Setelah kutipan mengenai terusan panama di bawah dari wikipedia, saya akan mengulas sedikit tambahan mengenai terusan panama. Terusan panama di bangun dengan tujuan untuk memotong waktu berlayar kapal agar tidak perlu memutar melewati laut bagian selatan Amerika selatan, yang itu berarti menghemat waktu dan juga ongkos perjalanan, di dunia hanya ada dua terusan, yakni terusan Suez (mesir) dan Panama (panama). Pembangunan nya sendiri sudah mulai di laksanakan sejak tahun 1500-an dan baru dibuka pada tahun 15 agustus 1914. Dalam sebuah dokumenter video yang pernah saya lihat, pembangunan terusan ini benar benar merupakan suatu proyek besar waktu itu, membelah daratan sepanjang 82 Km pada waktu mungkin adalah proyek prestisius.banyak pekerja yang di pekerjakan di proyek itu dan berbagai tantangan dari alam daerah tersebut banyak membuat pekerja menderita penyakit demam berdarah, kekurangan air, penyakit kuning serta banyak pula yang meninggal dunia di lokasi pengerjaan terusan tersebut. Terusan panama menghubungkan Teluk Panama di Samudra Pasifik dengan Laut Karibia di Samudra Atlantik.Bagi kapal yang menuju Samudera Pasifik. Untuk menyeberang, sebuah kapal perlu waktu 9 jam.
Terusan panama di buat membelah dataran tinggi dan setiap kapal kapal yang lewat akan terasa seperti naik turun gunung, perjalanan melewati terusan panama ini memakan waktu 18 - 20 jam.Ini termasuk 8 - 10 jam melintasi tangga-tangga dam yang berfungsi mengangkat dan menurunkan kapal selama proses penyeberangan.Di Terusan itu ada tiga tangga lock. Satu menghadap Lautan Atlantik, yaitu Gatun Locks, dan dua menghadap Lautan Pasifik: Pedro Miguel Lock dan Miraflores Lock.
Ketiga lock atau dam ini bisa dibuka dan ditutup dengan tenaga listrik. Bila kapal sudah masuk lock, pintu akan tertutup, selanjutnya pintu depan dibuka, hingga air masuk dan kapal terangkat ke atas. Begitu berturut-turut sampai tiga kali hingga kapal sampai pada permukaan telaga. Begitu pula sebaliknya kalu mau turun dari telaga.
Saat melewati lock, mesin kapal dimatikan dan kapal ditarik empat kereta bertenaga raksasa yang bergerak di atas rel dari sisi kiri dan kanannya. Ini untuk meluruskan laju kapal sehingga tidak sampai membentur dinding lock.Antara Gatun Lock dan Pedro Lock membentang danau buatan, Gatun Lake, seluas sekitar 320 kilometer (km) persegi. Sekitar 52 miliar galon air yang digunakan dalam proses kerja tangga-tangga dam terusan dipasok dari danau buatan ini.
Jika penyeberangan dilakukan dari Atlantik ke Pasifik, pertama-tama kapal memasuki Gatun Lock dengan tiga tangga dam yang akan menaikkannya ke permukaan Gatun Lake pada ketinggian sekitar 26 meter (m). Selanjutnya, dari Gatun Lake kapal menyusuri Gaillard (Culebra) Cut, semacam sungai buatan yang berdinding tebing-tebing perbukitan sepanjang sekitar 20 km, sebelum akhirnya mencapai Pedro Miguel Lock dengan satu tangga dam. Dari tangga dam ini kapal akan diturunkan sekitar 10 m untuk mencapai danau kecil buatan, Miraflores Lake.
Penurunan terakhir untuk mencapai permukaan laut di Samudra Pasifik dilakukan di Miraflores Lock yang terdiri atas dua tangga dam. Kebalikan dari tahapan perjalanan ini akan dilalui oleh kapal-kapal yang menyeberang dari Pasifik ke Atlantik.
Perjalanan menyusuri terusan Panama merupakan atraksi wisata yang menarik. Di samping mengamati kapal-kapal dengan bobot mati antara 400 - 500 ribu ton dinaik-turunkan dengan permainan air, wisatawan juga dapat menyaksikan keindahan flora dan fauna belantara Panama.
Kampung-kampung serta kota-kota penting Panama, seperti Cristobal, Colon, Balboa juga bisa disaksikan di sepanjang terusan. Bahkan, Panama City terletak tidak jauh dari The Bridge of America yang merupakan pintu gerbang memasuki terusan dari Samudera Pasifik.
Cara terbaik untuk menyaksikan semua ini melalui wisata kapal pesiar. Selama penyeberangan, kendali kapal diambil alih oleh petugas dari Badan Pengelola Terusan Panama, termasuk memberikan informasi yang perlu diketahui tentang terusan ini.
Sejarah
Penakluk Spanyol, Vasco Nunez de Balboa, orang Eropa pertama yang melintasi tanah genting itu pada 1513. Ia melaporkan dengan antusias betapa pendeknya daerah yang bisa dijadikan “jembatan daratan” itu. Temuan itu dia ajukan pada Raja Spanyol, Phillipp II [1556 - 1598] dan menganjurkan kalau daratan itu bisa dimanfaatkan sebagai kanal. Namun, raja menolak dengan dua alasan. Pertama, dalam menghadapi pesaing Inggris dan Portugis, pengalang itu justru diperlukan. Kedua, kalau memang Tuhan menghendaki adanya jalan pintas, tentu sudah dibuatNya.
Pembangunan jalur kereta api melintasi tanah genting itu di kemudian hari lumayan memecahkan masalah. Diresmikan pada 1855, pembangunan jalur KA itu tak sedikit meminta korban: paling tidak 6.000 nyawa pekerja pemasang rel melayang karena demam kuning dan malaria. Sejak itu, penumpang dan muatan ringan bisa memintas dari pantai timur ke pantai barat AS lewat dengan dua kali ganti kendaraan yang sangat menyingkat waktu perjalanan. Namun, soal pengiriman barang dalam jumlah maupun ukuran besar, seperti mesin atau kapal perang, belum teratasi. Rencana pembuatan kanal mulai dirasakan mendesak. Selain juga bagi negara pemilik Panama, Republik Kolumbia yang masih hijau itu, konsesi dari setiap peminat akan sangat membantu keuangan mereka yang seret.
Saat itu mata dunia sedang terarah pada keberhasilan kanal lain, Terusan Suez! Pada 1854, Vicomte de Lesseps, telah membuktikan pada raja muda Mesir, bisa mewujudkan pembangunan kanal Suez antara Afrika dan Asia, yang besar manfaatnya. Lesseps sendiri kemudian juga memperoleh hak konsesinya. Apa yang membawa Lesseps sampai masuk ke bisnis ini? Padahal dia bukan arsitek, bukan insinyur ataupun manajer, tapi cuma seorang pensiunan diplomat yang dipensiun lebih awal, yang misinya cuma sejauh menjadi duta besar di Madrid. Jangan salah, dia ahli mempromosikan diri yang sangat berbakat dalam membuat proyek. Usahanya itu bisa berjalan mulus karena saat empat tahun menjabat konsul di Kairo, dia punya hubungan baik sekali dengan negara itu.
Berbekal konsesi khedive, raja muda Mesir itu, pada 1855 Lesseps mengadakan pertemuan di Paris dengan mengundang para insinyur Eropa yang terkenal. Ia berhasil mengajak mereka mendukung rencananya. Sedangkan untuk keuangannya, dengan berani dia mengajak warga Prancis menandatangani kredit pinjaman pembuatan kanal. Ini semua berhasil dia peroleh dengan mulus dan alam juga seakan tidak mengalangi rencananya seperti kemudian yang dia alami di Panama. Dengan mudah ia bisa mengerahkan 1.600 ekor unta untuk mengangkut air minum bagi 25.000 orang pekerjanya. Juga ketika suatu saat sebagian besar pekerja banyak yang mengundurkan diri akibat wabah kolera, Lesseps menganggapnya hanya pukulan sementara.
Peresmian Terusan Suez pada 1869 dirayakan dengan pesta besar-besaran. Komponis terkenal Verdi sampai khusus menciptakan Aida untuk merayakan ini. Sementara Lesseps dielu-elukan sebagai orang Prancis kedua terbesar abad itu setelah Napoleon.
12 delegasi menentang
Tiga hari setelah seremoni besar-besaran itu, Lesseps merayakan ulang tahunnya yang ke-64, dan empat hari kemudian dia mengucapkan janji pernikahannya yang kedua di altar gereja dengan seorang gadis berusia 20 tahun. Seharusnya Lesseps berpuas diri dengan penghargaan yang dia peroleh. Namun, rupanya dia cuma bertahan selama 10 tahun dan mulai bosan.
Tahun 1879, Lesseps kembali ingin terlibat dalam suatu proyek lagi. Pasalnya, seorang spekulan Prancis, Lucien Wyse, memperoleh konsesi di Kolumbia untuk membuat kanal melintasi Panama. Untuk itu ia mengundang para ahli geografi di Paris yang diketuai Ferdinand de Lesseps untuk melakukan kongres internasional, yang akan menilai apa yang bisa dilakukan dengan rencana itu. Wyse berpendapat, tanah genting itu bisa dikepras sampai setinggi permukaan laut, selain dengan menggunakan pintu-pintu dam.
Lesseps jengkel mendengar itu karena kanal Suez-nya toh berhasil tanpa pintu dam. Lesseps lupa kalau keadaan daerahnya berbeda. Ini bisa dilakukan karena titik tertinggi tanah yang harus digali di Suez hanya 16 m di atas permukaan laut. Sedangkan di Panama, pada bagian punggung bukit yang memanjang sejauh 8 km tingginya lebih dari 50 m, bahkan mencapai 102 m di Cerro Culebra. Itu harus disingkirkan dan digali sampai di bawah permukaan laut. Sesuatu yang selama itu belum pernah dilakukan dalam sejarah manusia!
Dasar semangat Lesseps adalah, “Kanal Panama akan dibangun dengan masalah dan keperluan yang jauh lebih sedikit daripada yang dihadapinya saat membangun Terusan Suez!”. Para ahli dari negara lain merasa keberatan karena mereka belum tahu persis apa yang harus dilakukan untuk memulai proyek itu. Namun, ketika sebagian besar dari mereka kebetulan tidak berada di ruangan, Lesseps buru-buru melakukan pemungutan suara antarpara ahli Prancis itu; hanya 12 delegasi yang menentangnya, dan ini pun akhirnya kalah suara. Orang-orang Prancis itu mendesak agar Lesseps sendiri memimpin pembangunan kanal ini. Tapi istrinya keberatan dengan keputusan itu, juga Charles, putranya yang berusia 39 tahun dari perkawinan pertamanya, yang juga membantunya dalam Proyek Suez. Tapi Lesseps tak peduli dan tak seorang pun bisa mengalanginya. Karena sudah berusia 73 tahun, Lesseps merasa proyek ini tidak boleh sampai terbengkalai nantinya; bisa semua batal! Rasa optimis yang berlebihan membuat Lesseps tampaknya semakin jauh dari realitas.
Bahwa bank-bank menolak memberinya kredit, Lesseps sama sekali tidak kehilangan akal. Dia mengajak warga Prancis untuk kembali membantunya menandatangani kredit pinjaman seperti ketika membangun Terusan Suez. Saat keuangan masuk begitu seret, Lesseps menyempatkan diri lagi untuk menengok tanah genting Panama itu, guna membuktikan desas-desus yang menyatakan keadaan iklim di daerah itu mengerikan. Dengan ambisi menggebu, dia berangkat bersama istri, ditemani sekelompok panitia termasuk beberapa tenaga ahli. Lesseps dan rombongan senantiasa diterima dan disambut hangat oleh penduduk sekitar, yang menaruh harapan besar padanya.
Wabah penyakit dan longsor
Pada 1 Januari 1880, secara simbolis Lesseps menancapkan pangkur pada tanah lempung tanda dimulainya pembangunan kanal - yang diperkirakan akan rampung dalam waktu delapan tahun! Dengan rasa kemenangan besar, Lesseps pulang, bertepatan sebelum dimulainya musim penghujan. Dari 80.000 warga Prancis terkumpul uang satu miliar Franc, dua kali lebih besar dari biaya pembuatan Terusan Suez. Sementara Lesseps tetap berada di Prancis, untuk terus mencari dana, Charles de Lesseps mengambil alih pimpinan pembangunan kanal itu.
Batas daerah pembangunan mulai ditentukan, dan hutan dibabat. Tahun 1882, mulai didatangkan mesin keruk berikut rel, lori, dan lokomotif. Juga 3.000 insinyur dan ahli teknik Prancis serta 20.000 pekerja yang sebagian besar orang kulit hitam dari Karibia terlibat dalam proyek ini. Namun, saat tiba musim penghujan, wabah demam kuning datang menyerang. Selain rasa menggigil, penderita juga muntah darah! Dalam beberapa hari, satu dari tiga orang tewas (waktu itu belum ada yang tahu kalau penyakit ini akibat virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk). Tanpa disadari, ribuan orang menjadi korban. Namun mereka masih saja mendatangkan tenaga baru berbekal rasa patriotisme yang tinggi dan kemauan kuat, seperti yang diperlihatkan saat Prancis menaklukkan Jerman pada 1871. Itulah memang yang ingin diperlihatkan Prancis pada dunia.
Begitu juga kini yang mereka lakukan pada Panama yang praktis sudah dikuasai oleh Prancis dan Lesseps. Di tengah malapetaka demam kuning, mereka berhasil menembus punggung bukit Culebra setinggi 100 m, sepanjang 1,6 km dengan kedalaman lebih dari 100 m. Lesseps sendiri yang mengarahkan dibuatnya sebuah dinding jurang dengan sisi-sisi yang hampir tegak lurus - pekerjaan yang bukan main sulit! Namun, tidak seorang pun menyangka batu cadas itu berisi tanah lempung dan bagian atasnya ditutupi lapisan tanah lempung sampai setebal 18 m. Akibatnya, saat tiba musim penghujan, tanah lempung itu tertekan ke bawah dan terjadi tanah longsor, dan mengubur mesin keruk, rel beserta lokomotif mereka. Sia-sialah pekerjaan yang sudah mereka lakukan selama berbulan-bulan.
Tahun 1885, setelah berjuang menghadapi wabah dan lumpur, mulai tampak bahwa pembangunan kanal jelas tidak mungkin diteruskan. Kecuali dengan sistem dam, ide yang pernah menjadi tertawaan Lesseps itu. Sementara itu di Prancis, Lesseps yang waktu itu telah berusia 80 tahun, selama dua minggu penuh tak jemu-jemu mengeluarkan laporan tulisan, juga ceramah yang berapi-api mengenai kemajuan terakhir dari pembangunan kanal Panama untuk pers Prancis. Tidak segan-segan dia memberi sejumlah besar uang buat para wartawan, penerbit, konsultan instalasi, dan pejabat pemerintah.
Sampai tahun 1887, akhirnya para insinyurnya menyatakan pada Lesseps, mereka menyerah dengan ide kanal tanpa dam. Paling tidak mereka perlu memakai sistem dam sebagai jalan pemecahan sementara, untuk membagi dua penggalian. Untuk itu Lesseps menyatakan kalau dia hanya perlu waktu tiga tahun dan uang 600 juta Franc yang bisa diperoleh dengan mengadakan undian. Awalnya, panitia negara yang mengeluarkan undian ini tidak setuju. Namun, dalam pemungutan suara yang kedua, mereka setuju juga karena masing-masing anggota itu disogok 300.000 Franc; begitulah yang kemudian terbongkar oleh pers.
Ternyata hasil undian yang diperoleh kurang dari biaya pengeluaran pengadaan undian itu sendiri. Kebobrokan di balik pembangunan kanal Panama mulai terbongkar. Tahun 1888 Lesseps dinyatakan bangkrut. Sepuluh ribuan warga Prancis menuntut uang mereka, apalagi ketika seorang menteri terang-terangan mengaku telah disogok oleh Lesseps. Lesseps dan putranya harus menanggung akibatnya, dijatuhi hukuman penjara 5 tahun.
Dikontrak Amerika
Kanal Panama ditinggal begitu saja sebelum AS mulai tertarik pada kanal itu. Awalnya tahun 1898, dalam perang menghadapi Spanyol, kapal penjelajah AS “Oregon” dalam perjalanannya dari pantai barat ke pantai timur AS, seperti biasanya, harus memutari Cape Horn selama tiga bulan!
Mulanya pemerintah Prancis menawarkan harga terlalu tinggi untuk reruntuhan kanal itu. Barulah ketika Prancis menurunkan harganya menjadi AS $ 40 juta, Washington menerima dan mengajukan kontrak pada Kolumbia. Dalam kontrak itu AS dinyatakan mempunyai hak mengatur kedua sisi wilayah kanal itu selama 100 tahun. Untuk itu AS akan membayar uang sewa AS $ 10 juta setiap tahunnya.
Namun, Parlemen Kolumbia memperdebatkan hal ini selama 1,5 tahun, sampai Presiden Theodore Roosevelt mengirimkan telegram ancaman, yang mendesak agar masalah ini diputuskan secepatnya. Bahkan dalam pidatonya di Washington, Roosevelt sampai melontarkan ucapan keras, “Makhluk menjengkelkan ini memang harus diberi pelajaran!”
Maka bukan kebetulan juga ketika kemudian meletus pemberontakan di daerah Propinsi Kolumbia itu AS ikut membantunya. Panama menyatakan keinginan untuk memerdekakan diri pada 1903, dan mengambil uang AS $ 10 juta itu sebagai uang kas negara. Kalau berhasil memperoleh kedaulatan penuh, mereka mengizinkan AS tetap memegang zona di sekitar kanal.
