruhi ingatan dan dapat berkembang sampai titik dimana penderita lupa dengan orang dan bahkan dengan namanya sendiri. Sifat lupa itu menyebabkan tak mampu mengurus dan mengatur orang dan diri semakin membutuhkan perhatian bersamaan berjalannya waktu. Kehilangan orientasi pada waktu dan tempat dapat terjadi. Emosi menumpul dan semakin berkurangnya perhatian pada orang lain. Biasanya tidak ada pengertian pada penderita mengenai fakta bahwa ia sakit, yang merupakan sebab mengapa kadang-kadang menolak bantuan (Hardjana, 2000).

d. Bingung Akut
Ini merupakan gangguan yang paling umum pada orang tua. Gangguan ini merupakan gangguan otak yang disebabkan oleh penyakit fisik ditempat lain pada tubuh yang juga dikenal sebagai "syndrom otak akut". Lingkungan asing dan faktor-faktor psikologi lain juga dapat ikut berperan. Gejala-gejalanya adalah bingung, delirium, dan kehilangan orientasi pada waktu dan tempat. Persepsi tumpul dan penderita merasa takut, kerap bereaksi dengan keras terhadap situasi yang salah paham. Percakapan terkadang melantur. Akibatnya tergantung kepada keadaan mental yang ada sebelumnya dan sebab awal penyakit, tetapi sembuh sama sekali jarang (Hardjana, 2000).

Wednesday, February 3, 2010

Perempuan Kehilangan 90 Persen Sel Telurnya pada Usia 30 Tahun

Wanita Kehilangan 90 Persen Sel Telurnya pada Usia 30 Tahun
Akhirnya para ilmuwan menemukan jawaban mengapa perempuan di usia 30-an cenderung sulit hamil. Menurut tim peneliti dari Univeristy of St Andrews dan Edinburgh University, perempuan telah menghabiskan 90 persen "sel telur cadangan" nya ketika mereka memasuki usia 30. Meski perempuan masih bisa memproduksi sel telur sepanjang usia 30 hingga 40 tahun, namun cadangan sel telur tersebut terus menyusut cepat.

Selama ini banyak perempuan yang berpikiran salah dengan menganggap mereka masih bisa memproduksi sel telur dan menjaga tingkat kesuburannya. Namun penelitian ini menemukan adanya penurunan sel telur yang signifikan dengan cepat.
Menurut penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science One, tubuh perempuan memilih telur yang terbaik dari cadangannya. Namun kualitas sel telur akan semakin memburuk saat usia perempuan bertambah dan akan meningkatkan risiko bayi terlahir dalam keadaan tidak sehat.
Dari hasil penelitian diketahui, rata-rata perempuan dilahirkan dengan 300.000 sel telur berpotensi. Tapi jumlah ini menurun pada tingkat yang jauh lebih cepat dibanding dugaan awal. Pada usia 30 tahun perempuan hanya memiliki cadangan sel telur 12 persen dan 3 persen pada usia 40 tahun.

Penelitian dilakukan dengan melihat data 325 perempuan di Inggris, AS dan Eropa dari berbagai usia untuk menilai potensi cadangan sel telurnya. Data tersebut kemudian dibuat grafik mengenai penurunan rata-rata potensi cadangan ovarium sepanjang hidup perempuan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa 95 persen perempuan pada usia 30 tahun hanya punya maksimal 12 persen cadangan ovarium dan pada usia 40 tahun hanya tiga persen yang tersisa," ujar sang peneliti,
Dr Hamish Wallace.

Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan besar jumlah sel telur diantara perempuan. Beberapa perempuan ada yang memiliki sel telur lebih dari 2 juta sel telur, dan sebagian ada juga yang hanya memiliki sedikitnya 35.000 sel telur.

Dr Hamish, yang berpraktik di Rumah Sakit Royal Edinburgh mengatakan penelitian ini bisa membantu memprediksi masa menopause dini perempuan dan pembekuan sel telur terhadap penderita kanker ovarium.

Lewat penelitian ini, perempuan juga diingatkan agar tidak terlambat atau bahkan menunda rencana kehamilan, karena kesuburan perempuan menurun secara substansial setelah usia pertengahan tiga puluhan.

Sunday, January 31, 2010

Kesuburan Wanita Menurun di Usia 30

Kesuburan Wanita Menurun di Usia 30
Tingkat kesuburan wanita dipengaruhi faktor usia. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan sejumlah studi tentang penurunan kesuburan wanita yang fokus meneliti produksi sel telur pada masa pembuahan hingga menopause.

Pada usia sekitar 30 tahun, tingkat kesuburan wanita sudah mulai menurun, dengan hanya mengeluarkan sel telur matang sekitar 12 persen dari total sekitar dua juta sel telur yang diproduksi. Menginjak usia 40 tahun, kesuburan semakin menurun dengan hanya 3 persen sel telur matang.

