Sunday, June 12, 2011

Mitos Keliru Tentang Mie Instant, Bermanfaat!



Banyak isu berseliweran seputar makanan instan yang membuat hati tak tenang. Misalnya saja soal lilin yang katanya menempel pada mi, atau tentang cara pengolahan yang harus pas agar aman di konsumsi. Ikuti penjelasan Prof.Dr.F.G.Winarno, mantan Presiden Codex Dunia & Ketua Dewan Pakar PIPIMM (Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman) mengenai mie instan.

Dibalik kelezatannya banyak persepsi salah yang beredar seputar mi instan.Daripada terjebak isu tak jelas, mari Bro dan Sis smua pahami fakta seputar makanan favorit ini.


Mitos : Mi instan mengandung lilin. Oleh karena itu, ketika dimasak airnya menguning.

Fakta : SALAH. Mi instan tidak menggunakan lilin. Lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Lilin sebenarnya ada pada makanan alami, spt apet/kubis. Kubis jika dicuci dengan air tidak langsung basah, atau apel yang jika di gosok akan mengilap. Itulah lilin yang memang diciptakan alam


Mitos : Mi instan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

Fakta : Dalam proses pembuatannya mi instan menggunakan metode khusus agar lebih awet, namun sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu cara pengawetan mi instan adalah deep frying yang bisa menekan rendah kadar air(sekitar 5%). Metode lain adalah air hot drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan. asalkan kemasannya terlndung secara sempurna. Kadar air yang sangat minim ini, tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah mi instan tidak beraroma tengik serta tidak menggumpal basah. Langkah terakhir untuk memastikan mi instant layak konsumsi adalah perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya


Mitos : Metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mi

Fakta : Justru air rebusan mi pertama yang mengandung kandungan takaroten yang tinggi. Semua vitamin (dari minyak dan bumbu) yang larut dalam air terdapat dalam air rebusan pertama ketika memasak mi. Apabila air rebusan di ganti dengan air matang baru, semua vitaminnya menghilang. Selain itu, minyaklah yang membuat mi (atau makanan lain) lebih enak. Jadi air rebusan pertama tidak perlu dibuang. Dan kandungan betakaroten juga tecoferol dalam minyak sangat berguna memenuhi kebutuhan gizi


Mitos : Penggunaan styrofoam berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika styrofoam terkena air panas, seperti ketika memasak mi instan dalam cup.

Fakta : Styrofoam untuk mi instan cup terbukti aman di gunakan, karena telah melewati standar BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan. Cup yang dipakai mi instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. ia memang bisa menyerap panas, ini terbukti setelah di seduh air panas, tidak terasa panas di tangan ketika dipegang. Tetapi karena proses pressingnya memenuhi standar, tidak menyebabkan molekul styrofoam larut (rontok) bersama mi instan yang di seduh air panas. Jadi, jika selama ini khawatir dengan mi instan menempel pada cupnya ketika di seduh air panas, sematamata disebabkan tingginya kadar minyak dalam mi (sekitar 20%). Desain pun dibuat berbeda yaitu dengan menambahkan gerigi dibagian atas cup, sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren yang di gunakan mi instan cp telah melewati penelitan BPOM dan Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan. Berdasar penelitian tsb, kemasan ini aman digunakan.


Mitos : Mi instan kenyal karena bahan bakunya adalah karet.

Fakta : Sama sekali tidak ada bahan karet dalam bahan baku mi insta. Mi instan dibuat dari bahan bahan berkualitas tinggi dan pilihan terbaik seperti tepung terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1,B2 dan asam folat. Begitu pula dengan bumbu, yaitu bawang merah, cabe merah, bawang putih, dan rempahrempah. Pembuatannya pun digarap serius. Melewati proses pengeringan yang telah dipaparkan sebelumnya, seperti hot air drying atau deep frying. Karena itulah mi instan kenyal dan tidak mudah putus.


SEMOGA BERMANFAAT


SOURCE

Perbedaan Mobil Jepang dan Mobil Barat

Segi Penamaan
Mobil Eropa kebanyakan menggunakan angka / nomor untuk seri produk mobilnya, contoh bmw 318, mercedes 180, volvo 960, peugeot 307, fiat 131, porsce 911, renault 18 tl, citroen 19 gti dan lainnya.

Sedangkan Jepang cenderung memberi nama corola, crown, camry, terano, miata, skyline, prelude, alphard,,,,,

Dari segi mesin
Mobil eropa cenderung menggunakan mesin dengan kapasitas murni sebagai contoh Mercedes A140 cc 1400cc mesin asli mercedes 1423cc BMW318i 1800cc mesin asli 1845cc
Mobil Jepang :
Kijang 1800cc = mesin kijang hanya 1785cc Camry 2400cc = mesin camry hanya 2387cc jazz 150cc = mesin jazz jhany 1479cc

Dari segi bodi
Plat bodi mobil eropa menggunakan ketebalan 1,2m/m sampai 2m/m dan bahan rata2 galvalum tidak mudah karat

Jepang 0,40m/m sampai 1,00m/m menggunakan besi logam ketahanan 10 tahun , slth itu mudah berkarat dan tipis

Dari segi bobot
A140 bobot +/- 1.500kg, Jazz bobot +/- 1.250kg

Peletakan setir
Eropa = setir kiri karena mengemudi di lajur kanan (kecuali Inggris & Irlandia yang mengikuti Jepang)