Ketika AS mulai membangun kanal itu di tahun 1904, hal pertama yang mereka lakukan adalah membasmi demam kuning. Berdasarkan penelitian tim peneliti angkatan perang AS (1900), dengan mengorbankan banyak nyawa rekannya, mereka berhasil menemukan biang keladi penyebab demam kuning, yaitu nyamuk. Jadi, walau harus mengeluarkan biaya mahal, tindakan yang harus mereka lakukan sudah jelas: mengeringkan rawa-rawa, menutupi lubang-lubang air, talang air dijaga agar selalu kering, dan semua dataran berair yang ada disemprot dengan bensin. Hasilnya, selama 10 tahun pembangunan kanal, dari 42.000 pekerja, terhitung 2.000 orang yang tewas. Ini pun lebih banyak karena kecelakaan dan malaria daripada demam kuning.
Jelas sudah, biaya untuk mewujudkan ide Lesseps membuat kanal setinggi permukaan laut itu tidak mungkin. Karena membelah dataran tinggi, kapal yang lewat kanal ini seperti naik turun gunung. Untuk itu kapal harus melewati tiga kolam dam. Di mana kapal diangkat sampai setinggi 26 m di atas permukaan laut dan pada dam terakhir kembali diturunkan. Jalan pintas sepanjang 82 km itu dilewati hanya dalam waktu 8 jam.
14.000 kapal per tahun
Pada 15 Agustus 1914, kanal Panama diresmikan. Berbeda seperti saat peresmian Terusan Suez, peresmian itu tanpa tanda yang berarti karena waktu itu dunia sedang diambang PD I. Sejak itu kanal Panama mulai berfungsi. Dataran tinggi Cristobal merupakan gerbang pelabuhan di wilayah Samudera Atlantik, sedangkan Balboa merupakan kota pelabuhan di Pasifik. Kanal berteknologi tinggi, yang menjadi salah satu dari dua jalur perkapalan penting di dunia itu setiap tahunnya dilewati sekitar 14.000 kapal. Namun, Terusan Panama yang sudah sekian tahun itu masih saja menjadi sasaran ketidakpuasan, terutama berkaitan dengan masalah ketiga damnya. Masing-masing dam panjangnya 305 m, lebar 33,5 m, suatu ukuran raksasa bagi kebutuhan di tahun 1914. Tapi ini sudah tidak cocok lagi buat kapal-kapal tanker raksasa maupun kapal-kapal induk atau pengangkut pesawat terbesar AS masa kini.
Kapal pesiar “Queen Elizabeth 2″ misalnya, saat melewati kanal, di kedua sisi badan kapal itu masing-masing hanya tinggal selisih 75 cm dari dinding dam. Sedangkan kapal tempur AS “New Jersey” hanya menyisakan ruang tidak sampai 25 cm di kedua sisinya! Tentu saja ini membuat kecut para pemandu kapal, yang harus berada di atas kapal saat pengontrol lokomotif kecil yang menarik kapal-kapal itu memasuki dam lewat rel baja. Bila meleset sesenti saja, bisa gawat!
Apakah dam-dam itu perlu diperbesar sampai jurang Culebra yang pernah memusnahkan impian Lesseps? Karena saat sebuah kapal besar sedang menyusur jalan pintas itu, jalur yang bisa digunakan hanya satu, sehingga terpaksa harus menunggu lama
Terusan Panama Akan Diperluas
Terusan Panama sudah kadaluwarsa. Kapal-kapal laut besar dan modern tidak bisa melewatinya lagi dan karena itu perlu diperluas. Ini kisah ringkas di belakang referendum Ahad lalu. Hampir 80% masyarakat menyepakati perluasan Terusan Panama. Dengan demikian proyek prestisius ini tampaknya tidak menghadapi halangan apa pun lagi. 31 Desember 1999 Amerika menyerahkan terusan ini kepada Panama. Sejak dibangun, terusan ini bukan hanya kelihaian teknis saja - di sini kapal-kapal penjelajah samudra diangkat 25 meter ke atas gunung - tapi terutama lambang internasional yang tak terpisahkan dari nama negaranya. Demi terusan ini, awal abad lalu Amerika mendukung pemisahan Panama dari Kolombia. Sejak penyerahannya tahun 1999, terusan ini menjadi salah satu sumber penghasilan terpenting Panama.
Sejauh ini, terusan Panama hanya bisa dilewati oleh apa yang disebut kapal-kapal Panamaz. Kapal ini dinamai dengan lebarnya terusan. Kapal-kapal ini harus menunggu lama sebelum bisa melewati pintu air. Terusan Panama juga menghadapi persaingan sengit dari misalnya jawatan kereta api inter samudra yang melintasi Amerika Serikat dan Meksiko, serta rencana negara tetangga Nikaragua untuk juga membangun terusan. Secara kongkrit, perluasan terusan Panama dibarengi dengan pembangunan dua pintu air ekstra lebar, yaitu pada awal dan akhir terusan. Terusan Panama juga akan diperluas dan diperdalam di beberapa tempat. Proyek ini akan makan waktu paling sedikit delapan tahun dan biayanya mencapai lebih lima milyar dolar. Panama sendiri akan menyalurkan sekitar separuh ongkosnya. Sisanya diambil dari pinjaman-pinjaman internasional.
Saturday, February 6, 2010
Terusan Panama
Terusan Panama adalah terusan yang memotong tanah genting Panama sepanjang 82 km, memotong Amerika Utara dan Amerika Selatan serta menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul di tahun 1500-an namun baru dibuka pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini telah membantu 800.000 kapal menyeberang sejak pembukaannya atau 12.000 kapal per tahun.
Terusan Panama menghubungkan Teluk Panama di Samudra Pasifik dengan Laut Karibia di Samudra Atlantik. Karena bentuk dari tanah genting Panama adalah 'S', terusan ini memotong dengan arah barat laut - tenggara. Untuk mempermudah, otoritas terusan mengklasifikasikan lewatnya kapal dengan arah northbound (menuju utara) bagi kapal yang menuju Samudera Atlantik dan southbound (menuju selatan) bagi kapal yang menuju Samudera Pasifik. Untuk menyeberang, sebuah kapal perlu waktu 9 jam.
Niat untuk membuat sebuah terusan di tanah genting Panama pertama kali dicetuskan oleh Raja Charles V dari Spanyol di tahun 1524 untuk mempermudah lewatnya kapal, terutama yang membawa emas. Walaupun sudah ada hasil survei dan rencana pada tahun 1529, keadaan politik dan teknologi di Eropa pada saat itu masih belum memungkinkan.
Setelah berbagai macam cara yang tidak melewati laut (kereta api) gagal atau dinilai kurang efektif, rencana pembangunan terusan mencuat kembali. Didorong oleh selesainya Terusan Suez, Perancis di bawah pimpinan Ferdinand de Lesseps mulai membangun terusan pada 1 Januari1880 namun terhenti karena penyakit pada tahun 1893.
Pembangunan dilanjutkan oleh Amerika Serikat di bawah pimpinan Theodore Roosevelt pada tahun 1904 setelah AS membantu Panama merdeka dari Kolombia dengan imbalan kontrol daerah terusan. Pembangunan kanal oleh Amerika Serikat ini dimulai pada 4 Mei 1904. Berbagai upaya dilaksanakan untuk mengatasi masalah dan akhirnya kanal dibuka pada 15 Agustus 1914 dengan lewatnya kapal Ancon.
Terusan ini serta daerah disekitarnya dikontrol oleh AS sampai 31 Desember 1999 setelah Presiden AS Jimmy Carter menandatangani Traktat Torrijos-Carter pada 7 September 1977. Sekarang, terusan ini dikontrol oleh Otoritas Terusan Panama (sumber wikipedia indonesia)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Lubang hitam atau Black Hole
Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata 'hitam'. Istilah 'lubang hitam' telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.
Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama 'Lubang Hitam' sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.
Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.
Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Palung Mariana (Mariana Trench)
Palung Mariana atau Palung Marianas adalah palung yang paling dalam yang diketahui, dan lokasi terdalamnya berada di kerak Bumi. Dia terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepualauan Mariana di 11° 21' Utara latitude dan 142° 12' Timur longitude, dekat juga dengan Jepang. Palung ini merupakan batasan di mana dua lempeng tektonik bertemu, zona subduksi di mana Lempeng Pasifik disubduksi di bawah Lempeng Filipina. Dasar dari palung ini jauh di bawah permukaan laut lebih jauh dari ketinggian Gunung Everest di atas permukaan laut.Palung ini memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah permukaan laut. Kalau dihitung menurut latitudenya dan 'equatorial bulge' Bumi, ia berada 6.366,4 km dari pusat Bumi. Samudra Arktik, di sisi lain, dengan kedalaman 4 km, memiliki jarak dasar laut dengan pusat bumi sebesar ~6.352,8 km, 13,6 km lebih dekat.
Pertama kali diteliti pada 1951 oleh kapal Angkatan Laut Britania, Challenger II, yang memberikan nama titik terdalam dari palung tersebut Kedalaman Challenger. Menggunakan gema suara, Challenger II mengukur kedalam 5.960 fathom (10.900 m) pada 11° 19' U, 142° 15' T. Penyuaraan ini diulang berkali-kali menggunakan 'earphone' untuk mendengar sinyal yang kembali ketika 'stylus' melewati skala kedalaman 'graduated', sementara itu ketika pengukuran waktu kecepatan mesin gema-suara, sebuah bagian yang diperlukan dari proses ini, ditangani dengan 'stopwatch'. Untuk alasan ini dianggap cukup berhati-hati untuk mengurangi satu skala divisi (20 fm) ketika mengumumkan resmi kedalaman baru 5.940 fm (10.863 m).
Di dasar Palung Mariana, air memberikan tekanan sebesar 1.086 bar (108 MPa atau 15.751 psi).
From Wikipedia.org
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Laut Mati
Kali ini saya mau sedikit membahas laut mati, Tidak seseram namanya, laut mati merupakan sebuah Danau asin (bukan laut, karena berada pada daratan), istilah laut di pakai dikarenakan luasan nya yang mencapai 76 Km panjangnya dan memiliki lebar 16 Km, jadi bisa di bayangkan kalau danau ini begitu luas ( tapi danau ini telah mengalami penyempitan dan pengurangan debit air dikarenakan oleh penguapan yang berlebihan dan kurangnya pasokan air dari Sungai Jordan). Okelah, untuk selanjutnya kita sebut saja danau ini Laut.Laut ini berada pada 420 meter di bawah permukaan laut yang merupakan daerah terendah di permukaan bumi (sedangkan titik terdalam di bumi sendiri di pegang oleh palung mariana).Laut mati berada diantara wilayah Jordania dan Israel.
Kadar garam yang begitu besar pada laut ini membuat kita bisa mengapung diatasnya tanpa susah susah berenang, bahkan sambil membaca buku sekalipun! Aneh memang, tapi itulah kejadian alam. Konon kadar garam di laut mati ini mencapai 31.5 % ( itu berarti 9 kali lipat dari kadar garam laut normal yang sekitar 3,5 %. Karena kadar salinitas nya tersebut maka semua benda bisa mengapung diatasnya.Salah satu cerita mengenai asal muasal laut ini adalah cerita mengenai kaum Nabi Luth, yang bercerita tentang bagaimana hancurnya moral manusia kala itu (sodom gomorah) yang melakukan hubungan sexsual sejenis, terlepas dari cerita itu semua laut mati ini memiliki cerita lain dari segi ilmiah yaitu mengenai kadar garam nya yang tinggi. Terjadi penurunan debit air di laut ini yang mencapai 1 meter tiap tahun nya dikarenakan jumlah air yang masuk dari sungai jordan banyak di pakai untuk keperluan irigasi sehingga pasokan ke laut ini menjadi berkurang dan penguapan nya sangat tinggi, inilah yang menyebabkan mengapa laut ini menjadi asin. Tak ada ikan yang hidup di situ, dan air laut mati bila terkena mata akan sangat perih. Di balik itu semua lumpur laut ini memiliki khasiat tersendiri bagi kaum wanita khususnya sebagai penghalus kulit (Lulur Lumpur laut ).Selain kandungan garam yang amat sangat tinggi, air Laut Mati juga banyak mengandung kalium, magnesium, dan bromium, mungkin karena itulah lumpur laut mati ini dianggap sangat berkhasiat.
Israel, Palestina dan jordania sepakat untuk menyelamatkan laut mati ini karena dampak bila terjadi kerusakan pada ekosistem laut mati ini akan sangat buruk bagi kawasan tersebut, tindakan penyelamatan antara lain menyuplai air dari laut merah ke laut mati dengan membuat kanal kanal untuk menghubungkan kedua laut tersebut yang jaraknya sekitar 200 Km, Permukaan air Laut Mati diperkirakan telah mengalami penyusutan dari 392 meter di bawah permukaan laut menjadi 416 meter dan sedang menurun ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Wisata Malang : Gerbong maut dalam sejarah
Wisata malang - Mungkin anda pernah mendengar namanya, tapi anda belum pernah melihatnya secara langsung. Gerbong inilah yang menjadi saksi bisu, dari 100 orang penumpang hanya 12 yang sehat, 46 orang meninggal dan yang lainnya sakit.Gerbong ini merupakan salah satu koleksi unggulan dari museum Brawijaya Malang. Gerbong yang berada di sini merupakan salah satu gerbong yang digunakan oleh militer belanda untuk mengangkut 100 orang tawanan pejuang-pejuang indonesia, dari penjara bondowoso pindah ke tempat tahanan bubutan surabaya tgl 23-11-1947. Karena di perjalanan pintu2 ditutup/kunci mengakibatkan 46 orang meninggal, 11 sakit parah, 31 sakit, dan hanya 12 yg mampu bertahan sehat.
Gerbong maut diberangkatkan dari Bondowoso 23 November 1947 atau 61 tahun lalu dan perintah pemindahan 100 tawanan yang dinyatakan sebagai extremist yang melakukukan “subversieve activiteit” ditandatangani oleh: J van den Dorpe, 2de Luit. der Mariniers 23 November 1947.
Tiga gerbong maut disimpan di stasiun Bondowoso, stasiun Wonokromo dan Museum Brawijaya Jl.Ijen 25A Malang.
sumber:http://malangsite.net/wisata-malang-gerbong-maut-dalam-sejarah/
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Misteri Segitiga bermuda
Misteri demi misteri bahkan telah dicatat oleh pengelana samudera macam Christopher Columbus.Sekitar 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, Columbus sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik.
Lebih dari itu, tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja.Begitulah Segitiga Bermuda. Di wilayah ini, indera keenam memang seperti dihantui 'suasana' yang tak biasa. Namun begitu rombongan Columbus masih terbilang beruntung, karena hanya disuguhi 'pertunjukkan'. Lain dengan pelintas-pelintas yang lain.
Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.
Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS.
Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan. Ajaib.
Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger.
Hilangnya C-119
Kisah ajaib lainnya adalah hilangnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat tambun mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, hari itu pukul 7.47 lepas landas dari Lanud Homestead. Pesawat dengan 10 awak ini terbang menuju Lapangan Terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23.
Pesawat ini sebenarnya hampir menuntaskan perjalanannya. Hal ini diketahui dari kontak radio yang masih terdengar hingga pukul 11. Sesungguhnya memang tak ada yang mencurigakan. Kerusakan teknis juga tak pernah dilaporkan. Tetapi Boxcar tak pernah sampai tujuan.
'Dalam kontak radio terakhir tak ada indikasi apa-apa bahwa pesawat tengah mengalami masalah. Namun setelah itu kami kehilangan jejaknya,' begitu ungkap juru bicara Penyelamat Pantai Miami. 'Besar kemungkinan pesawat mengalami masalah kendali arah (steering trouble) hingga nyasar ke lain arah,' tambahnya.
Seketika itu pula tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119. Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tak satu pun serpihan pesawat atau tubuh manusia ditemukan.
'Benar-benar aneh. Sebuah pesawat terbang ke arah selatan Bahama dan hilang begitu saja tanpa jejak,' demikian komentar seorang veteran penerbang Perang Dunia II.
Seseorang dari Tim SAR mengatakan, kemungkinan pesawat jatuh di antara Pulau Crooked dan Grand Turk. Bisa karena masalah struktur, ledakan, atau kerusakan mesin. Kalau memang pesawat meledak, kontak radio memang pasti tak akan pernah terjadi, tetapi seharusnya kami bisa menemukan serpihan pecahannya. Begitu pula jika pesawat mengalami kerusakan, mestinya sang pilot bisa melakukan ditching (pendaratan darurat di atas air). Pasalnya, cuaca saat itu dalam keadaan baik. Dalam arti langit cerah, ombak hanya sekitar satu meter, dan angin hanya 15 knot.
Analisis selanjutnya memang mengembang kemana-mana. Namun tetap tidak menghasilkan apa-apa. Kasus C-119 Flying Boxcar pun terpendam begitu saja, sampai akhirnya pada tahun 1973 terbit artikel dari International UFO Bureau yang mengingatkan kembali sejumlah orang pada kasus ajaib tersebut.
Dalam artikel ini dimuat kesaksian astronot Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II, yang justru membuat runyam masalah. Rupanya pada saat-saat di sekitar raibnya C-119, dia kebetulan tengah mengamati wilayah di sekitar Karibia. Gemini kebetulan memang sedang mengawang-awang di sana. Menurut catatan NASA, pada 3 sampai 7 Juni 1965 keduanya tengah melakukan eksperimen jalan-jalan ke luar kapsul Gemini dengan perlengkapan yang dirahasiakan.