Sepanjang hidupnya, wanita menghasilkan sekitar 450 juta sel telur matang yang siap dibuahi dan berkembang menjadi janin. Sel telur itu diproduksi bertahap sesuai periode menstruasi. Namun, banyak sel telur matang yang kemudian mati karena tidak terjadi pembuahan.

Dr. Tom Kelsey, peneliti dari Universitas St Andrews di Inggris, mengatakan, banyak wanita yang menunda punya anak hanya demi pekerjaan atau menunggu pasangan yang sempurna. 'Mereka sering tidak menyadari betapa seriusnya penurunan cadangan sel telur setelah umur 35. Setiap tahun, kehilangan cadangan sel telur pun semakin besar,' katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

'Apalagi semakin banyak wanita yang sudah mengalami menopause pada usia akhir 40-an. Padahal biasanya menopause terjadi pada usia 50-an,' Kelsey menambahkan.

Selain faktor usia, penurunan produksi sel telur matang juga dipengaruhi gaya hidup. Kebiasaan mengonsumsi rokok dan alkohol pada 25 tahun ke atas juga dapat meningkatkan penurunan produksi sel telur.

Produksi sel telur matang yang dimiliki seorang wanita, sangat mempengaruhi kesuburan wanita. Semakin banyak sel telur matang yang diproduksi, maka semakin besar kemungkinannya untuk hamil. Itulah mengapa wanita sering dianjurkan segera hamil sebelum usia 30.

Ngeseks saat Haid, Wanita Susah Hamil

Ngeseks saat Haid, Wanita Susah Hamil
BERHUBUNGAN seks memang menyenangkan, apalagi bila kondisi Anda dan pasangan senantiasa bugar. Namun saat kondisi wanita sedang menstruasi, pria tak boleh memaksanya bercinta di ranjang. Apa pasal?

Menurut dr Boy Abidin, wanita yang sedang menstruasi sebaiknya jangan berhubungan seks. Pasalnya, organ intim wanita akan mengalami infeksi karena darah yang seharusnya keluar terdorong ke dalam vagina. Itu menyebabkan terjadinya endometriosis.

”Endometriosis merupakan nyeri pada wanita dan terjadi perlengketan yang menyebabkan wanita susah hamil,” terang genekolog yang aktif memberikan penyuluhan seputar perilaku seksual pada remaja.

Menurut dokter ramah ini, sebaiknya pasangan suami istri berhubungan intim sebelum atau sesudah masa menstruasi. Saat itu merupakan masa subur wanita.

”Masa subur wanita itu dua pekan sebelum datang bulan berikutnya. Masa subur cuma datang satu hari saja. Tapi sperma bisa bertahan 2-3 hari di dalam saluran sel telur. Kalau ada sel telur yang matang saat itu, spermanya masih bisa membuahi,” tukasnya

Dewi Arta - Okezone

Saturday, January 30, 2010

Kanker Leher Rahim (Ca Cerviks)

Kanker Leher Rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita di Indonesia (diantara jenis kanker lainnya) dan banyak menyebabkan kematian karena terlambat dideteksi dan diobati. Frekuensi relatif di Indonesia adalah 27 % berdasarkan data patologik atau 16 % berdasarkan data rumah sakit. Insiden puncak pada usia 40–50 tahun.

Dalam serviks terdapat 2 jenis sel yaitu sel skuamos dan glandular atau sel endoserviks. Pada kanker serviks, sel-sel bertindak secara tidak normal terus membesar dan membentuk benjolan atau tumor. Biasanya sel-sel ganas tersebut berasal dari squamo columnar juntion. Penyebab terbanyak dari kanker leher rahim adalah 99 % dari HPV (human papilloma virus) yang disebarkan lewat perilaku seks yang tidak sehat.

http://askep-askeb.cz.cc/

Gejala Kanker Leher Rahim


Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala.


Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).


Faktor Resiko


Sampai saat ini penyebab pasti kanker leher rahim belum diketahui secara pasti. Namun, faktor resiko bagi yang terkena kanker leher rahim yaitu : hubungan seksual pada usia muda dan sering berganti-ganti pasangan; sering menderita infeksi kelamin; melahirkan banyak anak; kebiasaan merokok.


Pencegahan kanker serviks


Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas kanker serviks diperlukan upaya pencegahan-pencegahan sebagai berikut :



  • Pencegahan primer, yaitu usaha untuk mengurangi atau menghilangkan kontak dengan karsinogen untuk mencegah inisiasi dan promosi pada proses karsinogen.

  • Pencegahan sekunder, termasuk skrining dan deteksi dini untuk menemukan kasus-kasus dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan.

  • Pencegahan tertier, merupakan pengobatan untuk mencegah komplikasi klinik dan kematian awal.


Salah satu cara deteksi dini kanker leher rahim adalah dengan pemeriksaan Pap Smear.


Referensi

Ramli, Mukhlis, dkk (2005), Deteksi Dini Kanker, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Sahli, Fauzie, Karsinoma Serviks Uteri Deteksi Dini dan Penanggulangannya, Sub Bagian Onkologi Ginekologi Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Rumah Sakit Dr Pirngadi, Medan.