Lalu lintas lajur kanan
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kiri.
* Lalu lintas yang belok ke kiri harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kanan jalan.
* Lalu lintas di jalan memutar berlawanan arah jarum jam.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kiri.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kiri terlebih dahulu.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kiri.
artikel dari www.kaskuslover.tk / haxims.blogpot.com
Jepang = setir kanan karena mengemudi di lajur kiri (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor Timur mengikuti cara Jepang ini )

Lalu lintas lajur kiri
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kanan.
* Lalu lintas yang belok ke kanan harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kiri jalan.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kanan.
* Lalu lintas di jalan memutar searah jarum jam.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kanan terlebih dahulu.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kanan.
artikel dari www.kaskuslover.tk / haxims.blogpot.com


SOURCE

Cara Kerja PLT Angin dan Teknologinya

www.haxims.blogspot.com

Angin adalah salah satu bentuk energi surya. Angin ini disebabkan oleh pemanasan rata atmosfer matahari, penyimpangan dari permukaan bumi, dan rotasi bumi. pola aliran angin yang diubah oleh medan bumi, badan air, dan vegetasi. Manusia menggunakan aliran angin, atau energi gerak, untuk berbagai tujuan: berlayar, terbang layang-layang, dan bahkan pembangkit listrik.Istilah energi angin atau tenaga angin menggambarkan proses dimana angin digunakan untuk menghasilkan tenaga mesin atau listrik. turbin angin mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik. Tenaga mesin ini dapat digunakan untuk tugas-tugas khusus (seperti menggiling biji-bijian atau memompa air) atau generator ini dapat mengkonversi daya mekanik menjadi listrik.Jadi, bagaimana turbin angin menghasilkan listrik? Secara sederhana, turbin angin bekerja kebalikan dari kipas angin. Bukannya menggunakan listrik untuk membuat angin, seperti kipas angin, turbin angin menggunakan angin untuk membuat listrik. Angin pisau yang berputar suatu poros, yang terhubung ke generator dan membuat listrik. Lihatlah turbin angin untuk melihat berbagai bagian. Lihatlah animasi turbin angin untuk melihat bagaimana cara kerja turbin angin.Pandangan udara dari pembangkit listrik tenaga angin menunjukkan bagaimana sekelompok turbin angin bisa membuat listrik untuk grid utilitas. listrik tersebut dikirim melalui transmisi dan jaringan distribusi ke rumah-rumah, bisnis, sekolah dan sebagainya.

Mempelajari lebih lanjut tentang teknologi energi angin:
1. Jenis turbin angin
2. Ukuran turbin angin
3. Bagian dalam turbin angin

Jenis turbin angin
turbin angin modern terbagi dalam dua kelompok dasar: kisaran sumbu horisontal, seperti yang terlihat pada foto dan desain sumbu vertikal, sebagai model untuk Darrieus-gaya pengocok telur, diberi nama setelah perusahaan penemu Prancis. turbin angin sumbu horisontal biasanya baik memiliki dua atau tiga modul. Turbin ini berbilah tiga dioperasikan 'melawan angin,' dengan modul menghadap ke angin.

Ukuran turbin angin
turbin skala Utility berbagai ukuran dari 100 kilowatt sama besar dengan beberapa megawatt. turbin besar dikelompokkan bersama-sama ke arah angin,yang memberikan kekuatan massal ke jaringan listrik.turbin kecil tunggal, di bawah 100 kilowatt, digunakan pada rumah, telekomunikasi, atau pemompaan air. turbin kecil kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan generator diesel, baterai dan sistem fotovoltaik. Sistem ini disebut sistem angin hibrid dan sering digunakan di lokasi terpencil di luar jaringan, di mana tidak tersedia koneksi ke jaringan utilitas.

Bagian dalam turbin angin
www.haxims.blogspot.com

Anemometer:
Mengukur kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke pengontrol.
Blades:
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan pisau pisau untuk 'mengangkat' dan berputar.
Brake:
Sebuah cakram rem, yang dapat diterapkan dalam mekanik, listrik, hidrolik atau untuk menghentikan rotor dalam keadaan darurat.
Controller:
pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam (mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan angin sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
Gear box:
Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800 rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar generator untuk menghasilkan listrik. gearbox adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan insinyur generator mengeksplorasi 'direct-drive' yang beroperasi pada kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu kotak gigi.
Generator:
Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 60 siklus listrik AC.
High-speed shaft:
drive generator
Low-speed shaft:
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
Nacelle:
nacelle berada di atas menara dan berisi gear box, poros kecepatan rendah dan tinggi, generator, kontrol, dan rem.
Pitch:
Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol kecepatan rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menghasilkan listrik.
Rotor:
pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor
Tower:
Menara yang terbuat dari baja tabung (yang ditampilkan di sini), beton atau kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan tinggi, menara tinggi memungkinkan turbin untuk menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan listrik lebih banyak.
Wind direction:
Ini adalah turbin 'pertama',yang disebut karena beroperasi melawan angin. turbin lainnya dirancang untuk menjalankan 'melawan arah angin,' menghadap jauh dari angin.
Wind vane:
Tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk menggerakkan turbin dengan koneksi yang benar dengan angin.
Yaw drive:
yaw drive yang digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin sebagai perubahan arah angin.
Yaw motor:
kekuatan drive yaw

Syarat – syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut:

www.haxims.blogspot.com

Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.

www.haxims.blogspot.com

Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.