Menurut Divitt, dia melihat sebuah pesawat tak dikenal (UFO) dengan semacam lengan mekanik kedapatan sedang meluncur di atas Karibia. Beberapa menit kemudian Ed White pun menyaksikan obyek lainnya yang serupa. Sejak itulah lalu merebak isu, C-119 diculik UFO. Para ilmuwan pun segera tertarik menguji kesaksian ini. Tak mau percaya begitu saja, mereka mengkonfirmasi obyek yang dilihat kedua astronot dengan satelit-satelit yang ada disekitar Gemini IV. Boleh jadi 'kan yang mereka salah lihat ? Maklum saat itu (hingga kini pun), banyak pihak masih menilai sektis terhadap kehadiran UFO.
Ketika itu kepada kedua astronot disodori gambar Pegasus 2, satelit raksasa yang memang memiliki antene mirip lengan sepanjang 32 meter dan sejumlah sampah satelit yang ada di sekitar itu. Namun baik dari bentuk dan jarak, mereka menyanggah jika telah salah lihat.
'Sekali lagi saya tegaskan, dengan menyebut UFO 'kan tak berarti saya menunjuk pesawat ruang angkasa dari planet lain. Pengertian UFO sangat universal. Bahwa jika saya melihat pesawat yang menurut penilaian saya tak saya kenal, tidakkah layak jika saya menyebutnya sebagai UFO?' sergah Divitt.
Begitulah kasus C-119 Flying Boxcar yang tak pernah terpecahkan hingga kini. Diantara kapal atau pesawat yang raib di wilayah Segitiga Bermuda kisahnya memang senantiasa sama. Terjadi ketika cuaca sedang baik, tak ada masalah teknis, kontak radio berjalan biasa, tetapi si pelintas tiba-tiba menghilang begitu saja. Tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Banyak teori kemudian dihubung-hubungkan dengan segala kejadian di sana. Ada yang menyebut teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, dan ada juga teori anomali magnetik-gravitasi. Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan fenomena gampa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Aneh-aneh memang analisanya, namun tetap saja tak ada satu pun yang bisa menjelaskannya.
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Pengetahuan : Ilusi Optis Dari Antartika.
Anda semua pasti tahu dan mengenal benua artik dan antartika (kutub utara dan kutub selatan) bukan? Walaupun mungkin belum pernah kesana namun pasti sudah sangat familiar, atau mungkin teman teman sudah ada yang pernah kesana? Hehe..beruntunglah kalo pernah kesana deh. Benua yang banyak dihuni oleh Penguin dan beruang kutub (polar bear) ini menyimpan eksotika tersendiri dan merupakan suatu rahasia alam tersendiri yang penuh dengan misteri. Banyak ilmuwan dan para pakar yang berlomba lomba untuk melakukan riset ke dua kutub ini dan rela di balut dingin yang amat sangat hanya untuk mengeksplorasi segala sesuatu tentang benua es tersebut.
Dalam tulisan singkat saya kali ini saya ingin mengangkat masalah fenomena (fakta) alam yang ada disana yang saya himpun dari berbagai sumber. Okey ini dia !
Siang terlama, Malam khas di kutub selatan. Pada sekitar 21 desember, matahari seakan tak mau bergeser di langit sekalipun itu adalah malam hari !, berdasarkan sudut inklinasi rotasi bumi dan lintasan perpindahan matahari, sejak pertengahan November, selama hampir tiga bulan penuh matahari seakan tak pernah tenggelam di atas kerajaan penguin itu dan siang pun menjadi begitu lama! Hmm kebayang gak yah tinggal disana? Tapi siang dengan terik matahari nya gak kerasa panas kok teman teman.
Fatamorgana, fenomenal ini tidak hanya terjadi pada gurun berpasir saja loh! Di benua es juga bisa terjadi manakala tidak ada hembusan angin, tak ada turbulensi udara serta udara dalam keadaan bersih dan kering fenomena ini akan mudah sekali terjadi.

gambar fatamorgana
Halo, Banyaknya kristalisasi es di udara dan intensifnya penyinaran pada bulan bulan terntentu, kerap membuat matahari berbayang bak mahkota di sekelilingnya. Dalam batasan Fisika fenomena ini disebut Halo Pada prinsipnya Halo terbentuk karena proses pemantulan dan pembauran sinar matahari oleh kristal kristal Es yang di dalamnya kerap muncul warna kemerah merahan sedang di bagian luarnya berwarna ungu, so bisa di bayangkan..begitu
indahnya bukan?

gambar Halo

Gambar Aurora Australis
Broken spectrum, fenomena yang satu ini agak sulit di terjemahkan dalam bahasa indonesia karena terminologi fisika belum bisa menjelaskannya secara lugas fenomena yang satu ini, para ilmuwan banyak menyebutnya ilusi optis ini dengan “broken spectrum”, fenomena ini terjadi di puncak gunung Es. Sosoknya semacam pelangi dan yang begitu mengagumkan dan butuh sebuah kondisi langit yang cerah dan udara sekitar yang berkabut dan sedikit angin berhembus dari atas ke bawah.
Itulah sedikit tulisan saya mengenai keadaan kutub yang begitu indahnya, begitu indahnya hingga banyak ilmuwan yang memutuskan untuk kembali lagi dan bertahan disana lebih lama dalam sebuah pos pos penelitian, bercanda dengan penguin, beruang kutub dan anjing anjing serigala kutub, alangkah indahnya bukan, mari kita selamat kan bagian bumi ini demi kelangsungan bumi itu sendiri, mencairnya Es di kutub adalah sebuah tanda serius kalau ada sesuatu yang salah dengan kebiasaan kita dalam menyikapi dan mensyukuri alam yang begitu indah ini. Hewan hewan lucu disana pasti akan sangat begitu merasakan perubahan suhu yang kita berbuat disini dan mengancam hidup mereka ke depannya. Sekian tulisan saya ini, semoga berguna bagi teman teman semua untuk menambah khasanah pengetahuan, salam..!
Tak salah mungkin jika Roald Amundsen mengatakan bahwa benua ini merupakan bagai tempat yang sering di dongengkan dalam kisah kisah peri “ the land looks like a fairytale”, yah Roald Amundsen mungkin orang yang sangat beruntung pernah merasakan dingin menyengatnya kutub dan menyaksikan fenomenal fenomena alam yang terjadi disana.
Dalam tulisan singkat saya kali ini saya ingin mengangkat masalah fenomena (fakta) alam yang ada disana yang saya himpun dari berbagai sumber. Okey ini dia !
Siang terlama, Malam khas di kutub selatan. Pada sekitar 21 desember, matahari seakan tak mau bergeser di langit sekalipun itu adalah malam hari !, berdasarkan sudut inklinasi rotasi bumi dan lintasan perpindahan matahari, sejak pertengahan November, selama hampir tiga bulan penuh matahari seakan tak pernah tenggelam di atas kerajaan penguin itu dan siang pun menjadi begitu lama! Hmm kebayang gak yah tinggal disana? Tapi siang dengan terik matahari nya gak kerasa panas kok teman teman.
Fatamorgana, fenomenal ini tidak hanya terjadi pada gurun berpasir saja loh! Di benua es juga bisa terjadi manakala tidak ada hembusan angin, tak ada turbulensi udara serta udara dalam keadaan bersih dan kering fenomena ini akan mudah sekali terjadi.

gambar fatamorgana
indahnya bukan?

gambar Halo
Aurora australis, seperti juga di kutub utara, Aurora juga terjadi di kutub selatan (jika kutub utara bernama Aurora borealis), hembusan angin matahari (solar wind) pada daerah bermedan magnet tinggi selanjutnya emang memunculkan fenomena yang disebut Aurora australis ini. Ia bergerak gerak sesuai arah hembusan angin. Kibasan kibasan cahaya indah timbul dari proses ionisasi molekul molekul udara yang ada di sekitar tempat itu. Oyah..mungkin ada teman teman yang sudah menonton film “Eight Below”, disana Aurora digambarkan begitu indah dan saat anjing anjing serigala kutub mengejar ngejar aurora yang bergerak ke berbagai arah, sungguh indah..

Gambar Aurora Australis
Itulah sedikit tulisan saya mengenai keadaan kutub yang begitu indahnya, begitu indahnya hingga banyak ilmuwan yang memutuskan untuk kembali lagi dan bertahan disana lebih lama dalam sebuah pos pos penelitian, bercanda dengan penguin, beruang kutub dan anjing anjing serigala kutub, alangkah indahnya bukan, mari kita selamat kan bagian bumi ini demi kelangsungan bumi itu sendiri, mencairnya Es di kutub adalah sebuah tanda serius kalau ada sesuatu yang salah dengan kebiasaan kita dalam menyikapi dan mensyukuri alam yang begitu indah ini. Hewan hewan lucu disana pasti akan sangat begitu merasakan perubahan suhu yang kita berbuat disini dan mengancam hidup mereka ke depannya. Sekian tulisan saya ini, semoga berguna bagi teman teman semua untuk menambah khasanah pengetahuan, salam..!
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Indahnya Masa Kecil
Semua manusia pasti melewati masa kecil.tapi apakah kita sudah benar benar menikmati masa kecil kita sebagai mana mestinya? Belum tentu bukan.sebagian dari kita memiliki masa kecil bahagia dan beberapa yang lain memiliki kenangan masa kecil yang kurang bahagia. Berbahagialah kita yang memiliki masa kecil yang bahagia. Zaman semakin berganti, tuntutan akan kesejahteraan terkadang membuat seorang anak sedari kecil sudah di 'dipaksa' berkerja entah atas kesadaran sendiri mengingat keterbatasan ekonomi atau memang ada sesuatu dan lain hal yang membuat mereka berkerja diluar masalah ekonomi.Masa kecil yang tak bahagia menurut saya bukan hanya di dominasi masyarakat kelas bawah, namun dewasa ini sudah merambah ke menengah ke atas. Banyak anak anak kecil sekarang yang sudah berani ikut casting acara pencarian bakat semisal idola cilik dan mungkin acara acara serupa lainnya. Pada awalnya mungkin mereka berangkat dari keterbatasan ekonomi namun sesaat kemudian setelah ketenaran mereka raih yakinlah masa kecil akan berlalu begitu cepat ! Time is running out ! Karena tanpa disengaja mereka sudah menjadi mesin kecil pengeruk uang yang mungkin bisa saja berdampak ekonomi yang cerah bagi penghidupannya kelak maupun keluarganya. Banyak kasus Orang tua mempekerjakan mereka di bidang itu untuk menjadikannya “mesin uang” maka tak jarang pada saat sang anak menjadi seorang selebriti sang bunda bertindak sebagai manager, saya yakin para pembaca sekalian pernah tahu beberapa artis cilik kita yang berkasus serupa.
Di sisi lain banyak anak anak kecil hidup dengan memeras keringat menjual koran dipinggir jalan dan tempat tak layak lainnya yang syarat bahaya, mulai bahaya kejahatan seksual, bahaya kecelakaan lalu lintas dan masih banyak bahaya lainnya melintas.Ironis memang, namun hal hal seperti ini masih sangat banyak terjadi di Indonesia.Seperti kejadian dukun cilik ponari di jombang kemarin, hal yang sama menimpa ponari karena hak masa kecilnya untuk menikmati kegembiraan dan kesenangan dan juga pendidikan tentunya. Sang dukun cilik dengan terpaksa melayani ribuan orang yang berobat, bahkan sampai meninggalkan sekolah karena di takutkan apabila dia sekolah, massa akan melurug Ponari di sekolahan.Kalau sudah begini akhirnya pendidikan yang notabene untuk masa depan sudah di abaikan bukan?
Dalam hal ini, hak hak atas anak yang sewajibnya di mengerti semua orang tua adalah sebagai berikut:
1.Hak untuk menikmati masa kecil dengan gembira, bermain dan berkreasi dengan alam sekitar.
2.Hak untuk mengenyam pendidikan, mengingat masa kecil adalah masa 'pondasi dasar' yang ke depannya tentu akan sangat berguna baik bagi diri si anak tersebut ataupun keluarga dan mungkin untuk Negara nya.
3.Hak menerima kasih sayang semestinya dari Orang tua keluarga dan lingkungan sekitar.
Kejahatan kejahatan terhadap anak di bawah umur pada saat ini sangat bervariasi dan kita sebagai masyarakat di harapkan mengetahui dan dapat menghindari nya. Yang terjadi akhir akhir ini adalah antara lain:
1.Traficking, selain wanita, anak anak sangat rawan di jadikan sasaran traficking. Dan perdagangan anak anak adalah sebuah kejahatan yang sangat tidak manusiawi.
2.Sexual abuse atau pelecehan seksual. UU untuk menangkal kejahatan ini sudah ada yaitu UU. No. 23/2002 pasal 13 Perlindungan Anak, mengingat kejahatan pada tingkat ini sangat mempengaruhi kejiwaan sang anak dan menjadi sebuah memori buruk yang bisa saja terbawa saat dewasa nanti. Mereka menjadi korban karena karakter mereka yang beberapa diantaranya mempermudah pelaku untuk memperdayanya. Briggs dan Hawkins (1997: 114-115) pun mengungkapkan beberapa penyebab yang membuat anak-anak mudah menjadi sasaran child sexual abuse, yaitu: anak-anak yang polos mempercayai semua orang dewasa, anak-anak yang berusia belia tidak mampu mendeteksi motivasi yang dimiliki oleh orang dewasa, anak-anak diajarkan untuk menuruti orang dewasa, secara alamiah, anak-anak memiliki rasa ingin tahu mengenai tubuhnya, dan anak-anak diasingkan dari informasi yang berkaitan dengan seksualitasnya.Oleh karena anak-anak memiliki berbagai karakter yang dapat menjerumuskan mereka menjadi korban child sexual abuse.
Dari sedikit pembahasan diatas saya berharap anak anak bangsa kita mendatang dapat terhindar dari bahaya bahaya yang terjadi diatas, agar bangsa ini semakin berkualitas dan juga tak kalah pentingnya kita sebagai masyarakat dan orang tua untuk membimbing anak anak selayaknya apa yang harus mereka dapatkan. Kebahagiaan masa kecil tak pernah datang dua kali. Anda tahu lagu “sweet Child o'mine”? Saya rasa semua itu menggambarkan betapa masa kecil merupakan masa masa yang akan selalu terkenang bahkan pada detik detik terakhir hidup kita
Label:
PENGETAHUAN UMUM
If Americans Knew Who We Are
60 tahun berlalu sejak Israel berdiri, dan tahukah Anda jika negara itu mendapatkan hasil pajak AS melebihi negara manapun di dunia ini, termasuk AS sendiri?
Selama resesi ekonomi dunia ini, ketika orang-orang Amerika sendiri menjadi pengangguran, rumah-rumah dijual, anggaran pendidikan dikurangi demikian besar dan bisnis macet dimana-mana, Kongres AS terus saja memberikan hasil pajak yang besar kepada Israel, dan sekarang jika dihitung, perharinya mencapai 7 juta dollar!
Dengan segala kenyataan itu, inilah saatnya untuk sekali lagi mempertanyakan kebijakan AS. Untuk menelisik mengapa AS terus saja memberikan bantuan militer kepada sebuah negara, dalam hal ini Israel, sangat perlu untuk melihat sejarah dan budaya si penerima bantuan itu. Lantas, bagaimana sejarah Israel?
Mendeskripsikan Israel selalu sulit. Seseorang harus memilih apakah akan terus hidup dalam sebuah paradigma atau menyebutkan kebenaran.
Di buku manapun jelas digambarkan bahwa pendirian negara Israel dibentuk di atas sebuah pembersihan etnik yang paling biadab di muka bumi sepanjang sejarah modern.
Di tahun 1947-1949, sekitar seperempat juta umat Muslim dan Kristen yang merupakan 95% menempat-tinggali bumi Palestina dipaksa dengan brutal untuk meninggalkan tanahnya.
Terhitung sampai saat ini, dengan agresi Gaza, sudah berlangsung 33 kali genosida, dan penghangusan lebih dari 500 desa. Semua ini tujuannya hanya satu: melenyapkan sejarah dan kebudayaan Palestina.
Hal kedua yang perlu kita pelajari adalah, bagaimana Israel menggunakan bantuan AS di masa lalu? Di semua peperangan yang melibatkan Israel, Israel selalu menjadi pihak pertama yang menyerang. Israel selalu membuat legitimasi (pembenaran) bahwa mereka sedang membela diri. Dalam kurun waktu dua kali penyerangan pertama Israel terhadap Lebanon dulu yang menewaskan 17.000 orang, dan terhadap Gaza dengan jumlah 1400, semuanya menggunakan senjata dari AS yang jelas-jelas dilarang oleh hukum AS sendiri.
Tahukah Anda, seorang dokter bedah AS dalam satu hari pernah membedah lebih dari 1000 lambung korban kekejian Israel? Pesawat yang membombardir Gaza adalaah F-16 dan Helikopter Apache AS. Pajak yang kita bayarkan kepada pemerintah dibuat untuk melukai dan membunuh orang-orang tak berdosa.
Menurut Defence for Children International, Israel telah melakukan penghancuran terbesar sepanjang masa. Antara tahun 1967 dan 2003, Israel telah meruntuhkan lebih dari 10.000 rumah, dan itu masih terus berlangsung sampai sekarang.