Triningsih, Ediati (2007), Makalah Cervik Uteri, Refresing Pap Smear Bagi Bidan, Yayasan Kanker Indonesia Cabang D.I. Yogyakarta.

Yatim, Faisal (2005). Penyakit Kandungan. Myoma, Kanker Rahim/ Leher Rahim Dan Indung Telur, Kista, Serta Gangguan Lainnya. Jakarta.

http://askep-askeb.cz.cc/

Penatalaksanaan Kelainan Sistem Reproduksi

Seorang wanita yang mengalami keluhan sehubungan dengan alat reproduksinya akan merasa cemas, gelisah dan malu untuk mengungkapkan kepada tenaga medis. Dalam menghadapi pasien yang demikian, sikap seorang tenaga medis sebaiknya sabar, pengertian dan menimbulkan kepercayaan. Simptomatologi penyakit ginekologik sebagian besar berkisar pada gejala 1) perdarahan ; 2) rasa nyeri ; dan 3) pembengkakan.

Anamnesa dan Pemeriksaan Umum/ Khusus


Anamnesa


Anamnesa meliputi :



  1. Riwayat penyakit umum; apakah penderita pernah menderita penyakit berat, TBC, jantung, ginjal, kelainan darah, diabetus melitus dan kelainan jiwa. Riwayat operasi non ginekologik seperti strumektomi, mammektomi, appendektomi, dan lain-lain.

  2. Riwayat obstetrik; perlu diketahui riwayat kehamilan sebelumnya, apakah pernah mengalami keguguran, partus secara spontan normal atau partus dengan tindakan, dan bagaimana keadaan anaknya. Adakah infeksi nifas dan riwayat kuretase yang dapat menjadi sumber infeksi panggul dan kemandulan.

  3. Riwayat ginekologik; riwayat penyakit/ kelainan ginekologik dan pengobatannya, khususnya operasi yang pernah dialami.

  4. Riwayat haid; perlu diketahui riwayat menarche, siklus haid teratur atau tidak, banyaknya darah yang keluar, lamanya haid, disertai rasa nyeri atau tidak, dan menopause. Perlu ditanyakan haid terakhir yang masih normal.

  5. Keluhan utama; keluhan yang dialami pasien sekarang.

  6. Riwayat keluarga berencana; riwayat pemakaian alat kontrasepsi apakah pasien menggunakan kontrasepsi alami dengan atau tanpa alat, hormonal, non hormonal maupun kontrasepsi mantap.

  7. Riwayat penyakit keluarga; perlu ditanyakan apakah keluarga pasien ada yang memiliki penyakit berat atau kronis.


Pemeriksaan Umum


Pemeriksaan umum meliputi :



  1. Kesan umum; apakah tampak sakit, bagaimanakah kesadarannya, apakah tampak pucat, mengeluh kesakitan di daerah abdomen.

  2. Pemeriksaan tanda vital; periksa tekanan darah, nadi, dan suhu.

  3. Pemeriksaan penunjang; pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus.


Pemeriksaan Khusus


Merupakan pemeriksaan ginekologik. Agar diperoleh hasil yang baik maka posisi pasien dan alat-alat yang digunakan juga menentukan.Adapun posisi yang digunakan adalah posisi litotomi, miring dan sims.


Pemeriksaan khusus meliputi :



  1. Pemeriksaan Abdomen, terdiri dari : a) Inspeksi yaitu memperhatikan bentuk, pembesaran (mengarah pada kehamilan, tumor maupun asites), pergerakan pernafasan, kondisi kulit (tebal, mengkilat, keriput, striae, pigmentasi). b) Palpasi – Sebelum pemeriksaan, kandung kencing dan rektum sebaiknya dalam keadaan kosong.Untuk mengetahui besar tumor, tinggi fundus uteri, permukaan tumor, adanya gerakan janin, tanda cairan bebas, apakah pada perabaan terasa sakit. c) Perkusi – Untuk mendengar gas dalam usus, menentukan pembesaran tumor, terdapat cairan bebas dalam kavum abdomen dan perasaan sakit saat diketok. d) Auskultasi – Pemeriksaan bising usus, gerakan janin maupun denyut jantung janin.

  2. Payudara – mempunyai arti penting sehubungan dengan diagnostik kelainan endokrin, kehamilan dan karsinoma mammae.

  3. Alat Genetalia Luar, terdiri dari : a) Inspeksi vulva – Pengeluaran cairan atau darah dari liang senggama, ada perlukaan pada vulva, adakah pertumbuhan kondiloma akuminata, kista bartholini, abses bartholini maupun fibroma pada labia, perhatikan bentuk dan warna, adakah kelainan pada rerineum dan anus. b) Palpasi vulva – Teraba tumor, benjolan maupun pembengkakan pada kelenjar bartholini.