SOURCE

Penyakit Baru Mirip AIDS Muncul di China



Negara mengabaikan penyakit ini sebagai ketakutan yang tak beralasan, tetapi para pasien telah sekarat.

Lin Feng 49 tahun dari Shanghai, mendadak jatuh sakit bulan Mei tahun 2008, dia mendadak merasakan otot-ototnya mengkerut dan sakit yang berat pada organ dalamnya. Telinganya mendengung dan persendiannya berbunyi. Dia juga menderita muscae volitantes (terlihat bintik-bintik) dan menemukan pembengkakan kelenjar getah bening yang merupakan elemen vital dari sistem kekebalan, telah hilang.

Lin memeriksakan diri di rumah sakit untuk pengecekan dan dinyatakan menderita gagal ginjal, hepatitis B dan herpetic gastritis pembengkakan di usus karena virus herpes. Dia muntah setiap habis makan. Dalam enam bulan, berat badannya telah turun dari 82 kg menjadi 52 kg.

Setelah 18 bulan, Lin mengatakan bahwa organ dalamnya semua terasa mengeras dan dia kesulitan untuk berjalan serta persendiannya berbunyi dan sakit, kulitnya terlihat seperti serabut, menderita kesakitan dibagian getah bening atot dan lapisan lemak dikulit membuatnya kesakitan. Walaupun dia mandi beberapa kali, dia mengatakan bahwa kulitnya selalu terasa lengket dan berminyak.

“Saya merasa diri sendiri sudah sekarat.” Dia mengatakan dia jatuh dalam keadaan putus asa yang sangat.

Ping An, seorang mantan militer China yang berusia 40an, mendadak merasa sakit setelah mengikuti acara reuni dengan teman-teman mantan militer tahun 2009.

“Saya tidak pernah menderita sakit kepala dan pening seperti itu. Kemudian saya mederita sakit kulit dan berjamur. Amandel saya membengkak. Saya memeriksakan diri sebanyak lima kali ke rumah sakit, tetapi kondisi saya tidak membaik.” katanya

Ping juga merasakan sakit keras di tulangnya dan beberapa organ dalamnya terasa mengeras.

“Saya kesakitan,” katanya. “Tulang saya kesakitan, tulang saya retak. Lidah saya memutih.”

Dia menambahkan dia mendeita tumor jantung, dengan kulitnya terlihat berwarna “keunguan.” Suatu hari kata dia mengalami seragan jantung ringan dan otot seluruh tubuhnya kejang.

“Ini merupakan keajaiban bahwa saya masih hidup,” katanya.

Seperti dua orang ini, ratusan orang di China melaporkan gejala seperti AIDS, dimana gagalnya sistem kekebalan mereka, tetapi pasien tidak positif terkena AIDS setelah menjalani pemeriksaan. Wartawan New Epoch Magazine melaporkan ditemukan puluhan kelompok chatting di Internet yang anggotanya ratusan, puluhan menyatakan mengidap gejala seperti AIDS.

Sebagian besar mengatakan mereka mendapatkan gejala ini setelah melakukan hubungan kelamin. Lin Peng dan Ping An adalah dua orang yang melaporkan mendapatkan gejala mirip AIDS, tetapi bukan karena berhubungan badan.

Pusat Pencegahan Penyakit China (CDC) mengabaikan pernyataan pasien dan memasukan mereka sebagai “ketakutan HIV.” atau HIV-phobia.

Menurut CDC karena mereka takut terjangkit AIDS, pasien ini mengalami masalah psikologi, yang menyebabkan mereka menderita sakit seperti gejala AIDS.

Apapun sebabnya, semakin bertambah orang yang mengalami penyakit misterius seperti AIDS yang mana mereka menemukan tidak ada perawatan yang bisa menyembuhkannya.

Seorang pria yang tidak mau disebut namanya mengatakan, “dalam kelompok kami banyak orang mengalami gejala ini telah meninggal. Orang-orang baru bergabung dengan kami. Kami sangat yakin ini bukan masalah psikologis, tetapi infeksi oleh virus. Kami tidak tahu apapun tentang penyakit ini. Dugaan saya pribadi bahwa mungkin jutaan orang di China mengalami penyakit yang sama.”

Para pasien mengatakan penyakit ini sebagai “HIV-negatif” karena mereka mengalami gejala seperti AIDS tetapi hasil uji klinis tidak menunjukkan positif AIDS.

Beberapa pasien yang menceritakan gejala penyakit ini mengatakan penyakit ini sangat menular dan bisa menyebar cepat jika melakukan hubungan sex tanpa pengaman, ciuman dan memakai perabotan makan yang sama dan bisa menyebar lewat keringat. Setelah mereka terinfeksi kekebalan tubuh mereka mulai menurun.

Sejauh ini orang-orang melaporkan ada enam gejala yang mana tidak terjadi pada mereka yang terjangkit positif-HIV : lidah dengan lendir putih, kurang elastisnya kulit, sakit persendian, pegal linu dan sensasi kulit mengkerut.