Dan Anda salah besar jika mengira bahwa Israel hanya membunuh orang Palestina. Racher Corrie, gadis usia 23 tahun, dilindas buldozer Caterpillar, sniper Israel menembak Tom Hurdell, 21 tahun, di kepalanya, dan Brian Avery, 26 tahuun, di wajahnya. Mereka semua adalah warga AS yang mempunyai kepedulian terhadap masalah umat manusia.
Racher Corrie
Di sisi lain, yang lebih mengenaskannya lagi, Israel menggunakan bantuan militer AS untuk membuat industri mereka menyaingi perusahaan-perusahaan AS.
Tahun 1963, Senator WIlliam Fulbright menemukan bahwa Israel menggunakan bantuan dari AS untuk membentuk kampanye media supaya bisa menyedot lebih banyak lagi bantuan.
Sepanjang tahun, Israel terus-terusan memata-matai AS, bahkan menurut US Government Accounting Office, aksi mata-mata Israel adalah yang paling agresif dibandingkan negara lainnya. Dunia sekarang sedang memandang kepada kita, kepada orang-orang Amerika yang patut dikasihani.
Ketika media AS ramai-ramai melindungi Israel dari aksi kejinya, dunia sudah tahu bahwa kita adalah orang-orang yang ketakutan di negara sendiri. Ketika orang Amerika diberi tahu bagaimana Israel mengambil uang kita, dunia sudah sadar bahwa kitalah yang telah membiayai kekejaman Israel.
Kesimpulannya, bantuan AS terhadap Israel sudah membuat Timur Tengah tidak stabil, dunia ditimpa diskriminasi, agresi maut, dan yang paling miris, menenggelamkan semua perusahaan AS. Dengan terus memberikan bantuan kepada Israel, kita telah membiarkan supremasi Israel atas sebuah pembersihan etnik.
Sekarang saatnya kita menghentikan bantuan kita kepada Israel.
(Allison Weir-Direktur Eksekutif If American Knew)
http://ifamericansknew.org/about_us/whoweare.html#star
Selama resesi ekonomi dunia ini, ketika orang-orang Amerika sendiri menjadi pengangguran, rumah-rumah dijual, anggaran pendidikan dikurangi demikian besar dan bisnis macet dimana-mana, Kongres AS terus saja memberikan hasil pajak yang besar kepada Israel, dan sekarang jika dihitung, perharinya mencapai 7 juta dollar!
Dengan segala kenyataan itu, inilah saatnya untuk sekali lagi mempertanyakan kebijakan AS. Untuk menelisik mengapa AS terus saja memberikan bantuan militer kepada sebuah negara, dalam hal ini Israel, sangat perlu untuk melihat sejarah dan budaya si penerima bantuan itu. Lantas, bagaimana sejarah Israel?
Mendeskripsikan Israel selalu sulit. Seseorang harus memilih apakah akan terus hidup dalam sebuah paradigma atau menyebutkan kebenaran.
Di buku manapun jelas digambarkan bahwa pendirian negara Israel dibentuk di atas sebuah pembersihan etnik yang paling biadab di muka bumi sepanjang sejarah modern.
Di tahun 1947-1949, sekitar seperempat juta umat Muslim dan Kristen yang merupakan 95% menempat-tinggali bumi Palestina dipaksa dengan brutal untuk meninggalkan tanahnya.
Terhitung sampai saat ini, dengan agresi Gaza, sudah berlangsung 33 kali genosida, dan penghangusan lebih dari 500 desa. Semua ini tujuannya hanya satu: melenyapkan sejarah dan kebudayaan Palestina.
Hal kedua yang perlu kita pelajari adalah, bagaimana Israel menggunakan bantuan AS di masa lalu? Di semua peperangan yang melibatkan Israel, Israel selalu menjadi pihak pertama yang menyerang. Israel selalu membuat legitimasi (pembenaran) bahwa mereka sedang membela diri. Dalam kurun waktu dua kali penyerangan pertama Israel terhadap Lebanon dulu yang menewaskan 17.000 orang, dan terhadap Gaza dengan jumlah 1400, semuanya menggunakan senjata dari AS yang jelas-jelas dilarang oleh hukum AS sendiri.
Tahukah Anda, seorang dokter bedah AS dalam satu hari pernah membedah lebih dari 1000 lambung korban kekejian Israel? Pesawat yang membombardir Gaza adalaah F-16 dan Helikopter Apache AS. Pajak yang kita bayarkan kepada pemerintah dibuat untuk melukai dan membunuh orang-orang tak berdosa.
Menurut Defence for Children International, Israel telah melakukan penghancuran terbesar sepanjang masa. Antara tahun 1967 dan 2003, Israel telah meruntuhkan lebih dari 10.000 rumah, dan itu masih terus berlangsung sampai sekarang.
Dan Anda salah besar jika mengira bahwa Israel hanya membunuh orang Palestina. Racher Corrie, gadis usia 23 tahun, dilindas buldozer Caterpillar, sniper Israel menembak Tom Hurdell, 21 tahun, di kepalanya, dan Brian Avery, 26 tahuun, di wajahnya. Mereka semua adalah warga AS yang mempunyai kepedulian terhadap masalah umat manusia.
Racher CorrieTahun 1963, Senator WIlliam Fulbright menemukan bahwa Israel menggunakan bantuan dari AS untuk membentuk kampanye media supaya bisa menyedot lebih banyak lagi bantuan.
Sepanjang tahun, Israel terus-terusan memata-matai AS, bahkan menurut US Government Accounting Office, aksi mata-mata Israel adalah yang paling agresif dibandingkan negara lainnya. Dunia sekarang sedang memandang kepada kita, kepada orang-orang Amerika yang patut dikasihani.
Ketika media AS ramai-ramai melindungi Israel dari aksi kejinya, dunia sudah tahu bahwa kita adalah orang-orang yang ketakutan di negara sendiri. Ketika orang Amerika diberi tahu bagaimana Israel mengambil uang kita, dunia sudah sadar bahwa kitalah yang telah membiayai kekejaman Israel.
Kesimpulannya, bantuan AS terhadap Israel sudah membuat Timur Tengah tidak stabil, dunia ditimpa diskriminasi, agresi maut, dan yang paling miris, menenggelamkan semua perusahaan AS. Dengan terus memberikan bantuan kepada Israel, kita telah membiarkan supremasi Israel atas sebuah pembersihan etnik.
Sekarang saatnya kita menghentikan bantuan kita kepada Israel.
(Allison Weir-Direktur Eksekutif If American Knew)
http://ifamericansknew.org/about_us/whoweare.html#star
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Perspective: Musik Indonesia, Pertanda kebangkitan musik ataukah Musik asal jadi?

Musik Indonesia, Pertanda kebangkitan musik ataukah Musik asal jadi?
Belakangan ini banyak band band daerah yang membanjiri chart musik tanah air. Era musik Indonesia sebagai musik ditanah air sendiri mulai ditabuh. Band band daerah mulai merasa musik mereka bisa dijual dan laku di Indonesia ini, namun yang terjadi belakangan ini cenderung membuat saya pribadi berfikir kalo musik yang ada sekarang menjadi musik yang asal jadi, maaf sebelumnya bagi yang merasa tersinggung.karena, saya merasa musik di indonesia sedang mengalami jaman kegelapan dan karya yang ada bersifat datar datar saja, hanya beberapa Band yang masih memiliki kualitas,namun yang lain cukup bisa dibilang karya asal jadi.
Ada baiknya memang kehadiran band band daerah tersebut di kancah nasional, karena itu berarti musik di Indonesia sudah mulai berkembang dan tak bersifat jakarta centris (terpusat hanya di Jakarta), namun ada baiknya segi kualitas musik diperhatikan juga, jangan hanya mengejar tren sesaat dan tentunya kalau bisa bisa Go Internasional.Nah yang jadi masalah sekarang adalah untuk Go internasional kita harus melemparkan musik yang Orisinal dan kreatif. Masih banyak grup band lokal yang bertindak plagiat atas karya karya band yang sudah ada, baik itu nama band nya, atau pun hasil karya nya (lagu). Tentu kita tak ingin Indonesia di cap sebagai penyumbang Band dengan karya asal jadi kan? Berkarya lah secara Orisinal dan cerdas dan jangan hanya karena aji mumpung lantas ke ibukota mencari ketenaran lalu mabuk popularitas dan lupa akan sejatinya musik itu sendiri (pz)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Edu: KGB DINAS INTELIJEN SOVIET DAN FSB DINAS INTELIJEN RUSIA
Edu: KGB DINAS INTELIJEN SOVIET DAN FSB DINAS INTELIJEN RUSIA: "
Lembaga Tsjeka dihapus ketika kaum Bolsyevik memenangi Perang saudara Rusia. Namun polisi politik tetap dipertahankan dan bernama GPOe (direktorat politik negara) dan menjadi bagian dari NVKD, komisariat Rakyat Dalam Negeri. Pada tahun 1923 namanya diubah menjadi OGPOe (Direktorat negara gabungan politik).
Felix Dzerzhinsky, pendiri Tsjeka akhirnya konflik dengan Josef Stalin, Pengganti Lenin. Ia menyatakan tidak setuju dengan Stalin yang tampak memborong kekuasaan itu. Beberapa jam setelah Felix menyatakan keberatannya, ia meninggal karena 'serangan jantung'.
Pada masa stalin, inilah saat pembersihan dan 'reformasi' dalam pemerintahan Soviet. Inilah saat teror yang tidak pandang bulu baik lawan politik, warga yang tidak bersalah, pejabat partai yang loyal , perwira tentara merah, kepala polisi dan bahkan polisi rahasia berjatuhan menjadi korban. Kepala NVKD, Genich Jagoda dan Nikolai Jezjov pun turut menjadi korban. Tercatat selama masa pembersihan, lima puluh juta orang Rusia tewas.
Pembantu utama Stalin yang juga merupakan kepala polisi rahasia adalah Lavrentia Beria, Kepala NKGB, nama baru polisi rahasia. Pada tahun 1945 NKGB berubah nama menjadi MGB (Kementerian Keamanan Negara). Lavrentia Beria menjadi anggota politbiro dan pengurus harian Uni Soviet. Namun Beria sendiri dianggap terlalu berpengaruh sehingga setelah meninggalnya Stalin, Lavrentia Beria ditangkap dengan tuduhan mata-mata Inggris dan dieksekusi pada akhir 1953. Dinas rahasia itu sendiri pada 13 Maret 1954 diganti menjadi KGB.
Selain dinas rahasia, KGB juga merupakan dinas informasi atau penerangan. Caranya umumnya lazim dengan dinas dinas rahasia atau penerangan lainnya, mengumpulkan informasi dan menganalisa datai diantaranya baik dari foto satelit, alat penyadap, dan data-data komputer. Berbeda dengan CIA, KGB untuk memperoleh informasinya terutama dari negara-negara asing, lebih banyak memanfaatkan kubu diplomatik. Diperkirakan 70 % dari karyawan kedutaan besar Uni Soviet bekerja untuk KGB dan dinas rahasia, yang sebenarnya lazim atau 'rahasia umum' dilakukan oleh setiap perwakilan baik setingkat kedutaan maupun konsulat setiap negara.
Bahkan maskapai penerbangan Aeroflot juga melakukan 'tugas rahasia' dari KGB melalui para penerbang yang mengetahui sistem navigasi, kontrol dan pelabuhan udara di berbagai negara yang diterbangkannya. Pesawat komersial bisa saja dilengkapi dengan peralatan spionasi dan bahkan pesawat milik Aeroflotpernah secara 'tidak sengaja' terbang di wilayah militer terlarang Amerika Serikat. Namun orang-orang Soviet sepertinya tahu bahwa pemerintah Barat tidak akan menembak jatuh pesawat yang tersesat. Berbeda dengan perlakuan terhadap pesawat Boeing 747 Korean Air milik Korea selatan yang ditembak jatuh AU Uni Soviet dengan pesawat Su-15 Flagon karena dikatakan melintasi wilayah udara terlarang Uni Soviet dikawasan Vladivostok dan Semenanjung Kamchatka, pada tahun 1983.
Meskipun di bagian luar negeri tercatat terdapat 25 000 agen dari 375 000 agen, strategi KGB rupanya mementingkan jumlah banyak. Dinas rahasia Barat sering merasa diawasi dengan banyaknya agen-agen Soviet sehingga jalan keluarnya adalah 'mempersona non grata'-kan mereka (yang dicurigai sebagai agen Soviet).
Namun dibawah pimpinan Yuri Andropov (menjabat antara 1967-1981), cara kerja KGB yang dianggap 'kasar' itu dibuat lebih halus. Mereka berusaha mengerti banyak tentang keadaan negara mereka tempat bertugas dan tidak ingin kelihatan mencolok. Bahkan untuk memulihkan citranya, KGB membuat semacam '007 Russia'.
Setelah runtuhnya Uni Soviet, maka Rusia mengganti nama KGB menjadi FSB Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti. Secara fungsional dinas baru ini masih tetap sama dengan KGB.
Belarus adalah satu-satunya negara pasca Uni Soviet di mana dinas intelijen masih disebut KGB. Pendiri KGB, Felix Dzerzhinsky,lahir di Belarus dan di sana masih dianggap pahlawan nasional.
Vladimir Putin, pada tahun 2000 diangkat menjadi presiden Rusia, menggantikan Boris Yeltsin, pernah menjadi seorang agen KGB di Berlin, Jerman Timur, berdinas bersama dinas rahasia Jerman Timur, STASI. Sementara itu, Yuri Andropov, Presiden dan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet, juga pernah menjabat sebagai kepala KGB.
Nama KGB oleh orang Rusia sendiri sering diplesetkan menjadi 'Kontora Grubykh Banditov', yang artinya adalah 'asosiasi bandit kasar.'
Sumber:http://rixco.multiply.com

KGB atau singkatan dari Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (bahasa Rusia: Комите́т Госуда́рственной Безопа́сности; bahasa Indonesia: Komisi Keamanan Negara), adalah nama badan intelijen Uni Soviet dari tanggal 13 Maret 1954 sampai tanggal 6 November 1991.
Cikal bakal KGB adalah sebuah komisi luar biasa Rusia untuk memberantas kontra revolusi dan sabotase yang dinamakan Tsjeka, yang didirikan pada Desember 1917 yang dikepalai oleh seorang Belarus, Felix Dzerzhinsky. Felix sendiri mengatakan bahwa Tsjeka bukanlah pengadilan namun harus membela revolusi dan menghancurkan musuh meskipun pedangnya tidak sengaja jatuh ke kepala orang yang tidak bersalah. Tsjeka berdiri ketika rakyat Rusia mulai tidak suka dengan kekuasaan Lenin dan kaum Bolsyevik-nya. Memiliki anggota sekitar 31000 personel dan tugasnya bertambah menjadi semacam sensor dan pemerang agama serta mendirikan kamp-kamp konsentrasi dan kamp-kamp kerja.
Cikal bakal KGB adalah sebuah komisi luar biasa Rusia untuk memberantas kontra revolusi dan sabotase yang dinamakan Tsjeka, yang didirikan pada Desember 1917 yang dikepalai oleh seorang Belarus, Felix Dzerzhinsky. Felix sendiri mengatakan bahwa Tsjeka bukanlah pengadilan namun harus membela revolusi dan menghancurkan musuh meskipun pedangnya tidak sengaja jatuh ke kepala orang yang tidak bersalah. Tsjeka berdiri ketika rakyat Rusia mulai tidak suka dengan kekuasaan Lenin dan kaum Bolsyevik-nya. Memiliki anggota sekitar 31000 personel dan tugasnya bertambah menjadi semacam sensor dan pemerang agama serta mendirikan kamp-kamp konsentrasi dan kamp-kamp kerja.
Lembaga Tsjeka dihapus ketika kaum Bolsyevik memenangi Perang saudara Rusia. Namun polisi politik tetap dipertahankan dan bernama GPOe (direktorat politik negara) dan menjadi bagian dari NVKD, komisariat Rakyat Dalam Negeri. Pada tahun 1923 namanya diubah menjadi OGPOe (Direktorat negara gabungan politik).
Felix Dzerzhinsky, pendiri Tsjeka akhirnya konflik dengan Josef Stalin, Pengganti Lenin. Ia menyatakan tidak setuju dengan Stalin yang tampak memborong kekuasaan itu. Beberapa jam setelah Felix menyatakan keberatannya, ia meninggal karena 'serangan jantung'.
Pada masa stalin, inilah saat pembersihan dan 'reformasi' dalam pemerintahan Soviet. Inilah saat teror yang tidak pandang bulu baik lawan politik, warga yang tidak bersalah, pejabat partai yang loyal , perwira tentara merah, kepala polisi dan bahkan polisi rahasia berjatuhan menjadi korban. Kepala NVKD, Genich Jagoda dan Nikolai Jezjov pun turut menjadi korban. Tercatat selama masa pembersihan, lima puluh juta orang Rusia tewas.
Pembantu utama Stalin yang juga merupakan kepala polisi rahasia adalah Lavrentia Beria, Kepala NKGB, nama baru polisi rahasia. Pada tahun 1945 NKGB berubah nama menjadi MGB (Kementerian Keamanan Negara). Lavrentia Beria menjadi anggota politbiro dan pengurus harian Uni Soviet. Namun Beria sendiri dianggap terlalu berpengaruh sehingga setelah meninggalnya Stalin, Lavrentia Beria ditangkap dengan tuduhan mata-mata Inggris dan dieksekusi pada akhir 1953. Dinas rahasia itu sendiri pada 13 Maret 1954 diganti menjadi KGB.