  4. Pemeriksaan Inspekulo, terdiri dari : a) Pemeriksaan vagina – Adakah ulkus, pembengkakan atau cairan dalam vagina; adakah benjolan pada vagina. b) Pemeriksaan porsio uteri – Adakah perlukaan, apakah tertutup oleh cairan/ lendir, apakah mudah berdarah dan terdapat kelainan. c) Pengambilan cairan berasal dari ulkus vagina dan porsio uteri – Pemeriksaan bakteriologis, pemeriksaan jamur dan pemeriksaan sitologi.

  5. Pemeriksaan Dalam – Pemeriksaan dalam untuk menentukan : a) Rahim – Bagaimana posisi rahim, besar, pergerakan, dan konsistensi rahim, apakah ada nyeri saat pemeriksaan. b) Adneksa (daerah kanan kiri rahim) – Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggerakkan jari yang berada didalam fornix lateral dan tangan yang ada diluar bergerak ke samping uterus. c) Forniks posterior (kavum douglas) – Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah terdapat nanah (infeksi) dan apakah forniks menonjol akibat perdarahan kavum abdominalis.

  6. Pemeriksaan Rectal – Pemeriksaan rectal dilakukan pada wanita yang belum coitus, pada kelainan bawaan seperti atresia himenalis atau vaginalis, hymen rigidus dan vaginismus. Caranya: jari telunjuk dimasukkan ke dalam rectal, tangan luar diletakkan di atas sympisis.

  7. Pemeriksaan Rectovaginal – Pemeriksaan rectovaginal digunakan pada proses-proses dibelakang dan kiri kanan dari uterus (parametrium) seperti infiltrat dan tumor. Caranya: jari telunjuk dimasukkan ke dalam vagina sedangkan jari tengah ke dalam rectum.

  8. Pemeriksaan Penunjang – Seperti sonografi transveginal, histeroskopi maupun tindakan operatif lain.


Kesimpulan



    Setelah dilakukan anamnesa sampai pemeriksaan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan atau diagnosis : kehamilan, penyakit kandungan, infeksi dan perdarahan tanpa sebab.


    Terapi


    Terapi diberikan sesuai dengan diagnosis atau kesimpulan yang didapatkan. Sebagai Bidan memberikan KIE – motivasi untuk pemeriksaan, melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi (puskesmas, dokter spesialis, rumah sakit) dan menerima pengawasan lebih lanjut.


    Konseling


    Konseling merupakan proses pemberian informasi yang objektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik yang bertujuan membantu klien mengenali kondisi dan masalahnya serta memberikan jalan keluar dalam mengatasi permsalahannya.


    Tahapan pemberian konseling terbagi dalam konseling awal, konseling khusus atau pemantapan dan konseling kunjungan ulang. Konseling dalam pemeriksaan ginekologik, klien berhak memilih dan membuat keputusan tentang penatalaksanaan klinik yang diyakininya kemudian disepakati dalam persetujuan tertulis/ informed consent oleh kedua belah pihak (tenaga kesehatan dengan klien).


    Persiapan Pre Operatif


    Pada pembedahan elektif dilakukan pemeriksaan seteliti mungkin untuk membuat diagnosis penyakit yang tepat dan untuk menilai kondisi pasien. Persiapan operasi pada keadaan darurat tentunya tidak selengkap dengan operasi yang terjadwal, namun demikian hal-hal yang esensial tetap dilakukan.


    Pada malam sebelum operasi, pasien dipuasakan sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi dilakukan. Pemberian pramedikasi diberikan dan diatur oleh ahli anestesi.


    Perawatan Post Operatif


    Sesudah operasi, timbul beberapa perubahan pada badan. Perubahan-perubahan itu adalah :



    1. Kehilangan darah dan air yang menyebabkan berkurangnya volume cairan dalam sirkulasi.

    2. Diuresis pasca operasi berkurang, beberapa hari kemudian akan normal kembali.

    3. Terjadi penghancuran protein jaringan, ekskresi kalsium meningkat, sedang pengeluaran natrium dan klorida berkurang.


    Setelah operasi selesai, pasien tida boleh ditinggalkan sampai ia sadar. Harus dijaga jalan pernafasannya tetap terjaga.


    Komplikasi-Komplikasi Pasca Operasi :



    1. Syok – Terjadi karena insufisiensi akut dari system sirkulasi dengan sel-sel jaringan tidak mendapat makanan dan O2 dengan akibat terjadi kematian. Penyebab syok dari hemoragi, sepsis, neurogenik dan kardiogenik dll.

    2. Hemoragi – Timbul bisa karena ikatan terlepas atau karena usaha penghentian darah kurang sempurna.

    3. Gangguan jalan kencing – Retensio urin, infeksi jalan kencing sering terjadi pada pasien pasca operasi.

    4. Infeksi

    5. Distensi perut – Perut terasa kembung, tetapi setelah flaktus keadaan perut menjadi normal.

    6. Terbukanya luka operasi dan eviserasi – Sebab terbukanya jahitan luka operasi karena luka tidak dijahit dengan sempurna.