Gejala awalnya seperti demam ringan dan batuk, diikuti oleh gejala lainnya. Menurut kelompok Internet,banyak pasien yang meninggal dalam dua sampai lima tahun setelah mulai berkembangnya gejala diatas.

Semenjak ditemukannya penyakit seperti AIDS pada tahun 2000, tidak ada pasien yang diketahui sembuh, ungkap mereka.

Penyakit ini bisa menular keseluruh keluarga, mempertinggi ketakutan dari mereka yang menderita dari gejala penyakit ini. Kebanyakan yang terinfeksi berusia muda dan setengah baya dan dikatakan anak-anak mereka juga mengalami gejala yang sama. Seorang anak dikatakan telah terjangkit ketika dalam kandungan.

Gejala awal yang umum dilaporkan adalah membengkaknya cairan getah bening, sistem getah bening yang merupakan bagian kekebalan penting tubuh yang mana jika membengkak menandakan tubuh terkena infeksi virus.


Ketakutan Dulu atau Infeksi Lebih Dulu?

Di China ada perdebatan tentang “Ketakutan HIV” atau HIV-phobia apakah ini infeksi oleh virus atau karena masalah psikologis.

Kasus Lin Feng mungkin menguak sedikit cahaya tentang pertanyaan ini. Pada tahun 2008, ibu Lin menerima transfusi darah dalam operasi perutnya di rumah sakit Shanghai. Beberapa hari setelah kembali dari rumah sakit, ibunya mengalami pembengkakkan saluran getah bening dan luka-luka pada kulitnya. Persendiannya menjadi rentan dan lemas, kemudian seluruh tubuhnya menjadi lemah. Setelah itu kodisi seluruh fisiknya memburuk secara drastis.

Suatu hari, ibunya terluka dibelakang tangannya karena pecahan gelas dan dia juga terluka ketika membersihkan pecahan gelas. Dia terkena darah dari luka ibunya. Tiga hari kemudian, Lin mulai menderita gejala yang sama seperti ibunya.

“Saya pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian mereka mengatakan kepada saya bahwa saya punya masalah perut.”

Karena dia tidak bisa menemukan jenis penyakit yang dideritanya, dia mencari di Internet dan menemukan kelompok “AIDS-phobia.” “Kata-kata pasien sungguh menggenaskan dengan keputusasaan dan kesedihan. Saya mengatakan kepada mereka agar tidak khawatir dan atau cemas karena penyakit ini pasti akan dikenali. Sebagai hasilnya, pasien itu mengira saya adalah agen CDC dan mengeluarkan saya dari kelompok ini.” kata Lin.

Kemudian dengan semakin memburuk penyakitnya komunitas medis China tidak bisa berbuat apapun terhadap penyakit ini, Lin juga menjadi cemas dan putusasa.

Seorang pensiunan tentara, menggunakan nama Internet “Peace” mengakui dia tidak pernah menderita flu beberapa puluh tahun tetapi dia mengalami gejala AIDS belakangan ini.

“Pada tahu 2009 dalam sebuah pesta, saya tahu seseorang meludah pada minuman saya,” katanya. “Setelah saya pulang ke rumah, saya menyadari saya telah terinfeksi. Kemudian gejalanya satu persatu muncul. Dalam beberap bulan, saya secara tidak sengaja menyebarkan penyakit ini pada seluruh keluarga, tetangga, teman kantor dan teman lainnya. Banyak dari mereka punya jabatan tinggi.”

Dia menambahkan, “Saya pergi ke Kementrian Kesehatan Umum untuk melaporkan situasinya. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar tentang penyakit ini. CDC mengatakan kepada saya bahwa penyakit ini seharusnya tidak menular. Kalau demikian, mengapa tidak ada laporan dari luar negeri dan hanya ada di China? Dengan demikian mereka menganggap para pasien punya penyakit mental. Virus ini menyebar dengan rahasia dan orang-orang tidak punya kesiapan untuk mencegah.


Membalas Dendam

Seseorang yang minta namanya tidak di publikasikan mengungkap bahwa antara tahun 2008 sampai tahun 2009, sebuah kelompok Internet yang bernama “Harbor,” yang beranggotakan lebih dari 240 pasien AIDS-phobia, membentuk sebuah kelompok wisata untuk mendonasikan darahnya di kota besar antara Shezhen dan Shanghai. Mereka bertujuan untuk menyebarkan virus ini dan menambah orang yang terinfeksi sehingga pemerintah akan segera memberikan perhatian.

Karena pasien AIDS-phobia ini tidak positif dalam tes medis atau diketahui memiliki virus menular, maka mereka bisa lewat dalam tes darah. Kemudian darah yang mengandung virus AIDS-phobia memasuki pesediaan darah.

Ibu Lin Feng yang menerima transfusi darah terinfeksi dari rumah sakit di Shanghai dan mulai menyebarkan virusnya keseluruh keluarga, menyatakan gerakan Harbor telah mencapai tujuannya.

Anggota dari Harbor juga berkeliling di jalan-jalan yang sibuk. Mereka menyebarkan virus kepada semua wanita malam yang mereka temui. Pada tahun 2009, banyak wanita malam di klub dan di jalan telah terinfeksi.

Seorang wanita di Shenzhen dengan nama alias “The End” mengataka bahwa seluruh keluarganya meninggal setelah terinfeksi penyakit ini. Dia kemudian mengatakan dia melakukan hubungan kelamin dengan laki-laki untuk menyebarkan penyakitnya.