Selain dinas rahasia, KGB juga merupakan dinas informasi atau penerangan. Caranya umumnya lazim dengan dinas dinas rahasia atau penerangan lainnya, mengumpulkan informasi dan menganalisa datai diantaranya baik dari foto satelit, alat penyadap, dan data-data komputer. Berbeda dengan CIA, KGB untuk memperoleh informasinya terutama dari negara-negara asing, lebih banyak memanfaatkan kubu diplomatik. Diperkirakan 70 % dari karyawan kedutaan besar Uni Soviet bekerja untuk KGB dan dinas rahasia, yang sebenarnya lazim atau 'rahasia umum' dilakukan oleh setiap perwakilan baik setingkat kedutaan maupun konsulat setiap negara.
Bahkan maskapai penerbangan Aeroflot juga melakukan 'tugas rahasia' dari KGB melalui para penerbang yang mengetahui sistem navigasi, kontrol dan pelabuhan udara di berbagai negara yang diterbangkannya. Pesawat komersial bisa saja dilengkapi dengan peralatan spionasi dan bahkan pesawat milik Aeroflotpernah secara 'tidak sengaja' terbang di wilayah militer terlarang Amerika Serikat. Namun orang-orang Soviet sepertinya tahu bahwa pemerintah Barat tidak akan menembak jatuh pesawat yang tersesat. Berbeda dengan perlakuan terhadap pesawat Boeing 747 Korean Air milik Korea selatan yang ditembak jatuh AU Uni Soviet dengan pesawat Su-15 Flagon karena dikatakan melintasi wilayah udara terlarang Uni Soviet dikawasan Vladivostok dan Semenanjung Kamchatka, pada tahun 1983.
Meskipun di bagian luar negeri tercatat terdapat 25 000 agen dari 375 000 agen, strategi KGB rupanya mementingkan jumlah banyak. Dinas rahasia Barat sering merasa diawasi dengan banyaknya agen-agen Soviet sehingga jalan keluarnya adalah 'mempersona non grata'-kan mereka (yang dicurigai sebagai agen Soviet).
Namun dibawah pimpinan Yuri Andropov (menjabat antara 1967-1981), cara kerja KGB yang dianggap 'kasar' itu dibuat lebih halus. Mereka berusaha mengerti banyak tentang keadaan negara mereka tempat bertugas dan tidak ingin kelihatan mencolok. Bahkan untuk memulihkan citranya, KGB membuat semacam '007 Russia'.
Setelah runtuhnya Uni Soviet, maka Rusia mengganti nama KGB menjadi FSB Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti. Secara fungsional dinas baru ini masih tetap sama dengan KGB.
Belarus adalah satu-satunya negara pasca Uni Soviet di mana dinas intelijen masih disebut KGB. Pendiri KGB, Felix Dzerzhinsky,lahir di Belarus dan di sana masih dianggap pahlawan nasional.
Vladimir Putin, pada tahun 2000 diangkat menjadi presiden Rusia, menggantikan Boris Yeltsin, pernah menjadi seorang agen KGB di Berlin, Jerman Timur, berdinas bersama dinas rahasia Jerman Timur, STASI. Sementara itu, Yuri Andropov, Presiden dan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet, juga pernah menjabat sebagai kepala KGB.
Nama KGB oleh orang Rusia sendiri sering diplesetkan menjadi 'Kontora Grubykh Banditov', yang artinya adalah 'asosiasi bandit kasar.'
Sumber:http://rixco.multiply.com
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Politik : Ketika Pelaku dan Korban Sama Sama Bengis

korban pembantaian Nazi german
Kita mungkin masih ingat bagaimana dunia dibuat gempar dan semua mata tertuju ke eropa pada saat Hitler dengan kendaraan politik NAZI nya menghabisi yahudi dengan program Holocoust nya.Kejadian kemanusian yang menurut saya bila di runtut kebelakang penuh dengan intrik, namun terlepas dari itu semua nyawa tetaplah nyawa, sehembus nafas yang bernama nyawa itu di masukan ke dalam tubuh manusia oleh Tuhan dan harus direnggut pula oleh sesama dibungkus intrik politik sebuah golongan rakus.kejadian itu kemudian merubah dunia dan membawa sebuah era baru yang akhirnya tak lebih baik dari era pembantaian eropa tersebut.
jalanan di gaza yang tergenang darah
Sebuah negara dibuat dengan tujuan memulangkan kaum yahudi eropa ke tanah palestina.Sebuah keputusan yang entah terpikir atau tidak oleh para pengambil keputusan waktu itu, yang ternyata pada akhirnya membuat sebuah pertikaian panjang tak berujung. Palestina, sebuah nama yang memiliki sejarah panjang bagi tiga agama langit (samawi; Islam, kristiani dan yahudi), merupakan sebuah wilayah yang selalu dibanjiri oleh tangis dan air mata sejak berpuluh puluh abad silam. Di mulai dari anjuran Perang Salib (crussader) dari Paus urban II yang konon merupakan perang terpanjang dalam sejarah yang memakan waktu 200 tahun dan hingga saat ini masih berlangsung pertikaian demi pertikaian.kota suci bagi 3 agama tersebut berada di situ, mulai dari Masjidil Aqsa, tembok ratapan dan juga tempat lahirnya Yesus Kristus.kalau memang tujuan Agama yang bertujuan untuk memiliki Palestina, mengapa sampai harus jatuh korban dimana mana demi sebuah rumah ibadah yang dianggap suci? Intrik politik dan kerakusan lah yang akhirnya memainkan peranannya di wailayah ini.Banyak tujuan politik kotor bermain di tempat ini.
Korban Pembantai Israel di Sabra Shatila
Kaum yahudi (zionisme) yang dulu dibantai di Eropa sekarang berubah menjadi pembantai di wilayah palestina, merebut sejengkal demi sejengkal wilayah yang ada.Pertanyaan saya, mengapa pelaku dan korban sama sama beringas?sebuah pertanyaan kecil yang mungkin layak kita renungkan bersama mulai saat ini
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Kegagalan Proyek Timur Tengah AS di Mata Media Barat 3

Kehidupan di masa sekarang jauh berbeda ketimbang di masa lalu. Kini, setiap gerakan masif di dunia di bidang manapun, mulai dari politik, ekonomi, militer sampai budaya selalu diiringi dengan sorotan media massa. Salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut adalah pendudukan AS di Irak. Sekitar setahun sebelum invasi AS ke Irak, publik dunia dibanjiri oleh beragam laporan, analisa, dan berita yang berusaha meyakinkan bahwa di Irak terdapat senjata pemusnah massal. Namun setelah agresi ke Irak berlangsung dan kebohongan soal senjata pemusnah massal terbongkar, taktik media massa tak juga berhenti, tapi bahkan berubah ke format yang lain.
Di masa itu, media-media massa Barat berusaha mengesankan kepada dunia bahwa Irak tidak akan bisa bertahan menghadapi pasukan aliansi internasional. Perlu diingat juga, AS dan Inggris kerap mengklaim dirinya sebagai representasi masyarakat internasional. Selama perang Irak berlangsung, slogan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia (HAM) di media massa diabaikan. Mayoritas media massa dunia pun turut mengiringi langkah kebijakan ekspansionisme AS. Washington bahkan mengontrol seluruh berita terkait dengan kondisi Irak. Selama militer AS tidak mengijinkan, maka tak ada berita sekecil apapun mengenai perang Irak yang bisa disiarkan oleh media-media massa Barat. Berita perang hanya bisa diperoleh lewat komisi pemberitaan militer AS.
Kini, setelah pendudukan AS di Irak lima tahun berlangsung, arah strategi media massa mulai berubah. Jika kemarin mereka bangga dengan kehadiran militer AS yang tangguh di Irak, kini mereka memprioritaskan untuk mengungkap kenyataan mengerikan di balik perang Irak. Kebijakan media massa di sebagian besar negara-negara dunia ramai menampilkan wajah letih serdadu-serdadu AS dan Inggris serta korban dan kerugian perang yang melatarbelakanginya. Mayoritas jurnalis yang dulunya gencar mendukung politik militeristik AS, kini dengan beragam alasan politik dan tekanan opini publik, sedikit banyak mulai mengungkap juga realitas perang dan dampak tragis pendudukan Abang Sam di Irak.Meski perubahan sikap ini relatif bisa membantu masyarakat internasional memahami kondisi perang dan realitas yang dialami rakyat Irak saat ini, namun tentu saja perubahan strategi media-media Barat ini menyimpan alasan khusus. Salah satu alasan politis perubahan arah kebijakan media-media Barat adalah disebabkan faktor pemilu presiden AS dan silang pendapat antara dua partai utama di negara ini. Perseteruan politik antara Partai Republik dan Demokrat juga menjalar hingga ke kancah media massa. Kegagalan AS di Timur Tengah merupakan salah satu serangan propaganda kubu Demokrat untuk memojokkan rival utamnya, puak-puak Republik dalam ajang pemilu.
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Patrick Cockburn, adalah seorang wartawan Inggris yang aktif di kawasan Timur Tengah sejak 1979. Ia banyak menulis sejumlah makalah dan buku mengenai Saddam Hussein dan perang Teluk Persia yang pertama. Dalam artikelnya di majalah cetakan AS, Counter Punch, Patrick memaparkan kesaksiannya tentang pendudukan AS di Irak. Dalam artikelnya yang bertajuk 'How to Destroy a Country in Five Years? (Bagaimana Menghancurkan Sebuah Negara dalam Lima Tahun?)' ini, ia menulis, 'Pendudukan selama lima tahun telah menghancurkan Irak sebagai sebuah negara...dibanding perang di tahun 1991, perang tahun 2003 memiliki situasi yang berbeda. Liputan televisi dan pers pada perang pertama benar-benar bohong. Pasalnya, mereka berusaha untuk menciptakan perasaan perang total, padahal perang dengan artian bentrokan antara dua tentara, nyatanya tidak terjadi. Namun mengenai perang kedua, mereka menyatakan, ‘Jika AS hengkang, kekacauan bakal muncul. AS masih bertahan, namun kekacauan tetap saja terjadi. Saya lihat, serdadu-serdadu AS membakar tank-tank kosong Irak di jalan-jalan pinggiran Baghdad, supaya mereka bisa mengesankan situasi perang total kepada pemirsa televisi'.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, 'Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut.'
Salah satu strategi yang digunakan media massa dalam situasi perang Irak saat ini adalah memanfaatkan pendapat para pakar dan menampilkannya. Tampaknya mereka ingin menampik tudingan yang selama ini muncul. Mereka menyuguhkan analisa para pakar tentang situasi aktual perang dan problema yang dihadapi AS. Media-media Barat seolah-olah hendak menempatkan dirinya hanya sebagai perantara yang memperkenalkan suatu informasi.
Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, 'George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur'.
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, 'Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia'.
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, 'Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang'. Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional'. Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, 'Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Begitu juga dengan Seymour Hersh, wartawan senior AS. Seraya merujuk pendapat tokoh sosiolog AS, Hersh menyebut taktik pemerintahan Bush dalam perang Irak sebagai realisme orang-orang gila. Ia menulis, sebagaimana yang terjadi dalam perang Korea selama bertahun-tahun, lantaran takut akan dampak kekalahan AS di Irak, mereka terpaksa menempuh suatu jalan yang tidak mereka ketahui lika-likunya dan hanya mengeluarkan perintah serangan dan perang yang lebih banyak.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, 'Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita'.
Sebelum menutup perjumpaan kita, menarik kiranya jika kita tengok sebuah foto yang melukiskan secara apik mental intervensi AS dan dampak akhirnya. Foto pilihan tahun 2007, yang dimenangkan oleh fotografer bernama Tim Hetherington. Foto itu diambil pada 16 September 2007, di jurang Karangol Afghanistan, yang melukiskan seorang serdadu AS duduk letih di atas tanah yang lusuh di samping tenda. Sang fotografer menuturkan, ini adalah gambar seorang lelaki letih, yang mengungkapkan letihnya suatu bangsa dan akhir perang Irak. Dewan juri pemilihan foto tahunan terbaik dunia yang ke-51 'World Press Photo mengumumkan foto tersebut sebagai foto berita terbaik tahun 2007. Sebuah foto yang juga melukiskan tumbangnya kedigdayaan suatu kekuatan adidaya.' (sumber:http://indonesian.irib.ir)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Kegagalan Proyek Timur Tengah AS di Mata Media Barat 2
Kehidupan di masa sekarang jauh berbeda ketimbang di masa lalu. Kini, setiap gerakan masif di dunia di bidang manapun, mulai dari politik, ekonomi, militer sampai budaya selalu diiringi dengan sorotan media massa. Salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut adalah pendudukan AS di Irak. Sekitar setahun sebelum invasi AS ke Irak, publik dunia dibanjiri oleh beragam laporan, analisa, dan berita yang berusaha meyakinkan bahwa di Irak terdapat senjata pemusnah massal. Namun setelah agresi ke Irak berlangsung dan kebohongan soal senjata pemusnah massal terbongkar, taktik media massa tak juga berhenti, tapi bahkan berubah ke format yang lain.
Di masa itu, media-media massa Barat berusaha mengesankan kepada dunia bahwa Irak tidak akan bisa bertahan menghadapi pasukan aliansi internasional. Perlu diingat juga, AS dan Inggris kerap mengklaim dirinya sebagai representasi masyarakat internasional. Selama perang Irak berlangsung, slogan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia (HAM) di media massa diabaikan. Mayoritas media massa dunia pun turut mengiringi langkah kebijakan ekspansionisme AS. Washington bahkan mengontrol seluruh berita terkait dengan kondisi Irak. Selama militer AS tidak mengijinkan, maka tak ada berita sekecil apapun mengenai perang Irak yang bisa disiarkan oleh media-media massa Barat. Berita perang hanya bisa diperoleh lewat komisi pemberitaan militer AS.
Kini, setelah pendudukan AS di Irak lima tahun berlangsung, arah strategi media massa mulai berubah. Jika kemarin mereka bangga dengan kehadiran militer AS yang tangguh di Irak, kini mereka memprioritaskan untuk mengungkap kenyataan mengerikan di balik perang Irak. Kebijakan media massa di sebagian besar negara-negara dunia ramai menampilkan wajah letih serdadu-serdadu AS dan Inggris serta korban dan kerugian perang yang melatarbelakanginya. Mayoritas jurnalis yang dulunya gencar mendukung politik militeristik AS, kini dengan beragam alasan politik dan tekanan opini publik, sedikit banyak mulai mengungkap juga realitas perang dan dampak tragis pendudukan Abang Sam di Irak.Meski perubahan sikap ini relatif bisa membantu masyarakat internasional memahami kondisi perang dan realitas yang dialami rakyat Irak saat ini, namun tentu saja perubahan strategi media-media Barat ini menyimpan alasan khusus. Salah satu alasan politis perubahan arah kebijakan media-media Barat adalah disebabkan faktor pemilu presiden AS dan silang pendapat antara dua partai utama di negara ini. Perseteruan politik antara Partai Republik dan Demokrat juga menjalar hingga ke kancah media massa. Kegagalan AS di Timur Tengah merupakan salah satu serangan propaganda kubu Demokrat untuk memojokkan rival utamnya, puak-puak Republik dalam ajang pemilu.
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Patrick Cockburn, adalah seorang wartawan Inggris yang aktif di kawasan Timur Tengah sejak 1979. Ia banyak menulis sejumlah makalah dan buku mengenai Saddam Hussein dan perang Teluk Persia yang pertama. Dalam artikelnya di majalah cetakan AS, Counter Punch, Patrick memaparkan kesaksiannya tentang pendudukan AS di Irak. Dalam artikelnya yang bertajuk 'How to Destroy a Country in Five Years? (Bagaimana Menghancurkan Sebuah Negara dalam Lima Tahun?)' ini, ia menulis, 'Pendudukan selama lima tahun telah menghancurkan Irak sebagai sebuah negara...dibanding perang di tahun 1991, perang tahun 2003 memiliki situasi yang berbeda. Liputan televisi dan pers pada perang pertama benar-benar bohong. Pasalnya, mereka berusaha untuk menciptakan perasaan perang total, padahal perang dengan artian bentrokan antara dua tentara, nyatanya tidak terjadi. Namun mengenai perang kedua, mereka menyatakan, ‘Jika AS hengkang, kekacauan bakal muncul. AS masih bertahan, namun kekacauan tetap saja terjadi. Saya lihat, serdadu-serdadu AS membakar tank-tank kosong Irak di jalan-jalan pinggiran Baghdad, supaya mereka bisa mengesankan situasi perang total kepada pemirsa televisi'.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, 'Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut.'
Salah satu strategi yang digunakan media massa dalam situasi perang Irak saat ini adalah memanfaatkan pendapat para pakar dan menampilkannya. Tampaknya mereka ingin menampik tudingan yang selama ini muncul. Mereka menyuguhkan analisa para pakar tentang situasi aktual perang dan problema yang dihadapi AS. Media-media Barat seolah-olah hendak menempatkan dirinya hanya sebagai perantara yang memperkenalkan suatu informasi.
Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, 'George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur'.
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, 'Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia'.
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, 'Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang'. Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional'. Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, 'Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Begitu juga dengan Seymour Hersh, wartawan senior AS. Seraya merujuk pendapat tokoh sosiolog AS, Hersh menyebut taktik pemerintahan Bush dalam perang Irak sebagai realisme orang-orang gila. Ia menulis, sebagaimana yang terjadi dalam perang Korea selama bertahun-tahun, lantaran takut akan dampak kekalahan AS di Irak, mereka terpaksa menempuh suatu jalan yang tidak mereka ketahui lika-likunya dan hanya mengeluarkan perintah serangan dan perang yang lebih banyak.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, 'Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita'.