    7. Tromboflebitis – Jarang terjadi, hal ini bersangkutan dengan radang dan sebagai tombosis tanpa tanpa tanda radang.


    Referensi

    Bagian Obstetric Dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 1981. Ginekologi. Elstar Offset, Bandung.

    Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta.

    Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.

    Sarwono, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

    Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

    Rabe, Thomas, 2002. Buku Saku Ilmu Kandungan, Hipokrates, Jakarta.

    http://askep-askeb.cz.cc/

    Pap Smear

    Pap Smear: "

    Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dikembangkan oleh Dr. George N. Papanicalaou untuk penapisan awal dari gejala kanker leher rahim. Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi eksfoliative dengan memeriksa sel-sel epitel cervix yang lepas. Pemeriksaan ini lebih mudah, murah, sederhana, aman dan akurat. Di negara maju, skrinning Pap Smear terbukti dapat menemukan lesi prakanker, menurunkan insiden dan menurunkan angka kematian akibat kanker serviks sampai 70-80%. Tujuan tes Pap adalah menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi kanker termasuk infeksi HPV. Kanker serviks merupakan penyakit menular seksual, bila penyakit prakanker/ displasia ditemukan lebih dini kemungkinan angka penyembuhan mencapai 80-90 % tergantung beratnya lesi dan cara pengobatannya.



    Kapan Melakukan Pap Smear?


    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan paling tidak setahun sekali bagi wanita yang sudah menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual. Para wanita sebaiknya memeriksakan diri sampai usia 70 tahun.


    Pap Smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid. Persiapan pasien untuk melakukan Pap Smear adalah tidak sedang haid, tidak coitus 1 – 3 hari sebelum pemeriksaan dilakukan dan tidak sedang menggunakan obat – obatan vaginal.


    Alur Pemeriksaan Pap Smear


    Pengambilan sampel dapat dilakukan oleh dokter umum, dokter spesialis maupun bidan/ para medis. Sedangkan yang memproses sampel adalah analis/ teknisi laboratoriun dan yang mendiagnosa hasil adalah ahli patologi anatomi (dokter spesialis PA).


    Sampel / Bahan yang Diperiksa


    Bahan yang dapat dijadikan sampel adalah dari cervical/ vaginal smear, sputum, bronchial washing/ brushing, nasopharyngeal smear/ washing/ brushing, urin, cairan lambung/ pleura/ ascites/ sendi, liquor cerebrospinal, aspirat AJH, inprint neoplasma.

    Sampel yang biasa digunakan adalah dari cervical/ vaginal smear.


    Sarana Prasarana yang Diperlukan dalam Pap Smear


    Sarana prasarana yang diperlukan dalam pemeriksaan pap smear antara lain : ruangan khusus, meja ginekologi, tenaga ahli dan terampil, spekulum steril, peralatan yang menunjang untuk pemeriksaan Pap Smear (spatula, obyek glass, cairan untuk fiksasi, tabung fiksasi, mikroskop), alat tulis (misal spidol marker, label, pensil), formulir Pap Smear, medical records, laboratorium sitologi dengan petugas terampil/ ahli dalam menginterpretasikan hasil, transportasi pengiriman hasil Pap Smear, sistem informasi untuk meyakinkan klien dalam melakukan kunjungan ulang, kualitas sistem asuransi untuk memaksimalkan keakuratan.


    Fiksasi Sampel


    Fiksasi sampel adalah cara mengawetkan sampel dengan bahna kimia tertentu agar sel yang terkandung dalam sampel tidak rusak/ lisis. Bahan kimia untuk fiksasi antara lain : alkohol 96 %, alkohol 70 %, methanol, alkohol 50 %, either – alkohol 95 %.

    Bahan kimia yang biasa digunakan untuk fiksasi sampel adalah alkohol 96%.


    Alat Pengambilan Sampel


    Alat pengambilan sampel untuk pap smear dengan menggunakan spatula yang dapat terbuat dari kayu maupun plastik. Jenis spatula antara lain : cervix brush, cytobrush, plastic spatula, maupun wooden spatula.


    Teknik pemeriksaan Pap smear


    Dua hari menjelang pemeriksaan, ibu dilarang melakukan senggama maupun memakai obat-obatan yang dimasukkan ke dalam liang senggama. Waktu yang baik untuk pemeriksaan adalah beberapa hari setelah selesai menstruasi. Terlebih dahulu mengisi informed consent dan formulir Pap Smear secara lengkap dan sesuaikan dengan nomor urut pengambilan. Ibu dalam posisi litotomi, pasang spekulum vagina tanpa menggunakan pelicin, dan tanpa melakukan periksa dalam sebelumnya. Setelah portio tampak, maka spatula dimasukkan ke dalam kanalis servikalis, lalu spatula diputar 180° searah jarum jam. Spatula dengan ujung pendek diusap 360° pada permukaan serviks. Lendir yang didapat dioleskan pada objek glass berlawanan arah jarum jam. Apusan hendaknya dilakukan sekali saja, lalu difiksasi atau direndam dalam larutan alkohol 96% selama 30 menit. Sediaan dapat dikirim secara basah (tetap direndam dalam alkohol) atau dikirim secara kering dengan mengeringkan sediaan setelah direndam dalam alkohol. Selanjutnya sediaan tadi dikirim ke Ahli Patologi Anatomi untuk diperiksa.


    Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembuatan Sediaan Apus


    Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan apus adalah membuat sediaan apusan tipis merata; segera fiksasi sesuai metode pewarnaan PAP; membuat sediaan sedikit mungkin mengandung darah; menjaga kebersihan obyek glass yang digunakan; menghindari bahan kimia yang merusak sel; menyiimpan ditempat yang bersih, kering dan aman; memberi label pada obyek glas yang digunakan.


    Ketepatan Diagnostik Sitologi


    Kualitas suatu tes penapisan dapat diukur dengan :



    • Sensitivitas : Kelompok wanita dengan tes positif diantara yang sakit.

    • Spesifisitas : Kelompok wanita dengan tes negatif diantara yang tidak sakit.


    Angka negatif palsu diperkirakan berkisar 5-50%, kesalahan terbanyak disebabkan oleh pengambilan sediaan yang tidak adekuat (62%), kegagalan skrining (15 %) dan kesalahan interpretasi (23%). Sedangkan angka positif palsu berkisar 3-15 %. Ketepatan diagnostic perlu memperhatikan komponen endoserviks dan ektoserviks yang dapat menggabungkan cytobrush dan spatula.


    Kesalahan yang sering terjadi :

    1. Sediaan apus terlalu tipis, hanya mengandung sedikit sel.

    2. Sediaan apus terlalu tebal dan tidak merata, sel bertumpuk-tumpuk sehingga menyulitkan pemeriksaan.

    3. Sediaan apus telah kering sebelum difiksasi (terlalu lama diluar, tidak segera direndam di dalam cairan fiksatif).

    4. Cairan fiksatif tidak memakai alkohol 96 %.


    Petunjuk untuk penapisan :



    • Pemeriksaan tes Pap dilakukan setelah 2 tahun aktif dalam aktifitas seksual.

    • Interval penapisan. Wanita dengan tes Pap negatif berulang kali diambil setiap 2 tahun, sedang wanita dengan kelainan atau hasil abnormal perlu evaluasi lebih sering.

    • Pada usia 70 tahun atau lebih tidak diambil lagi dengan syarat hasil 2 kali negatif dalam 5 tahun terakhir.


    Referensi


    Brosur Deteksi Dini Kanker Leher Rahim – Pap Smear. Yayasan Kanker Indonesia.

    Pap_Indonesian. Pdf. Kapankah Anda Terakhir Memeriksakan Diri Untuk Pap Smear? A joint Australian Government & State/Territory Health Initiative.

    Pap Smear Patient Information Brosure.Pdf. Cervical Cancer.

    Pap %20 Smear%20 BM. Pdf. Pengesanan Awal Kanker Serviks Menyelamatkan Nyawa.Persatuan Kebangsaan Kanser Malaisya.

    RH_pap test_pdf. Original source: Alliance for Cervical Cancer Prevention (ACCP).

    Soebroto, JB (2007), Interpretasi Pap Smear, Refresing Pap Smear Bagi Bidan, Yayasan Kanker Indonesia Cabang D.I. Yogyakarta.

    Suwiyoga, Ketut, Tes HPV sbg Skrinning Alternative Kanker Serviks. Sub Divisi Gineko-Onkologi Bag. Obsgin , FkU Udayana, Denpasar, Bali.

    Tirtoprodjo, Prijono (2007), Makalah Pap Smear, Refresing Pap Smear Bagi Bidan, Yayasan Kanker Indonesia Cabang D.I. Yogyakarta.

    www.alliance-cxca.org , The Pap Test :Evidence To Date.

    http://askep-askeb.cz.cc/

    Friday, January 29, 2010

    Bra tidak cocok sebabkan sakit punggung

    Sakit punggung bisa disebabkan banyak faktor seperti salah tidur, sering angkat beban berat atau kelamaan duduk. Tapi bagi wanita, mungkin penyebabnya adalah bra. Pakar kesehatan mengatakan, 70 persen wanita menggunakan bra dengan ukuran salah yang bisa memicu sakit punggung.

    "Saya sering mengalami sakit punggung yang sangat parah, saya pikir itu karena saya sering menggendong anak saya," ujar seorang ibu seperti dikutip dari Glamour, Kamis (17/12/2009). Tapi tunggu dulu, sebelum menyalahkan anak Anda atau hal lainnya, coba periksa apakah bra yang dipakai sudah sesuai ukuran atau belum. "Hampir 70 persen wanita menggunakan bra dengan ukuran yang salah dan kebanyakan dari mereka mengeluh sakit punggung dan mengalami disfungsi segmen pada tulang belakangnya," kata pakar kesehatan Dr Andrew Kirschner.