Seorang wanita bernama samaran “Fear” dari Kota Xiang Fan di Provinsi Hubei masih menularkan virus kepada orang-orang.

Salah seorang dari 50 orang yang berpartisipasi dalam pengujian laboratorium oleh CDC mengakui bahwa dia mendonorkan darahnya waktu lalu dan meludahi cangkir minum temannya untuk menyebarkan virus ini.

Pasien-pasien ini merahasiakan kehidupan mereka dari orang lain. Disamping mendiskusikan gejala penyakit mereka pada sesama pasien, mereka tidak membiarkan orang lain tahu keadaan mereka, walau keluarga dekat yang mereka tularkan. Mereka mengatakan mereka takut didiskriminasikan melawan kebencian dan diisolir dari masyarakat.

Sulit untuk mengetahui seberapa besar kelompok ini karena informasinya di blokir di China dan kelompok ini cendrung untuk mengurung diri. Bagi mereka yang ambil bagian di kelompok internet datang dari berbagai tempat di China dan dari berbagai kalangan masyarakat; mayoritas dari mereka yang masih muda.

“Saya mencoba semua jenis obat dan membuat catatan. Saya mencari jalan keluar. Ketika nanti hari itu tiba, ini yang bisa saya tinggalkan kepada anak-anak dan keluarga saya,” Ping An mengatakan. “Jika tidak ada obat dari penyakit ini, maka ini adalah bencana bagi umat manusia.”


SOURCE

Majalah Tempo Hilang Dari Peredaran

http://i50.tinypic.com/8xt3k3.jpg

Diduga majalah tempo hilang dari peredaran terkait artikel pada majalah tersebut, berikut artikelnya:

Aliran Janggal Rekening Jenderal

MEMEGANG saku kemeja lengan panjang batiknya, Komisaris Jenderal Ito Sumardi bertanya, 'Berapa gaji jenderal bintang tiga seperti saya?' Sambil tersenyum, Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia itu menjawab sendiri pertanyaannya, 'Hanya sembilan juta rupiah, sudah termasuk berbagai tunjangan.'

Ito menambahkan, Kepala Kepolisian RI, pejabat tertinggi di institusi itu, bergaji hanya sekitar Rp 23 juta, sudah termasuk aneka tunjangan. Buat biaya penanganan kasus, ia melanjutkan, polisi hanya memperoleh anggaran Rp 20 juta per perkara. Setiap kepolisian sektor-unit kepolisian di tingkat kecamatan-hanya diberi anggaran dua perkara per tahun. 'Selebihnya harus cari anggaran sendiri,' kata Inspektur Jenderal Dikdik Mulyana, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal, yang mendampingi Ito ketika wawancara dengan Tempo, Jumat pekan lalu.

Bukan sedang mengeluh, Ito menyampaikan 'urusan dapur' pejabat kepolisian itu buat menangkis tudingan terhadap sejumlah perwira yang diduga memiliki rekening mencurigakan. Dokumen yang memuat lalu lintas keuangan petinggi Polri itu beredar di tangan para perwira polisi dan jadi bahan gunjingan di Trunojoyo-Markas Besar Kepolisian. Disebut-sebut dokumen itu adalah ringkasan atas laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Soal ini, juru bicara Pusat Pelaporan, Natsir Kongah, tak mau berkomentar. 'Saya tidak bisa memberikan konfirmasi karena itu kewenangan penyidik,' katanya, Kamis pekan lalu.

Menurut salinan dokumen itu, enam perwira tinggi serta sejumlah perwira menengah melakukan 'transaksi yang tidak sesuai profil' alias melampaui gaji bulanan mereka. Transaksi paling besar dilakukan pada rekening milik Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Pada 2006, melalui rekening pribadi dan rekening anaknya, mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu mendapatkan setoran Rp 54 miliar, antara lain, dari sebuah perusahaan properti.

Daftar yang sama memuat, antara lain, nama Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal yang kini ditahan sebagai tersangka kasus korupsi. Ada pula Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Mathius Salempang, mantan Kepala Korps Brigade Mobil Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Komisaris Besar Edward Syah Pernong, juga Komisaris Umar Leha.

Dimintai konfirmasi soal nama-nama jenderal polisi pemilik rekening itu, Ito Sumardi secara tidak langsung membenarkan. Menurut dia, perwira-perwira itu termasuk dalam daftar 21 perwira pemilik rekening mencurigakan. Ia mengatakan telah menerima perintah Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri buat melakukan klarifikasi terhadap para perwira tersebut. 'Ini pembuktian terbalik, jadi menjadi beban mereka untuk menjelaskan asal-usul transaksinya,' katanya.

Cerita soal rekening janggal milik jenderal kepolisian juga pernah muncul pada akhir Juli 2005. Ketika itu, 15 petinggi kepolisian diduga memiliki rekening tak wajar. Termuat dalam dokumen yang diserahkan Kepala PPATK Yunus Husein kepada Jenderal Sutanto, Kepala Kepolisian ketika itu, sejumlah petinggi kepolisian diduga menerima aliran dana dalam jumlah besar dan dari sumber yang tak wajar. Sebuah rekening bahkan dikabarkan menampung dana Rp 800 miliar. Namun kasus ini hilang dibawa angin.

l l l

BANGUNAN itu terlihat paling besar dibanding sekitarnya. Terletak di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, satu rumah utama, tiga rumah tambahan, plus satu bangunan untuk petugas keamanan berdiri di tanah seluas 3.000 meter persegi.