Sebelum menutup perjumpaan kita, menarik kiranya jika kita tengok sebuah foto yang melukiskan secara apik mental intervensi AS dan dampak akhirnya. Foto pilihan tahun 2007, yang dimenangkan oleh fotografer bernama Tim Hetherington. Foto itu diambil pada 16 September 2007, di jurang Karangol Afghanistan, yang melukiskan seorang serdadu AS duduk letih di atas tanah yang lusuh di samping tenda. Sang fotografer menuturkan, ini adalah gambar seorang lelaki letih, yang mengungkapkan letihnya suatu bangsa dan akhir perang Irak. Dewan juri pemilihan foto tahunan terbaik dunia yang ke-51 'World Press Photo mengumumkan foto tersebut sebagai foto berita terbaik tahun 2007. Sebuah foto yang juga melukiskan tumbangnya kedigdayaan suatu kekuatan adidaya.' (sumber:http://indonesian.irib.ir)
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Patrick Cockburn, adalah seorang wartawan Inggris yang aktif di kawasan Timur Tengah sejak 1979. Ia banyak menulis sejumlah makalah dan buku mengenai Saddam Hussein dan perang Teluk Persia yang pertama. Dalam artikelnya di majalah cetakan AS, Counter Punch, Patrick memaparkan kesaksiannya tentang pendudukan AS di Irak. Dalam artikelnya yang bertajuk 'How to Destroy a Country in Five Years? (Bagaimana Menghancurkan Sebuah Negara dalam Lima Tahun?)' ini, ia menulis, 'Pendudukan selama lima tahun telah menghancurkan Irak sebagai sebuah negara...dibanding perang di tahun 1991, perang tahun 2003 memiliki situasi yang berbeda. Liputan televisi dan pers pada perang pertama benar-benar bohong. Pasalnya, mereka berusaha untuk menciptakan perasaan perang total, padahal perang dengan artian bentrokan antara dua tentara, nyatanya tidak terjadi. Namun mengenai perang kedua, mereka menyatakan, ‘Jika AS hengkang, kekacauan bakal muncul. AS masih bertahan, namun kekacauan tetap saja terjadi. Saya lihat, serdadu-serdadu AS membakar tank-tank kosong Irak di jalan-jalan pinggiran Baghdad, supaya mereka bisa mengesankan situasi perang total kepada pemirsa televisi'.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, 'Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut.'
Salah satu strategi yang digunakan media massa dalam situasi perang Irak saat ini adalah memanfaatkan pendapat para pakar dan menampilkannya. Tampaknya mereka ingin menampik tudingan yang selama ini muncul. Mereka menyuguhkan analisa para pakar tentang situasi aktual perang dan problema yang dihadapi AS. Media-media Barat seolah-olah hendak menempatkan dirinya hanya sebagai perantara yang memperkenalkan suatu informasi.
Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, 'George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur'.
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, 'Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia'.
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, 'Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang'. Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional'. Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, 'Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Begitu juga dengan Seymour Hersh, wartawan senior AS. Seraya merujuk pendapat tokoh sosiolog AS, Hersh menyebut taktik pemerintahan Bush dalam perang Irak sebagai realisme orang-orang gila. Ia menulis, sebagaimana yang terjadi dalam perang Korea selama bertahun-tahun, lantaran takut akan dampak kekalahan AS di Irak, mereka terpaksa menempuh suatu jalan yang tidak mereka ketahui lika-likunya dan hanya mengeluarkan perintah serangan dan perang yang lebih banyak.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, 'Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita'.
Sebelum menutup perjumpaan kita, menarik kiranya jika kita tengok sebuah foto yang melukiskan secara apik mental intervensi AS dan dampak akhirnya. Foto pilihan tahun 2007, yang dimenangkan oleh fotografer bernama Tim Hetherington. Foto itu diambil pada 16 September 2007, di jurang Karangol Afghanistan, yang melukiskan seorang serdadu AS duduk letih di atas tanah yang lusuh di samping tenda. Sang fotografer menuturkan, ini adalah gambar seorang lelaki letih, yang mengungkapkan letihnya suatu bangsa dan akhir perang Irak. Dewan juri pemilihan foto tahunan terbaik dunia yang ke-51 'World Press Photo mengumumkan foto tersebut sebagai foto berita terbaik tahun 2007. Sebuah foto yang juga melukiskan tumbangnya kedigdayaan suatu kekuatan adidaya.' (sumber:http://indonesian.irib.ir)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Kegagalan Proyek Timur Tengah AS di Mata Media Barat 1

Kehidupan di masa sekarang jauh berbeda ketimbang di masa lalu. Kini, setiap gerakan masif di dunia di bidang manapun, mulai dari politik, ekonomi, militer sampai budaya selalu diiringi dengan sorotan media massa. Salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut adalah pendudukan AS di Irak. Sekitar setahun sebelum invasi AS ke Irak, publik dunia dibanjiri oleh beragam laporan, analisa, dan berita yang berusaha meyakinkan bahwa di Irak terdapat senjata pemusnah massal. Namun setelah agresi ke Irak berlangsung dan kebohongan soal senjata pemusnah massal terbongkar, taktik media massa tak juga berhenti, tapi bahkan berubah ke format yang lain.
Di masa itu, media-media massa Barat berusaha mengesankan kepada dunia bahwa Irak tidak akan bisa bertahan menghadapi pasukan aliansi internasional. Perlu diingat juga, AS dan Inggris kerap mengklaim dirinya sebagai representasi masyarakat internasional. Selama perang Irak berlangsung, slogan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia (HAM) di media massa diabaikan. Mayoritas media massa dunia pun turut mengiringi langkah kebijakan ekspansionisme AS. Washington bahkan mengontrol seluruh berita terkait dengan kondisi Irak. Selama militer AS tidak mengijinkan, maka tak ada berita sekecil apapun mengenai perang Irak yang bisa disiarkan oleh media-media massa Barat. Berita perang hanya bisa diperoleh lewat komisi pemberitaan militer AS.
Kini, setelah pendudukan AS di Irak lima tahun berlangsung, arah strategi media massa mulai berubah. Jika kemarin mereka bangga dengan kehadiran militer AS yang tangguh di Irak, kini mereka memprioritaskan untuk mengungkap kenyataan mengerikan di balik perang Irak. Kebijakan media massa di sebagian besar negara-negara dunia ramai menampilkan wajah letih serdadu-serdadu AS dan Inggris serta korban dan kerugian perang yang melatarbelakanginya. Mayoritas jurnalis yang dulunya gencar mendukung politik militeristik AS, kini dengan beragam alasan politik dan tekanan opini publik, sedikit banyak mulai mengungkap juga realitas perang dan dampak tragis pendudukan Abang Sam di Irak.
Meski perubahan sikap ini relatif bisa membantu masyarakat internasional memahami kondisi perang dan realitas yang dialami rakyat Irak saat ini, namun tentu saja perubahan strategi media-media Barat ini menyimpan alasan khusus. Salah satu alasan politis perubahan arah kebijakan media-media Barat adalah disebabkan faktor pemilu presiden AS dan silang pendapat antara dua partai utama di negara ini. Perseteruan politik antara Partai Republik dan Demokrat juga menjalar hingga ke kancah media massa. Kegagalan AS di Timur Tengah merupakan salah satu serangan propaganda kubu Demokrat untuk memojokkan rival utamnya, puak-puak Republik dalam ajang pemilu.
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Patrick Cockburn, adalah seorang wartawan Inggris yang aktif di kawasan Timur Tengah sejak 1979. Ia banyak menulis sejumlah makalah dan buku mengenai Saddam Hussein dan perang Teluk Persia yang pertama. Dalam artikelnya di majalah cetakan AS, Counter Punch, Patrick memaparkan kesaksiannya tentang pendudukan AS di Irak. Dalam artikelnya yang bertajuk 'How to Destroy a Country in Five Years? (Bagaimana Menghancurkan Sebuah Negara dalam Lima Tahun?)' ini, ia menulis, 'Pendudukan selama lima tahun telah menghancurkan Irak sebagai sebuah negara...dibanding perang di tahun 1991, perang tahun 2003 memiliki situasi yang berbeda. Liputan televisi dan pers pada perang pertama benar-benar bohong. Pasalnya, mereka berusaha untuk menciptakan perasaan perang total, padahal perang dengan artian bentrokan antara dua tentara, nyatanya tidak terjadi. Namun mengenai perang kedua, mereka menyatakan, ‘Jika AS hengkang, kekacauan bakal muncul. AS masih bertahan, namun kekacauan tetap saja terjadi. Saya lihat, serdadu-serdadu AS membakar tank-tank kosong Irak di jalan-jalan pinggiran Baghdad, supaya mereka bisa mengesankan situasi perang total kepada pemirsa televisi'.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, 'Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut.'
Salah satu strategi yang digunakan media massa dalam situasi perang Irak saat ini adalah memanfaatkan pendapat para pakar dan menampilkannya. Tampaknya mereka ingin menampik tudingan yang selama ini muncul. Mereka menyuguhkan analisa para pakar tentang situasi aktual perang dan problema yang dihadapi AS. Media-media Barat seolah-olah hendak menempatkan dirinya hanya sebagai perantara yang memperkenalkan suatu informasi.
Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, 'George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur'.
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, 'Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia'.
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, 'Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang'. Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional'. Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, 'Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Begitu juga dengan Seymour Hersh, wartawan senior AS. Seraya merujuk pendapat tokoh sosiolog AS, Hersh menyebut taktik pemerintahan Bush dalam perang Irak sebagai realisme orang-orang gila. Ia menulis, sebagaimana yang terjadi dalam perang Korea selama bertahun-tahun, lantaran takut akan dampak kekalahan AS di Irak, mereka terpaksa menempuh suatu jalan yang tidak mereka ketahui lika-likunya dan hanya mengeluarkan perintah serangan dan perang yang lebih banyak.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, 'Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita'.
Sebelum menutup perjumpaan kita, menarik kiranya jika kita tengok sebuah foto yang melukiskan secara apik mental intervensi AS dan dampak akhirnya. Foto pilihan tahun 2007, yang dimenangkan oleh fotografer bernama Tim Hetherington. Foto itu diambil pada 16 September 2007, di jurang Karangol Afghanistan, yang melukiskan seorang serdadu AS duduk letih di atas tanah yang lusuh di samping tenda. Sang fotografer menuturkan, ini adalah gambar seorang lelaki letih, yang mengungkapkan letihnya suatu bangsa dan akhir perang Irak. Dewan juri pemilihan foto tahunan terbaik dunia yang ke-51 'World Press Photo mengumumkan foto tersebut sebagai foto berita terbaik tahun 2007. Sebuah foto yang juga melukiskan tumbangnya kedigdayaan suatu kekuatan adidaya.' (sumber:http://indonesian.irib.ir)
Di masa itu, media-media massa Barat berusaha mengesankan kepada dunia bahwa Irak tidak akan bisa bertahan menghadapi pasukan aliansi internasional. Perlu diingat juga, AS dan Inggris kerap mengklaim dirinya sebagai representasi masyarakat internasional. Selama perang Irak berlangsung, slogan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia (HAM) di media massa diabaikan. Mayoritas media massa dunia pun turut mengiringi langkah kebijakan ekspansionisme AS. Washington bahkan mengontrol seluruh berita terkait dengan kondisi Irak. Selama militer AS tidak mengijinkan, maka tak ada berita sekecil apapun mengenai perang Irak yang bisa disiarkan oleh media-media massa Barat. Berita perang hanya bisa diperoleh lewat komisi pemberitaan militer AS.
Kini, setelah pendudukan AS di Irak lima tahun berlangsung, arah strategi media massa mulai berubah. Jika kemarin mereka bangga dengan kehadiran militer AS yang tangguh di Irak, kini mereka memprioritaskan untuk mengungkap kenyataan mengerikan di balik perang Irak. Kebijakan media massa di sebagian besar negara-negara dunia ramai menampilkan wajah letih serdadu-serdadu AS dan Inggris serta korban dan kerugian perang yang melatarbelakanginya. Mayoritas jurnalis yang dulunya gencar mendukung politik militeristik AS, kini dengan beragam alasan politik dan tekanan opini publik, sedikit banyak mulai mengungkap juga realitas perang dan dampak tragis pendudukan Abang Sam di Irak.
Meski perubahan sikap ini relatif bisa membantu masyarakat internasional memahami kondisi perang dan realitas yang dialami rakyat Irak saat ini, namun tentu saja perubahan strategi media-media Barat ini menyimpan alasan khusus. Salah satu alasan politis perubahan arah kebijakan media-media Barat adalah disebabkan faktor pemilu presiden AS dan silang pendapat antara dua partai utama di negara ini. Perseteruan politik antara Partai Republik dan Demokrat juga menjalar hingga ke kancah media massa. Kegagalan AS di Timur Tengah merupakan salah satu serangan propaganda kubu Demokrat untuk memojokkan rival utamnya, puak-puak Republik dalam ajang pemilu.
Alasan lainnya adalah pemberitaan dan protes keras yang gencar dilakukan oleh media-media independen, kalangan jurnalis dan intelektual kritis Barat terhadap tragedi dan dampak buruk invasi AS ke Irak. Kritikan keras itu bahkan mengarah langsung pada media-media pendukung pemerintah AS dan rezim zionis Israel. Tentu saja, media-media yang selama ini dikenal sebagai pendukung perang, akhirnya terpaksa mengungkap sebagian realitas yang ada demi menjaga reputasinya. Untuk mengetahui lebih jauh sejauh mana tingkat perubahan arah kebijakan media-media Barat, menarik rasanya jika kita simak beberapa contoh berikut ini.
Patrick Cockburn, adalah seorang wartawan Inggris yang aktif di kawasan Timur Tengah sejak 1979. Ia banyak menulis sejumlah makalah dan buku mengenai Saddam Hussein dan perang Teluk Persia yang pertama. Dalam artikelnya di majalah cetakan AS, Counter Punch, Patrick memaparkan kesaksiannya tentang pendudukan AS di Irak. Dalam artikelnya yang bertajuk 'How to Destroy a Country in Five Years? (Bagaimana Menghancurkan Sebuah Negara dalam Lima Tahun?)' ini, ia menulis, 'Pendudukan selama lima tahun telah menghancurkan Irak sebagai sebuah negara...dibanding perang di tahun 1991, perang tahun 2003 memiliki situasi yang berbeda. Liputan televisi dan pers pada perang pertama benar-benar bohong. Pasalnya, mereka berusaha untuk menciptakan perasaan perang total, padahal perang dengan artian bentrokan antara dua tentara, nyatanya tidak terjadi. Namun mengenai perang kedua, mereka menyatakan, ‘Jika AS hengkang, kekacauan bakal muncul. AS masih bertahan, namun kekacauan tetap saja terjadi. Saya lihat, serdadu-serdadu AS membakar tank-tank kosong Irak di jalan-jalan pinggiran Baghdad, supaya mereka bisa mengesankan situasi perang total kepada pemirsa televisi'.
Lebih lanjut Patrick menambahkan, 'Kendati mayoritas rakyat Irak menginginkan Saddam Hussein hengkang, namun mereka tidak ingin kekuatan asing menduduki negaranya. Kini, pasukan AS, milisi AlQaeda, dan pelbagai kelompok di Irak berperang untuk merebut kekuasaan. Namun sampai sekarang AS tak juga mampu memperbaiki reputasinya lantaran menggelar perang tersebut.'
Salah satu strategi yang digunakan media massa dalam situasi perang Irak saat ini adalah memanfaatkan pendapat para pakar dan menampilkannya. Tampaknya mereka ingin menampik tudingan yang selama ini muncul. Mereka menyuguhkan analisa para pakar tentang situasi aktual perang dan problema yang dihadapi AS. Media-media Barat seolah-olah hendak menempatkan dirinya hanya sebagai perantara yang memperkenalkan suatu informasi.
Baru-baru ini, koran cetakan Inggris, Daily Mail dalam laporannya berusaha membeberkan faktor ketidakmampuan AS dalam meraih kemenangan di perang Irak. Penulis artikel tersebut menilai bahwa penambahan tentara di Irak sebagai strategi yang gagal dan menganggap sama hinanya seperti kelakar Presiden Bush lima tahun lalu. Ia menulis, 'George Bush, lima tahun lalu, saat menyerang ke Irak menandaskan, ‘Permainan telah usai'. Namun kini kita saksikan bahwa tentara AS sudah letih dan kekuatan Washington nyaris hancur'.
Oleh karena itulah, Joseph E. Stiglitz, ekonom masyhur yang memprediksikan biaya perang Irak menghabiskan 3 triliun USD dalam wawancaranya dengan penulis artikel tersebut menuturkan, 'Petualangan AS di Irak bukan hanya yang terpanjang dan perang termahal di sepanjang sejarah AS tapi juga merupakan yang paling sia-sia'.
New York Times, merupakan salah satu media massa AS lainnya yang mengkritik politik perang AS di Irak. Koran ini baru saja merilis hasil polling seratus sejarawan AS. Dalam polling ini, mereka menilai George W. Bush sebagai presiden AS yang paling buruk. 98 persen dari mereka beranggapan juga bahwa masa delapan tahun kepemimpinan Bush merupakan era kekalahan AS. New York Times menambahkan, 'Selama 8 tahun terakhir, AS mengasingkan dirinya sendiri. Alasan ini sudah cukup untuk kita nyatakan bahwa era saat ini merupakan era kekalahan di segala bidang'. Para sejarawan ini mengutuk Bush lantaran ia telah menjadikan AS sebagai negara yang dibenci oleh masyarakat internasional'. Di bagian lain artikelnya, New York Times menulis, 'Diplomasi Cowboy Bush telah menggambarkan AS sebagai negara adidaya yang licik, tukang tipu dan musuh.