    Ditambahkan Andrew, banyak wanita yang menyepelekan masalah bra dan tidak pernah menyesuaikan dengan ukuran payudara sebenarnya. "Ukuran yang sekarang dipakai biasanya adalah ukuran beberapa tahun yang lalu, padahal payudara wanita umumnya membesar seiring bertambahnya umur, terutama setelah memiliki anak. Wanita jarang melakukan re-fitting ukuran atau bentuk bra, padahal aktivitas yang berbeda memerlukan bra yang beda pula," tutur Andrew.

    Untuk itu, Andrew menyarankan agar para wanita memakai bra yang sesuai (tidak kekecilan atau kebesaran) serta menanyakan pada pakar kesehatan mengenai bra seperti apa yang cocok untuk aktivitas tertentu. "Jangan karena ingin payudaranya yang terlalu besar terlihat agak kecil lalu memaksakan diri memakai bra yang terlalu sempit atau justru kebalikannya," kata Andrew.

    Bra yang baik adalah bra yang bisa menahan payudara agar tidak turun dan terbuat dari bahan yang punya sirkulasi udara baik. "Karena bra yang sehat akan mengurangi sakit punggung, melancarkan aliran pernafasan, mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kualitas hidup. (sumber: detik.com)

    Fakta Dibalik Payudara Wanita

    Washington, Payudara adalah bagian tubuh paling penting bagi wanita. Ada banyak hal yang tidak diketahui orang soal payudara, mulai dari ancaman kesehatan payudara hingga hal-hal aneh yang tidak pernah disangka sebelumnya.
    Seperti dikutip dari Divinecaroline, Kamis (7/1/2010), National Breast Cancer Awareness menyebutkan beberapa hal unik yang perlu diketahui soal payudara.
    1. Perempuan adalah satu-satunya mamalia yang payudaranya terlihat dan berkembang membesar seiring dengan kematangan umur. Mamalia lainnya seperti anjing, kucing dan hewan primata hanya mengalami pembengkakan payudara saat hamil dan menyusui.
    2. Tidak ada satu wanita pun yang memiliki payudara simetris. Setiap payudara pasti berbeda tapi karena perbedaan itu kecil maka banyak yang tidak sadar. Umumnya payudara sebelah kiri lebih besar daripada sebelah kanan karena kerja jantung yang lebih banyak pada bagian kiri (bilik kiri).
    3. Dua juta wanita di Amerika Serikat memiliki payudara palsu atau hasil implan (penanaman payudara dengan silikon). Rata-rata wanita yang melakukan implan payudara berumur 30-an tahun.
    4. Pada awal tahun 2009, Sheyla Hershey dari Brazil tercatat dalam Guinness World Record sebagai wanita dengan payudara terbesar setelah melakukan sembilan kali operasi pembesaran payudara dengan silikon hingga akhirnya ukuran payudaranya mencapai 38 KKK.
    5. Wanita yang melakukan implan payudara dengan silikon berisiko dua kali lebih tinggi melakukan bunuh diri. Sesuai dengan laporan Annals of Plastic Surgery pada tahun 2007, silikon diketahui berkaitan dengan masalah kejiwaan dan salah satunya bisa memicu bunuh diri.
    6. Di Hong Kong’s Polytechnic University, ada mata kuliah khusus yang mengajarkan tentang payudara dan bra serta seseorang bisa mendapatkan gelar tersebut.
    7. Tidur menyamping atau dengan bertumpu pada satu payudara bisa mengubah bentuk payudara karena jaringan kulit pada payudara sangat elastis, mudah meregang dan bisa menyebabkan payudara turun. Pakar kesehatan menyarankan jika wanita ingin tidur menyamping, sebaiknya gunakan bantal untuk menahan payudaranya.
    8. Mitos yang menyebutkan memakai bra saat tidur menyebabkan kanker payudara tidaklah benar karena tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menyebutkannya.
    9. Payudara tidak mengandung jaringan otot sehingga tidak ada satu pun olahraga yang bisa mengubah bentuknya. Satu-satunya cara untuk membuat payudara terlihat kencang adalah dengan melatih otot-otot pectoral di bawah jaringan payudara.
    10. Menurut perusahaan bra di Amerika, selama satu dekade ke belakang terjadi peningkatan rata-rata ukuran payudara wanita yang biasanya 34B menjadi 36C. Diperkirakan pada beberapa dekade mendatang, peningkatan tersebut akan terus terjadi.
    11. Risiko wanita kehilangan payudaranya akibat kanker payudara adalah 1 banding 8. Kebanyakan wanita yang mendapat kanker payudara adalah wanita perokok, obesitas atau punya riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
    12. Pria bisa juga menyusui karena memiliki kelenjar susu mamalia seperti pada wanita sehingga bisa menghasilkan air susu. Biasanya pria yang bisa menyusui mempunyai masalah hormon atau sedang dalam masa terapi hormon untuk penyakit seperti kanker.
    Bukan rahasia lagi bahwa baik wanita maupun pria terobsesi dengan payudara yang indah. Oleh karena itu untuk menjaga keindahan payudara dan fungsinya yang serba guna, periksakan kesehatan payudara setiap tahunnya. Jangan sampai kanker payudara atau penyakit lainnya merenggut payudara Anda (sumber: Detik.com)