Di halaman rumah terpajang ukiran berbentuk aksara 'B' setinggi dua meter. Air kolam renang yang cukup luas di halaman belakang berkilau memantulkan sinar matahari. Para tetangga menyebut bangunan itu sebagai 'rumah Pak Kapolda'. Inilah rumah Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, yang pernah menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Badrodin, yang kini menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian, adalah satu di antara sejumlah perwira yang melakukan transaksi mencurigakan. Menurut sumber Tempo, Badrodin membeli polis asuransi PT Prudential Life Assurance dengan premi Rp 1,1 miliar. Disebutkan dana tunai pembayaran premi berasal dari pihak ketiga.

Menjadi Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Medan pada 2000 hingga 2003, Badrodin juga menarik tunai Rp 700 juta di Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Bukit Barisan, Medan, pada Mei 2006. Transaksi ini, kata sumber tadi, dinilai 'tidak sesuai profilnya'. Sebab, penghasilan Badrodin setiap bulan berkisar Rp 22 juta, terdiri atas Rp 6 juta gaji, Rp 6 juta penghasilan dari bisnis, dan Rp 10 juta dari kegiatan investasi.

Hasil analisis rekening Badrodin juga memuat adanya setoran dana rutin Rp 50 juta setiap bulan pada periode Januari 2004-Juli 2005. Ada pula setoran dana Rp 120-343 juta. Dalam laporan itu disebutkan setoran-setoran tidak memiliki underlying transaction yang jelas.

Dimintai konfirmasi, Badrodin Haiti mengaku tidak berwenang menjawab. 'Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Badan Reserse Kriminal,' katanya. Komisaris Jenderal Ito Sumardi menyatakan timnya masih menunggu sejumlah dokumen pelengkap dari Badrodin.

Keanehan juga terdapat pada rekening Wenas, Bambang Suparno, Mathius Salempang, dan Susno Duadji serta sejumlah perwira menengah. Indikasi di rekening Wenas muncul pada 2005, ketika ia menjabat Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Pada 9 Agustus, isi rekening Wenas mengalir berpindah Rp 10,007 miliar ke rekening seseorang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Sejak pertama kali membuka rekening, transaksi perbankan Wenas hanya berupa transfer masuk dari pihak lain tanpa ada transaksi usaha (lihat 'Rekening dalam Sorotan').

'Profil' Wenas cukup mentereng. Rumahnya di Perumahan Areman Baru, Tugu, mewah, di atas tanah seribu meter persegi. Sejak tiga tahun lalu, keluarga Wenas pindah ke sebuah rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Depok. Tempo, yang menyambangi rumah Wenas di perumahan elite di Depok, Kamis pekan lalu, melihat dua Toyota Alphard dan satu sedan Toyota Camry terparkir di halaman rumah.

Kepada Tempo yang mewawancarainya, Wenas menolak tuduhan melakukan transaksi ilegal melalui rekeningnya. 'Semua itu tidak benar,' katanya. 'Dana itu bukan milik saya.'

Susno Duadji, yang getol membongkar praktek mafia hukum di institusinya, ternyata juga memiliki transaksi mencurigakan. Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini disebutkan menerima kiriman dana dari seorang pengacara berinisial JS Rp 2,62 miliar. Ia juga menerima kiriman dana dari seorang pengusaha berinisial AS dan IZM (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu). Selama periode 2007-2009, Susno telah menerima kiriman fulus dari tiga orang itu Rp 3,97 miliar. Terkait dengan aliran dana ini, Markas Besar Polri telah menetapkan JS sebagai tersangka.

Muhammad Assegaf, kuasa hukum Susno, menyatakan tidak pernah membahas soal transaksi mencurigakan punya kliennya. Di berbagai kesempatan sebelum ditahan, Susno berkali-kali membantah melakukan transaksi yang melanggar aturan. 'Semua transaksi itu perdata,' katanya.

l l l

TAK hanya perwira tinggi, transaksi yang membuat mata terbelalak pun dilakukan polisi dengan pangkat di bawahnya. Contohnya Umar Leha, terakhir berpangkat komisaris besar dan pernah 12 tahun bertugas sebagai Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Samsat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Menurut sumber Tempo, Umar pada Juni 2005 memiliki dana Rp 4,5 miliar. Duit disimpan dalam bentuk reksa dana dan deposito di Bank Mandiri. Sumber dana, menurut analisis transaksinya, diduga berasal dari setoran-setoran terkait dengan pengurusan STNK.

Di Makassar, Umar memiliki dua rumah besar dan empat mobil. Dua tahun lalu perwira pertama polisi ini mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan. Untuk itu, ia mengundurkan diri dari kepolisian dengan pangkat terakhir ajun komisaris besar polisi. Pada pemilihan kepala daerah, ia gagal.

Soal tudingan bermain saat masih berdinas, Umar membantahnya. Dia mengaku tidak pernah mengelola langsung uang negara dari pengurusan STNK. 'Apalagi mengambilnya,' ujarnya. 'Saya benar-benar tidak berani menyalahgunakan amanah itu.'