Begitu juga dengan Seymour Hersh, wartawan senior AS. Seraya merujuk pendapat tokoh sosiolog AS, Hersh menyebut taktik pemerintahan Bush dalam perang Irak sebagai realisme orang-orang gila. Ia menulis, sebagaimana yang terjadi dalam perang Korea selama bertahun-tahun, lantaran takut akan dampak kekalahan AS di Irak, mereka terpaksa menempuh suatu jalan yang tidak mereka ketahui lika-likunya dan hanya mengeluarkan perintah serangan dan perang yang lebih banyak.
Hersh juga menyinggung pernyataan sejumlah politisi AS dan menyebut mereka sebagai pencari kekuasaan yang gila. Mereka tidak tahu dampak dan dimensi ledakan kekuasaan dan hanya bisa berkata-kata. Di bagian akhir artikelnya, Hersh menulis bahwa kita harus akui, pemerintahan Bush berhasil merealisasikan slogan Caligula secara sempurna. Caligula adalah kaisar setengah gila imperium Roma pada abad pertama. Ia pernah berkata, 'Biarkan mereka membenci kita, tapi mereka takut pada kita'.
Sebelum menutup perjumpaan kita, menarik kiranya jika kita tengok sebuah foto yang melukiskan secara apik mental intervensi AS dan dampak akhirnya. Foto pilihan tahun 2007, yang dimenangkan oleh fotografer bernama Tim Hetherington. Foto itu diambil pada 16 September 2007, di jurang Karangol Afghanistan, yang melukiskan seorang serdadu AS duduk letih di atas tanah yang lusuh di samping tenda. Sang fotografer menuturkan, ini adalah gambar seorang lelaki letih, yang mengungkapkan letihnya suatu bangsa dan akhir perang Irak. Dewan juri pemilihan foto tahunan terbaik dunia yang ke-51 'World Press Photo mengumumkan foto tersebut sebagai foto berita terbaik tahun 2007. Sebuah foto yang juga melukiskan tumbangnya kedigdayaan suatu kekuatan adidaya.' (sumber:http://indonesian.irib.ir)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Politics : Doktrinisasi Zionis

Doktrinisasi Zionis
London, musim panas 1982. Malam demi malam siaran teve dihiasi dengan pemberitaan keadaan terkini tentang serangan Israel ke Lebanon. Lewat udara dan darat, tentara zionis itu membombardir wilayah-wilayah di Lebanon yang dituding sebagai tempat persembunyian pejuang-pejuang Palestina.
Salah seorang warga London yang setia menyimak perkembangan serangan Israel ke Lebanon itu adalah Ang Swee Chai, seorang perempuan, dokter ortopedis kelahiran Malaysia. Sebagai seorang tenaga medis, Dokter Ang begitu miris melihat banyaknya korban sipil yang jatuh akibat serangan itu yang terdiri dari anak-anak kecil dan perempuan tak berdosa.
Dalam bukunya yang menggetarkan “From Beirut to Jerusalem” (Kualalumpur, 2002), Dokter Ang menulis, “Lebanon dan Beirut adalah nama-nama asing bagiku. Sedangkan Israel sebaliknya. Gereja telah mengajarkanku bahwa anak-cucu bangsa Israel adalah anak-anak pilihan Tuhan. Teman-temanku sesama Kristiani mengatakan bahwa berkumpulnya orang-orang Yahudi dari seluruh penjuru dunia di Negeri Israel adalah pemenuhan janji Tuhan yang terdapat dalam pengabaran-pengabar an di Kitab Injil. ”
“Aku berpihak pada Israel untuk alasan lain, ” lanjutnya, “Di London, aku menghabiskan waktu berjam-jam menonton acara teve yang menyiarkan penderitaan luar biasa orang-orang Yahudi di tangan Nazi. …Penciptaan Negara Israel, yang memberi semua orang Yahudi sebuah rumah yang membuat mereka terbebas dari penganiayaan dan siksaan, menurutku adalah suatu tindak keadilan—bahkan suatu keadilan dari Tuhan. ”
Namun pandangan dokter Ang berbalik seratus delapanpuluh derajat ketika lewat layar kaca dirinya menyaksikan kebrutalan yang dilakukan tentara Israel terhadap para pengungsi Palestina di Lebanon.
“Ini benar-benar membuatku marah. Aku tidak bisa memahami mengapa Israel melakukan hal demikian. …Dalam Kitab Perjanjian Lama, raksasa Goliath adalah termasuk orang Filistin penakluk yang meneror lawan-lawannya. Kisah David dan Goliath menjadi salah satu kisah kesukaanku. Pada anak-anak kecil aku suka sekali bercerita bagaimana si kecil David bisa mengalahkan si raksasa Goliath, ” tulis Dokter Ang yang sosok tubuhnya sendiri sangat mungil, tingginya hanya 150 sentimeter.
“Meski demikian, dari ulasan teve yang selalu kulihat, tampaknya Israel telah berubah menjadi Goliath; seorang raksasa yang angkuh yang membawa kehancuran, teror, dan kematian kepada saudaranya, Lebanon. …Mengebom orang-orang sipil, dan banyak dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, adalah cara pengecut dalam perang. Apakah Tuhan telah berpaling dari Lebanon?”
Dokter Ang kemudian menulis betapa sedih dirinya menyaksikan kebiadaban yang dipertontonkan ‘bangsa terpilih’ tersebut. “Pertama karena mereka telah disakiti oleh Israel, kedua karena aku seorang Kristen, dan ketiga aku adalah dokter. Aku sama sekali tak habis pikir betapa Israel tega menjatuhkan bom-bom fosfor ke tengah penduduk sipil di dalam kota yang sangat padat tersebut. ”
Tidak Sekadar Membunuh
Penderitaan bangsa Palestina dan Lebanon membuat Dokter Ang berangkat ke Beirut sebagai dokter sukarelawan. Di hari-hari pertama di Lebanon, Dokter Ang telah menjumpai banyak fakta bahwa di wilayah ini Israel telah melakukan semacam uji coba berbagai macam bom-bom terbaru buatan mereka.
Beberapa bom mutakhir Israel tersebut antara lain: Implosion bomb atau vacuum bomb yang dijatuhkan dari udara dan ketika meledak mampu menghisap satu blok bangunan sepuluh lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumpukan beton dan mengubur seluruh penghuninya hidup-hidup.
Selain itu ada lagi fragmentation bomb atau cluster bomb, yang juga dijatuhkan dari pesawat tempur. Beberapa puluh meter di atas udara, cluster bomb yang awalnya terlihat hanya satu akan memecah diri menjadi ratusan bola-bola besi kecil seukuran bola tenis dan menyebar dalam radius ratusan meter persegi. Bom-bom kecil ini tidak segera meledak dan tergeletak di dalam tanah. Jika seorang anak kecil mengutak-atiknya karena dikiranya sebuah mainan, maka bom ini akan meledak dan membunuh atau merusak bagian tubuh di anak tersebut. Bom ini biasanya sengaja dijatuhkan di lokasi padat penduduk.
Lalu ada fosfor bomb yang bersifat membakar. “Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir, ” ujar Doker Ang.
Dalam bukunya, dokter yang bersuamikan seorang warga Inggris ini mengatakan bahwa Israel jelas tidak ingin sekadar membunuh musuh-musuhnya namun juga ingin membuat musuh-musuhnya menderita berkepanjangan sebelum menemui ajal.
Pembantaian Sabra-Shatila
Sabra-Shatila adalah nama dua buah kamp pengungsian Palestina di wilayah Beirut Barat yang letaknya berhimpitan. Selain Sabra-Shatila, ada pula kamp pengungsi Mar Elias, Bour el-Brajneh, dan sebagainya.
Seperti layaknya kamp-kamp pengungsian Palestina lainnya, kamp pengungsian Sabra-Shatila yang luasnya tidak begitu besar dihuni oleh ribuan warga Palestina. Mereka tinggal di dalam kamar-kamar sempit dan kumuh di mana fasilitas sanitasi dan kesehatan sangat tidak layak.
Beberapa pekan bertugas di Beirut, untuk menghentikan serangan membabi-buta yang dilakukan Israel, para pejuang Palestina akhirnya dievakuasi keluar dari Beirut diangkut dengan kapal-kapal laut di bawah kawalan Perancis dan Italia. PBB Mengirim sejumlah pasukan penjaga perdamaian. Sebab itu, Israel kemudian menghentikan serangannya, setidaknya untuk sementara waktu. Ini terjadi beberapa saat mendekati September 1982.
Di Beirut, orang-orang keluar dari tempat perlindungan dan membersihkan semua puing-puing dan jalanan. Harapan hidup kembali bersinar di mata-mata mereka. Bukan itu saja, sesuai permintaan PBB, para ibu-ibu Palestina juga menyerahkan semua senjata api yang tadinya disimpan di dalam rumah sebagai alat penjagaan diri kepada lembaga internasional.
“Harapan akan perdamaian terlihat di mata mereka. Para ibu-ibu Palestina menyerahkan semua senjata yang mereka miliki. Mereka mulai membersihkan jalan dan puing-puing rumahnya. Anak-anak kecil mulai bisa berlarian, bermain di jalan-jalan yang masih terlihat kotor oleh puing-puing yang disingkirkan ke pinggirnya. Mereka sangat yakin bahwa kehidupan akan pulih seperti sedia kala, ” ujar Dokter Ang.
Namun apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Setelah jalan-jalan bersih dari tumpukan karung-karung berisi pasir, bersih dari beton-beton dan batu-batu yang tadinya sengaja dipasang sebagai barikade, setelah keluarga-keluarga Palestina di kamp pengungsian tidak lagi memiliki senjata, maka suatu malam, 14 September 1982, sebuah ledakan besar terdengar di seantero Lebanon. Calon Presiden Lebanon dari kalangan Kristen, Bashir Gemayel terbunuh.
Esok paginya, saat hari masih gelap, udara Lebanon dipenuhi gelegar raungan pesawat-pesawat tempur Israel. Burung-burung besi itu secara royal menjatuhkan bom-bom yang kembali melantakkan Beirut.
Bumi tempat Dokter Ang Swee Chai berpijak dirasakan bergetar oleh deru ratusan tank Merkava milik Israel yang berkonvoi masuk Beirut dan mengepung kamp pengungsian Sabra-Shatila. Tank-tank ini diikuti oleh tentara infanteri Israel dan sekutu mereka, Milisi Phalangis, yang terdiri dari orang-orang Kristen Lebanon bersenjata yang memang dekat dengan kaum Yahudi.
Kamp-kamp pengungsian yang waktu itu hanya dihuni oleh kaum wanita, jompo, dan anak-anak kecil serta bayi, karena para pejuang Palestina yang terdiri dari laki-laki muda telah pergi, kembali senyap. Mereka kembali masuk kembali ke rumah-rumahnya yang telah hancur dan mengunci diri di dalamnya. Kepungan yang dilakukan tank-tank dan tentara Israel sangat rapat sehingga seekor kucing pun tak akan bisa meloloskan diri.
Dokter Ang Swee Chai pagi hari segera menuju Rumah Sakit Gaza yang terletak tidak jauh dari kamp pengungsian Sabra-Shatila. Sepanjang hari Beirut Barat dihujani bom yang dimuntahkan dari tank dan pesawat pembom.
“Pukul empat kurang lima belas menit di sore hari, zona pengeboman telah mendekati jarak tiga perempat kilometer dari rumah sakit, orang-orang yang berusaha meninggalkan kamp telah kembali dan mengatakan jika semua jalan yang mengarah ke kamp telah diblokir oleh tank-tank Israel, ” tulis Dokter Ang.
Tidak sampai sejam kemudian, tentara Israel menyerbu Rumah Sakit Akka dan menembak mati para perawat, dokter, dan seluruh pasien. Seluruh perempuan di rumah sakit tersebut diketahui diperkosa dahulu sebelum dibunuh. Orang-orang yang berada di sekitar rumah sakit berlarian ke sana kemari mencari tempat yang dianggapnya aman. Mereka berteriak-teriak bahwa tentara Israel mengejar mereka dengan tank.
Ketika malam tiba, suara dentuman meriam dan ledakan besar tidak lagi terdengar, hanya saja rentetan senapan mesin masih berlangsung sepanjang malam. Langit di atas kamp Sabra-Shatila terang benderang oleh peluru-peluru suar yang ditembakkan oleh tank dan helikopter.
Menjelang pagi, raungan pesawat tempur kembali terdengar disusul suara ledakan keras di sana-sini. Rentetan tembakan tidak pernah berhenti.
“Ini membuatku bertanya-tanya apakah di kamp itu masih ada pejuang-pejuang Palestina?” tanya Dokter Ang keheranan karena ia tahu betul bahwa tidak ada seorang pejuang Palestina pun yang masih ada di kamp.
Ketika hari mulai siang, Dokter Ang kedatangan banyak sekali perempuan-perempuan Palestina yang terluka tembak. Dari mereka Doker Ang mengetahui jika tentara Israel mengawal anggota-anggota milisi Kristen Phalangis untuk membantai orang-orang Palestina di kamp Sabra-Shatila.
Dalam bukunya, Dokter Ang yang menjadi salah satu saksi mata tragedi pembantaian kamp Sabra-Shatila menulis, “Tentara-tentara Israel dan sekutunya itu merangsek ke rumah-rumah dan gang-gang kecil sambil menembakkan senjata mereka dengan royal. Granat dan dinamit mereka lemparkan ke jendela-jendela rumah yang penuh berisi orang. Para perempuan banyak yang diperkosa sebelum dibunuh. Para bayi Palestina diremukkan tulang-tulang dan kepalanya sebelum dibunuh. Banyak anak-anak kecil dilempar ke dalam api yang menyala-nyala, yang lain tangan dan kakinya dipatahkan oleh popor senjata. Untuk pertama kalinya, aku menangis di sini. ”
Sejarah mencatat, pembantaian Sabra Shatila merupakan genosida paling berdarah. Hanya dalam waktu tiga hari, tidak kurang dari 3. 297 orang Palestina—kebanyakan para perempuan dan anak kecil, bahkan bayi-bayi—menemui ajal dengan cara yang amat mengerikan. Anehnya, PBB dan dunia internasional tidak mengecam tragedi besar ini. Media Barat pun banyak yang berupaya menutup-nutupi fakta yang terjadi.
Doktrin Rasisme Talmud
Yang jadi pertanyaan: Mengapa orang-orang Israel itu mampu melakukan kesadisan dan kebiadaban yang amat mengerikan terhadap orang Palestina yang sama sekali tidak berdaya apa-apa.
Jawabannya diberikan sejarawan Illan Pappe, seorang Yahudi yang menyandang julukan “Orang Israel yang paling dibenci di Israel”.
Pappe adalah salah satu sejarawan Yahudi yang memilih memihak pada hati nurani dan tanpa takut membongkar mitos-mitos Zionisme. Saat ditanya, kenapa orang Israel bisa melakukan berbagai kekejaman terhadap orang Palestina, Pappe menjawab, “Ini buah dari sebuah proses panjang pengajaran paham, indoktronasi, yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak, semua anak Yahudi di Israel dididik dengan cara ini. Anda tidak dapat menumbangkan sebuah sikap yang ditanamkan di sana dengan sebuah mesin indoktrinasi yang kuat, yaitu menciptakan sebuah persepsi rasis tentang orang lain yang digambarkan sebagai primitif, hampir tidak pernah ada, dan penuh kebencian: Orang itu memang penuh kebencian, tapi penjelasan yang diberikan di sini adalah ia terlahir primitif, Islam, anti-Semit, bukan bahwa ia adalah seorang yang telah dirampas tanahnya. ” (Baudoin Loos, “An Interview of Illan Pappe, ” 29 Nov 1999,
http://www.josephcooper.eu/videos/21.html,
http://www.counterpunch.org/barat06062008.html
Indoktrinasi terhadap anak-anak Israel berlanjut hingga ia besar. Ayat-ayat Talmud dijadikan satu-satunya “pedoman moral” bagi mereka. Yang paling utama adalah indoktrinasi bahwa hanya bangsa Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang yang lain adalah hewan.
Sejak Usia Dini
Penanaman doktrin rasisme yang terdapat dalam Talmud dilakukan para orangtua kaum Zionis kepada anak-anak mereka sejak dini. Survei yang diadakan oleh Ary Syerabi, mantan perwira dari Satuan Anti Teror Israel, terhadap 84 anak-anak Israel usia sekolah dasar, saat dia bergabung dengan London Institute for Economic Studies, sungguh mengguncang nalar kita.
Ketika itu Ary ingin mengetahui perasaan apa yang ada di dalam benak anak-anak Israel terhadap anak-anak Palestina sebaya mereka yang sesungguhnya. Kepada anak-anak Israel itu Ary memberikan sehelai kertas dan pensil, lalu kepada mereka Ary berkata, “Tulislah surat buat anak-anak Palestina, surat itu akan kami sampaikan pada mereka. ”
Hasilnya sungguh mencengangkan. Anak-anak Israel yang menyangka suratnya benar-benar dikirim kepada anak-anak Palestina menulis surat mereka dengan sebenar-benarnya, keluar dari hati terdalam. Apa saja yang mereka tulis?