    Kanker Payudara (Ca Mammae)

    Kanker payudara adalah jenis kanker yang berasal dari kelenjar saluran dan jaringan penunjang payudara. Tingkat insidensi kanker payudara di kalangan wanita adalah 1 berbanding 8. Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat kedua dari semua jenis kanker. Sedangkan sekitar 60-80 % ditemukan pada stadium lanjut dan berakibat fatal.

    Golongan Resiko

    Kelompok wanita yang kemungkinan terkena kanker payudara adalah :



    • Wanita dengan kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, asupan lemak berlebihan dan kurang olahraga.

    • Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara – Insidensi kanker payudara oleh karena genetik menunjukkan 5-10 %.

    • Pernah menderita kanker pada salah satu payudara

    • Menderita tumor jinak payudara

    • Infertil dan kehamilan pertama pada usia 35 tahun

    • Tidak memiliki anak

    • Faktor hormonal

    • Awal menstruasi (menarche) sebelum usia 12 tahun dan berhenti menstruasi (menopause) setelah usia 50 tahun.

    • Periode menstruasi lebih lama

    • Tidak pernah menyusui anaknya

    • Usia yang makin bertambah – Kanker payudara 78 % menunjukkan terjadi pada usia lebih 50 tahun dan 6 % terjadi pada usia kurang dari 40 tahun. Sedangkan rata-rata kanker payudara ditemukan pada usia 64 tahun.


    Gejala Klinik

    Gejala klinik dari kanker payudara adalah :



    1. Benjolan di payudara atau ketiak.

    2. Perubahan bentuk dan ukuran payudara yang luar biasa.

    3. Kerutan atau lekuk yang luar biasa pada payudara.

    4. Puting payudara tertarik ke dalam.

    5. Perdarahan atau keluar cairan abnormal dari puting payudara.


    Metode Deteksi Dini

    Pendektesian kanker payudara sedini mungkin merupakan faktor penting dalam menanggulangi kanker payudara. Oleh karena kanker payudara merupakan jenis kanker yang mudah dideteksi.

    Untuk menemukan kanker pada stadium awal dilakukan dengan pemeriksaan medis antara lain :



    1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

    2. Pemeriksaan payudara secara klinis (SARARI).

    3. Pemeriksaan mammografi – adalah foto payudara dengan alat khusus.

    4. Biopsi aspirasi.

    5. True-cut (pengambilan jaringan dengan jarum ukuran besar).

    6. Biopsi terbuka – adalah prosedur pengambilan jaringan dengan operasi kecil, eksisi maupun insisi yang dilakukan sebagai diagnosis pre operatif ataupun durante operationam.

    7. Terapi – Untuk meningkatkan angka harapan hidup, pembedahan biasanya diikuti dengan terapi. Misalnya terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan terapi imunologik.


    Apakah Semua Benjolan Dalam Payudara Adalah Kanker ?

    Sembilan dari sepuluh benjolan yang terdapat didalam payudara bukanlah kanker. Walau bagaimanapun, Anda perlu waspada terhadap semua benjolan dalam payudara, dan perlu konsultasi dengan dokter atau bidan Anda dengan segera jika Anda merasakan benjolan yang tidak normal, perubahan pada benjolan yang timbul, perubahan tekstur kulit dan bengkak pada kulit, puting susu yang tenggelam dan payudara terasa nyeri.


    Hidup Sehat Mengatasi Kanker Payudara



    1. Melakukan pemeriksaan payudara sendiri.

    2. Konsumsi makanan yang rendah lemak.

    3. Senam atau olahraga secara teratur.

    4. Kurangi makanan tinggi garam.

    5. Bila usia Anda lebih dari 50 tahun, lakukan uji mammogram setiap tahun atau dua tahun sekali.

    6. Menyusui bayi Anda merupakan cara untuk mengurangi resiko kanker payudara.

    7. Konsultasi ke bidan atau dokter, bila Anda menjumpai kelainan pada payudara Anda.


    Referensi

    Brosur Yayasan Kanker Indonesia. Deteksi Dini Kanker Payudara.

    Kanker Payudara.pdf. Kanker Payudara.

    Rabe, Thomas. Buku Saku Ilmu Kandungan. Hipokrates, Jakarta,2002.

    www./portalkalbe/files.cdk/06. Tambunan, Gani. Strategi Deteksi Kanker Payudara Stadium Awal. Pdf. Laboratorium Patologi Anatomi, Fk USU, 1992.

    http://askep-askeb.cz.cc/

    Blog Archive