Salah satu surat ditulis oleh seorang anak perempuan Israel berusia 8 tahun. Ia mengaku menulis surat kepada anak perempuan Palestina seusianya. Isi suratnya antara lain:
“Sharon akan membunuh kalian dan semua penduduk kampung… dan membakar jari-jari kalian dengan api. Keluarlah dari dekat rumah kami, wahai monyet betina. Kenapa kalian tidak kembali ke (tempat) dari mana kalian datang? Kenapa kalian mau mencuri tanah dan rumah kami? Saya mempersembahkan untukmu gambar (ini) supaya kamu tahu apa yang akan dilakukan Sharon pada kalian…ha…ha…ha”
Bocah Israel itu menggambar sosok Sharon dengan kedua tangannya menenteng kepala anak perempuan Palestina yang meneteskan darah.(!)
Ayat-Ayat Talmud
Di bawah ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin perang tentara Israel. Dalam peperangan, seorang tentara Israel wajib mendaras Talmud dalam kesempatan yang khusus. Terlebih di hari Sabbath (Sabtu).
- “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a)
- “Semua anak keturunan Ghoyim sama dengan binatang, ” (Yebamoth 98a)
- “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh, ” (Soferim 15, Kaidah 10)
- “Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan, ” (Chullin, 19b)
- “Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakuan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka, ” (Sanhedrin, 58b)
- “Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim, ” (Chagigah 15b)
- “Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (Non-Yahudi) , ” (Zhohar 25b)
Salah seorang warga London yang setia menyimak perkembangan serangan Israel ke Lebanon itu adalah Ang Swee Chai, seorang perempuan, dokter ortopedis kelahiran Malaysia. Sebagai seorang tenaga medis, Dokter Ang begitu miris melihat banyaknya korban sipil yang jatuh akibat serangan itu yang terdiri dari anak-anak kecil dan perempuan tak berdosa.
Dalam bukunya yang menggetarkan “From Beirut to Jerusalem” (Kualalumpur, 2002), Dokter Ang menulis, “Lebanon dan Beirut adalah nama-nama asing bagiku. Sedangkan Israel sebaliknya. Gereja telah mengajarkanku bahwa anak-cucu bangsa Israel adalah anak-anak pilihan Tuhan. Teman-temanku sesama Kristiani mengatakan bahwa berkumpulnya orang-orang Yahudi dari seluruh penjuru dunia di Negeri Israel adalah pemenuhan janji Tuhan yang terdapat dalam pengabaran-pengabar an di Kitab Injil. ”
“Aku berpihak pada Israel untuk alasan lain, ” lanjutnya, “Di London, aku menghabiskan waktu berjam-jam menonton acara teve yang menyiarkan penderitaan luar biasa orang-orang Yahudi di tangan Nazi. …Penciptaan Negara Israel, yang memberi semua orang Yahudi sebuah rumah yang membuat mereka terbebas dari penganiayaan dan siksaan, menurutku adalah suatu tindak keadilan—bahkan suatu keadilan dari Tuhan. ”
Namun pandangan dokter Ang berbalik seratus delapanpuluh derajat ketika lewat layar kaca dirinya menyaksikan kebrutalan yang dilakukan tentara Israel terhadap para pengungsi Palestina di Lebanon.
“Ini benar-benar membuatku marah. Aku tidak bisa memahami mengapa Israel melakukan hal demikian. …Dalam Kitab Perjanjian Lama, raksasa Goliath adalah termasuk orang Filistin penakluk yang meneror lawan-lawannya. Kisah David dan Goliath menjadi salah satu kisah kesukaanku. Pada anak-anak kecil aku suka sekali bercerita bagaimana si kecil David bisa mengalahkan si raksasa Goliath, ” tulis Dokter Ang yang sosok tubuhnya sendiri sangat mungil, tingginya hanya 150 sentimeter.
“Meski demikian, dari ulasan teve yang selalu kulihat, tampaknya Israel telah berubah menjadi Goliath; seorang raksasa yang angkuh yang membawa kehancuran, teror, dan kematian kepada saudaranya, Lebanon. …Mengebom orang-orang sipil, dan banyak dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, adalah cara pengecut dalam perang. Apakah Tuhan telah berpaling dari Lebanon?”
Dokter Ang kemudian menulis betapa sedih dirinya menyaksikan kebiadaban yang dipertontonkan ‘bangsa terpilih’ tersebut. “Pertama karena mereka telah disakiti oleh Israel, kedua karena aku seorang Kristen, dan ketiga aku adalah dokter. Aku sama sekali tak habis pikir betapa Israel tega menjatuhkan bom-bom fosfor ke tengah penduduk sipil di dalam kota yang sangat padat tersebut. ”
Tidak Sekadar Membunuh
Penderitaan bangsa Palestina dan Lebanon membuat Dokter Ang berangkat ke Beirut sebagai dokter sukarelawan. Di hari-hari pertama di Lebanon, Dokter Ang telah menjumpai banyak fakta bahwa di wilayah ini Israel telah melakukan semacam uji coba berbagai macam bom-bom terbaru buatan mereka.
Beberapa bom mutakhir Israel tersebut antara lain: Implosion bomb atau vacuum bomb yang dijatuhkan dari udara dan ketika meledak mampu menghisap satu blok bangunan sepuluh lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumpukan beton dan mengubur seluruh penghuninya hidup-hidup.
Selain itu ada lagi fragmentation bomb atau cluster bomb, yang juga dijatuhkan dari pesawat tempur. Beberapa puluh meter di atas udara, cluster bomb yang awalnya terlihat hanya satu akan memecah diri menjadi ratusan bola-bola besi kecil seukuran bola tenis dan menyebar dalam radius ratusan meter persegi. Bom-bom kecil ini tidak segera meledak dan tergeletak di dalam tanah. Jika seorang anak kecil mengutak-atiknya karena dikiranya sebuah mainan, maka bom ini akan meledak dan membunuh atau merusak bagian tubuh di anak tersebut. Bom ini biasanya sengaja dijatuhkan di lokasi padat penduduk.
Lalu ada fosfor bomb yang bersifat membakar. “Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir, ” ujar Doker Ang.
Dalam bukunya, dokter yang bersuamikan seorang warga Inggris ini mengatakan bahwa Israel jelas tidak ingin sekadar membunuh musuh-musuhnya namun juga ingin membuat musuh-musuhnya menderita berkepanjangan sebelum menemui ajal.
Pembantaian Sabra-Shatila
Sabra-Shatila adalah nama dua buah kamp pengungsian Palestina di wilayah Beirut Barat yang letaknya berhimpitan. Selain Sabra-Shatila, ada pula kamp pengungsi Mar Elias, Bour el-Brajneh, dan sebagainya.
Seperti layaknya kamp-kamp pengungsian Palestina lainnya, kamp pengungsian Sabra-Shatila yang luasnya tidak begitu besar dihuni oleh ribuan warga Palestina. Mereka tinggal di dalam kamar-kamar sempit dan kumuh di mana fasilitas sanitasi dan kesehatan sangat tidak layak.
Beberapa pekan bertugas di Beirut, untuk menghentikan serangan membabi-buta yang dilakukan Israel, para pejuang Palestina akhirnya dievakuasi keluar dari Beirut diangkut dengan kapal-kapal laut di bawah kawalan Perancis dan Italia. PBB Mengirim sejumlah pasukan penjaga perdamaian. Sebab itu, Israel kemudian menghentikan serangannya, setidaknya untuk sementara waktu. Ini terjadi beberapa saat mendekati September 1982.
Di Beirut, orang-orang keluar dari tempat perlindungan dan membersihkan semua puing-puing dan jalanan. Harapan hidup kembali bersinar di mata-mata mereka. Bukan itu saja, sesuai permintaan PBB, para ibu-ibu Palestina juga menyerahkan semua senjata api yang tadinya disimpan di dalam rumah sebagai alat penjagaan diri kepada lembaga internasional.
“Harapan akan perdamaian terlihat di mata mereka. Para ibu-ibu Palestina menyerahkan semua senjata yang mereka miliki. Mereka mulai membersihkan jalan dan puing-puing rumahnya. Anak-anak kecil mulai bisa berlarian, bermain di jalan-jalan yang masih terlihat kotor oleh puing-puing yang disingkirkan ke pinggirnya. Mereka sangat yakin bahwa kehidupan akan pulih seperti sedia kala, ” ujar Dokter Ang.
Namun apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Setelah jalan-jalan bersih dari tumpukan karung-karung berisi pasir, bersih dari beton-beton dan batu-batu yang tadinya sengaja dipasang sebagai barikade, setelah keluarga-keluarga Palestina di kamp pengungsian tidak lagi memiliki senjata, maka suatu malam, 14 September 1982, sebuah ledakan besar terdengar di seantero Lebanon. Calon Presiden Lebanon dari kalangan Kristen, Bashir Gemayel terbunuh.
Esok paginya, saat hari masih gelap, udara Lebanon dipenuhi gelegar raungan pesawat-pesawat tempur Israel. Burung-burung besi itu secara royal menjatuhkan bom-bom yang kembali melantakkan Beirut.
Bumi tempat Dokter Ang Swee Chai berpijak dirasakan bergetar oleh deru ratusan tank Merkava milik Israel yang berkonvoi masuk Beirut dan mengepung kamp pengungsian Sabra-Shatila. Tank-tank ini diikuti oleh tentara infanteri Israel dan sekutu mereka, Milisi Phalangis, yang terdiri dari orang-orang Kristen Lebanon bersenjata yang memang dekat dengan kaum Yahudi.
Kamp-kamp pengungsian yang waktu itu hanya dihuni oleh kaum wanita, jompo, dan anak-anak kecil serta bayi, karena para pejuang Palestina yang terdiri dari laki-laki muda telah pergi, kembali senyap. Mereka kembali masuk kembali ke rumah-rumahnya yang telah hancur dan mengunci diri di dalamnya. Kepungan yang dilakukan tank-tank dan tentara Israel sangat rapat sehingga seekor kucing pun tak akan bisa meloloskan diri.
Dokter Ang Swee Chai pagi hari segera menuju Rumah Sakit Gaza yang terletak tidak jauh dari kamp pengungsian Sabra-Shatila. Sepanjang hari Beirut Barat dihujani bom yang dimuntahkan dari tank dan pesawat pembom.
“Pukul empat kurang lima belas menit di sore hari, zona pengeboman telah mendekati jarak tiga perempat kilometer dari rumah sakit, orang-orang yang berusaha meninggalkan kamp telah kembali dan mengatakan jika semua jalan yang mengarah ke kamp telah diblokir oleh tank-tank Israel, ” tulis Dokter Ang.
Tidak sampai sejam kemudian, tentara Israel menyerbu Rumah Sakit Akka dan menembak mati para perawat, dokter, dan seluruh pasien. Seluruh perempuan di rumah sakit tersebut diketahui diperkosa dahulu sebelum dibunuh. Orang-orang yang berada di sekitar rumah sakit berlarian ke sana kemari mencari tempat yang dianggapnya aman. Mereka berteriak-teriak bahwa tentara Israel mengejar mereka dengan tank.
Ketika malam tiba, suara dentuman meriam dan ledakan besar tidak lagi terdengar, hanya saja rentetan senapan mesin masih berlangsung sepanjang malam. Langit di atas kamp Sabra-Shatila terang benderang oleh peluru-peluru suar yang ditembakkan oleh tank dan helikopter.
Menjelang pagi, raungan pesawat tempur kembali terdengar disusul suara ledakan keras di sana-sini. Rentetan tembakan tidak pernah berhenti.
“Ini membuatku bertanya-tanya apakah di kamp itu masih ada pejuang-pejuang Palestina?” tanya Dokter Ang keheranan karena ia tahu betul bahwa tidak ada seorang pejuang Palestina pun yang masih ada di kamp.
Ketika hari mulai siang, Dokter Ang kedatangan banyak sekali perempuan-perempuan Palestina yang terluka tembak. Dari mereka Doker Ang mengetahui jika tentara Israel mengawal anggota-anggota milisi Kristen Phalangis untuk membantai orang-orang Palestina di kamp Sabra-Shatila.
Dalam bukunya, Dokter Ang yang menjadi salah satu saksi mata tragedi pembantaian kamp Sabra-Shatila menulis, “Tentara-tentara Israel dan sekutunya itu merangsek ke rumah-rumah dan gang-gang kecil sambil menembakkan senjata mereka dengan royal. Granat dan dinamit mereka lemparkan ke jendela-jendela rumah yang penuh berisi orang. Para perempuan banyak yang diperkosa sebelum dibunuh. Para bayi Palestina diremukkan tulang-tulang dan kepalanya sebelum dibunuh. Banyak anak-anak kecil dilempar ke dalam api yang menyala-nyala, yang lain tangan dan kakinya dipatahkan oleh popor senjata. Untuk pertama kalinya, aku menangis di sini. ”
Sejarah mencatat, pembantaian Sabra Shatila merupakan genosida paling berdarah. Hanya dalam waktu tiga hari, tidak kurang dari 3. 297 orang Palestina—kebanyakan para perempuan dan anak kecil, bahkan bayi-bayi—menemui ajal dengan cara yang amat mengerikan. Anehnya, PBB dan dunia internasional tidak mengecam tragedi besar ini. Media Barat pun banyak yang berupaya menutup-nutupi fakta yang terjadi.
Doktrin Rasisme Talmud
Yang jadi pertanyaan: Mengapa orang-orang Israel itu mampu melakukan kesadisan dan kebiadaban yang amat mengerikan terhadap orang Palestina yang sama sekali tidak berdaya apa-apa.
Jawabannya diberikan sejarawan Illan Pappe, seorang Yahudi yang menyandang julukan “Orang Israel yang paling dibenci di Israel”.
Pappe adalah salah satu sejarawan Yahudi yang memilih memihak pada hati nurani dan tanpa takut membongkar mitos-mitos Zionisme. Saat ditanya, kenapa orang Israel bisa melakukan berbagai kekejaman terhadap orang Palestina, Pappe menjawab, “Ini buah dari sebuah proses panjang pengajaran paham, indoktronasi, yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak, semua anak Yahudi di Israel dididik dengan cara ini. Anda tidak dapat menumbangkan sebuah sikap yang ditanamkan di sana dengan sebuah mesin indoktrinasi yang kuat, yaitu menciptakan sebuah persepsi rasis tentang orang lain yang digambarkan sebagai primitif, hampir tidak pernah ada, dan penuh kebencian: Orang itu memang penuh kebencian, tapi penjelasan yang diberikan di sini adalah ia terlahir primitif, Islam, anti-Semit, bukan bahwa ia adalah seorang yang telah dirampas tanahnya. ” (Baudoin Loos, “An Interview of Illan Pappe, ” 29 Nov 1999,
http://www.josephcooper.eu/videos/21.html,
http://www.counterpunch.org/barat06062008.html
Indoktrinasi terhadap anak-anak Israel berlanjut hingga ia besar. Ayat-ayat Talmud dijadikan satu-satunya “pedoman moral” bagi mereka. Yang paling utama adalah indoktrinasi bahwa hanya bangsa Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang yang lain adalah hewan.
Sejak Usia Dini
Penanaman doktrin rasisme yang terdapat dalam Talmud dilakukan para orangtua kaum Zionis kepada anak-anak mereka sejak dini. Survei yang diadakan oleh Ary Syerabi, mantan perwira dari Satuan Anti Teror Israel, terhadap 84 anak-anak Israel usia sekolah dasar, saat dia bergabung dengan London Institute for Economic Studies, sungguh mengguncang nalar kita.
Ketika itu Ary ingin mengetahui perasaan apa yang ada di dalam benak anak-anak Israel terhadap anak-anak Palestina sebaya mereka yang sesungguhnya. Kepada anak-anak Israel itu Ary memberikan sehelai kertas dan pensil, lalu kepada mereka Ary berkata, “Tulislah surat buat anak-anak Palestina, surat itu akan kami sampaikan pada mereka. ”
Hasilnya sungguh mencengangkan. Anak-anak Israel yang menyangka suratnya benar-benar dikirim kepada anak-anak Palestina menulis surat mereka dengan sebenar-benarnya, keluar dari hati terdalam. Apa saja yang mereka tulis?
Salah satu surat ditulis oleh seorang anak perempuan Israel berusia 8 tahun. Ia mengaku menulis surat kepada anak perempuan Palestina seusianya. Isi suratnya antara lain:
“Sharon akan membunuh kalian dan semua penduduk kampung… dan membakar jari-jari kalian dengan api. Keluarlah dari dekat rumah kami, wahai monyet betina. Kenapa kalian tidak kembali ke (tempat) dari mana kalian datang? Kenapa kalian mau mencuri tanah dan rumah kami? Saya mempersembahkan untukmu gambar (ini) supaya kamu tahu apa yang akan dilakukan Sharon pada kalian…ha…ha…ha”
Bocah Israel itu menggambar sosok Sharon dengan kedua tangannya menenteng kepala anak perempuan Palestina yang meneteskan darah.(!)
Ayat-Ayat Talmud
Di bawah ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin perang tentara Israel. Dalam peperangan, seorang tentara Israel wajib mendaras Talmud dalam kesempatan yang khusus. Terlebih di hari Sabbath (Sabtu).
- “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a)
- “Semua anak keturunan Ghoyim sama dengan binatang, ” (Yebamoth 98a)
- “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh, ” (Soferim 15, Kaidah 10)
- “Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan, ” (Chullin, 19b)
- “Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakuan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka, ” (Sanhedrin, 58b)
- “Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim, ” (Chagigah 15b)
- “Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (Non-Yahudi) , ” (Zhohar 25b)
Label:
PENGETAHUAN UMUM
Blog Archive
- ▼ 2011 (1433)
- ► 2010 (3216)