Rekening Edward Syah Pernong, Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, pun mengundang curiga. Menurut sumber Tempo, ketika menjabat Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat, ia menerima setoran Rp 470 juta dan Rp 442 juta pada Agustus dan September 2005 dari Deutsche Bank. Pada 15 September 2005, dia menutup rekening dengan saldo terakhir Rp 5,39 miliar. Edward mempersoalkan asal-usul data itu. 'Data itu bohong. Itu fitnah,' katanya kepada wartawan Tempo, Sohirin, di Semarang, Kamis pekan lalu. Ito Sumardi menyatakan tak mempersoalkan kekayaan Edward. 'Dia raja Lampung, kebun sawitnya luas,' kata Ito.

Kendati dibantah dari pelbagai penjuru, anggota Komisi Kepolisian, Adnan Pandupradja, menilai laporan dugaan transaksi mencurigakan harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian. Tanpa kejelasan pengusutan rekening-rekening itu, kata dia, citra kepolisian akan semakin terpuruk.

Neta S. Pane, Ketua Indonesia Police Watch, mendorong upaya pembuktian terbalik dari perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Sebab, ia menyatakan jenderal yang memiliki kekayaan melimpah patut dipertanyakan. Ia menambahkan, 'Jika hidup hanya dari gaji, sampai kiamat mereka tidak akan pernah bisa kaya.'



SOURCE

Saturday, June 11, 2011

Tips dan Trik Menghadapi Tes Kemampuan Akademik Untuk CPNS

APA ITU TES POTENSI AKADEMIK (TPA)?
Tes Potensi Akademik adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang akademik umum. Tes ini juga sering diidentikkan dengan tes kecerdasan seseorang. Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang sudah menjadi standar internasional.
Saat ini, Tes Potensi Akademik dijadikan sebagai salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SNMPTN pun pake Tes TPA
Selain itu, TPA juga dipergunakan secara luas sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

APA SAJA MATERI TES POTENSI AKADEMIK?
I. Tes Verbal
>Tes Sinonim
>Tes Antonim
>Tes Padanan Hubungan
>Tes Pengelompokan Kata

II. Tes Angka
>Tes Aritmetik
>Tes Seri Angka
>Tes Seri Huruf
>Tes Logika Angka
>Tes Angka Dalam Cerita

III. Tes Logika
>Tes Logika Umum
>Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
>Tes Logika Cerita
>Tes Logika Diagram

IV. Tes Gambar
Tes Padanan Hubungan Gambar
Tes Seri Gambar
Tes Pengelompokan Gambar
Tes Bayangan Cermin
Tes Identifikasi Potongan Gambar


1. Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA yang ada. Ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda akan
terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu saat tes TPA yang sebenarnya. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal.

2. Dalam tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena akan membebani anda saja. Yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur.

3. Saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan yang konsentrasi tapi rileks. Tidak tegang. Tidak panik.

4. Sebelum mulai mengerjakan, lihatlah jumlah soal dan jumlah waktu yang diberikan. Lalu hitunglah berapa alokasi waktu persoal. Misalkan persoal, anda punya waktu 30 detik, maka kerjakanlah masing-masing soal maksimal dalam waktu 25 detik saja. Sisa 5 detik ini penting untuk mengerjakans oal-soal yang terlewati atau masih ragu-ragu dalam jawaban. Jika dalam waktu 25 detik, anda tidak mampu menemukan jawabannya, lewati saja. Pokoknya lewati saja.

5. Selain mematuhi alokasi waktu per soal, upayakanpula menabung waktu. Jika dalam mengerjakansatu soal anda hanya membutuhkan 23 detik, maka
anda dapat menabung 7 detik. Ini sangat penting artinya di saat-saat akhir. Karena anda akan sangat memerlukan waktu untuk mengulangi soal yang
terlewati, soal yang masih ragu-ragu jawabannya,dan meneliti ulang lembar jawaban apakah arsiran pensilnya sudah hitam sempurna.

6. Jika anda menemukan soal (terutama soal dari tes angka) yang bentuknya belum pernah anda temukan sebelumnya dan anda tidak tahu bagaimana mengerjakan soal tersebut, maka jangan ambil pusing.
YA, JANGAN AMBIL PUSING
Lewati dulu. Berpusing-pusing ria terhadap soal tertentu yang anda belum tahu bentuknya danbagaimana mengerjakannya, akan menguras energi otak dan menguras stamina berfikir anda.

7. Jangan sekali-kali merasa penasaran dengan soal tertentu. Soal manapun saja. Disiplinlah dengan alokasi waktu per soal. Ikuti aturan GBYL. Gak Bisa ? Ya Lewati. Rasa penasaran terhadap soal tertentu ini sangat merugikan. Rasa penasaran ini dapat 'mengusik' konsentrasi anda dalam
mengerjakan soal-soal berikutnya.

8. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu. Semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang
sama.

9. Berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi psikis, mental dan kinerja otak memiliki hubungan erat. Jika kondisi psikis tenang, maka otak anda berada pada gelombang tertentu yang sangat kondusif untuk berpikir secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan tes TPA, bagi anda yang muslim, sempatkanlah pergi ke mushola atau ruangan untuk sholat, untuk melaksanakan sholat hajat (sholat dalam rangka bermohon sesuatu). Bermohonlah kepada Allah agar anda dapat melaksanakan tes TPA ini dengan baik dan melampaui skor minimum yang diharapkan. Anda dapat pula mencontoh doa Nabi Musa ketika yang bermohon agar dipermudah
urusannya, yaitu : (Ya Allah) 'Yassirlii Amrii...' Yang artinya Ya Allah, mudahkanlah urusanku. Dengan melaksanakan sholat hajat sebelum tes dan do'a tersebut, Insya Allah anda akan merasakan kondisi psikis dan mental yang lebih baik. Lebih tenang. Sehingga otak anda berada pada kondisi optimal untuk berpikir.

10. sudah maksimal berusaha? Berdoalah. sebelum dan sesudah mengerjakan tes. Dan bertawakkal terhadap hasil yang diterima. (klo hasilnya mengecewakan, berbesar hatilah.. sapa tau emank bukan jodoh dsini )


SOURCE

GoGo Sebuah Alat Pengangkut Yang Digunakan Sepanjang Hidup Anda

Penjelasan singkat:
Adakah satu produk yang akan berguna seluruh umur Anda?

Anda mungkin tidak dapat berpikir tentang itu?

Karena Tehknologi itu masih belum ada sampai sekarang dan seorang yang bernama Tory Orzeck yang sebenarnya diperuntukan untuk orang yang terkena obesitas dan tanpa sengaja berhasil menciptakan alat pengangkut yang mempunyai berbagai macam fungsi.

bisa dipakai untuk membangun kereta dorong bayi yang baru lahir, sebuah gerobak untuk bermain,sebuah koper untuk membawa sesuatu.

Dan ketika mereka menguburmu enam kaki di bawah tanah,anda bisa menggunakan alat ini dan sekalian akhir dari barang ini

gogo trensporter:

(dilihat dari sebelah kiri)kereta bayi tas koper dan gerobak untuk bermain anak-anak

gogo trensporter:

Gerobak mainana anak-anak
gogo trensporter:

alat yang dipakai untuk mengangkat benda berat
gogo trensporter:

alat yang digunakan untuk mengakut jenazah sampai ke liang lahat
Video:








Video:





SOURCE

Susu Coklat Lebih Manjur dari Minuman Energi




Iklan minuman energi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Mulai dari bentuk sachet, kaleng maupun botol. Tapi susu coklat bebas lemak ternyata lebih manjur memulihkan tenaga atlet ketimbang beragam minuman energi.

Para ahli sepakat bahwa pemulihan energi bagi atlet dua jam setelah latihan olahraga atau aktivitas berat lainnya adalah penting. Tetapi hal ini sering diabaikan.

Padahal setelah aktivitas berat, periode pemulihan penting bagi orang-orang yang aktif. Ini untuk membantu memaksimalkan stamina dan menjaga kinerja tetap prima pada aktivitas berikutnya.

Peneliti menemukan bahwa susu coklat bebas lemak dapat menjaga tubuh, mengisi dan membangun kembali otot-otot untuk membantu tubuh pulih kembali.

Susu coklat bebas lemak lebih efektif ketimbang cairan karbohidrat yang dirancang khusus untuk menambah energi.

Seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (4/6/2010), hasil temuan ini telah dipublikasikan oleh James Madison University pada konferensi American College of Sports Medicine, di Seattle.

Minum susu coklat bebas lemak setelah latihan olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, bisa membantu menyiapkan otot untuk melakukan pertandingan atau aktivitas berikutnya.

Kombinasi karbohidrat dan protein yang terkandung dalam susu coklat ditemukan dalam rasio yang paling menguntungkan dan paling cocok untuk memulihkan tenaga.

Seperti dilansir dari SawfNews, secara khusus peneliti menemukan keuntungan susu coklat, yaitu untuk:

1. Membangun otot kembali
Susu coklat bebas lemak lebih mampu meningkatkan sintesis protein otot rangka, yang berarti merupakan suatu tanda bahwa otot lebih mampu memperbaiki dan membangun kembali, dibanding minuman karbohidrat penambah energi dengan jumlah kalori yang sama.

2. Mengisi ‘bahan bakar’ otot yang habis
Studi menunjukkan bahwa susu coklat memiliki campuran karbohidrat dan protein untuk membantu otot mengisi ‘bahan bakar’ yang habis, yaitu glikogen. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan otot. Protein dalam susu coklat bebas lemak juga membantu membangun otot tanpa lemak.

3. Mengurangi kerusakan otot
Atlet berisiko mengalami kerusakan otot setelah latihan dan melakukan aktivitas berat. Peneliti menemukan bahwa minum susu coklat bebas lemak setelah latihan dapat membantu mengurangi kerusakan otot tersebut.

4. Menggantikan cairan tubuh yang hilang
Susu coklat juga memberikan cairan rehidrasi dan elektrolit dalam tubuh, seperti potasium, kalsium dan magnesium yang hilang dalam keringat. Kedua cairan ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan dapat menggantikan tenaga yang hilang setelah aktivitas berat.


SOURCE

Julia Gillard Perdana Menteri Wanita Australia Pertama



Julia Gillard menjadi perempuan Perdana Menteri pertama di Australia, setelah Kevin Rudd, meletakkan jabatan sebagai pemimpin Partai Buruh.

'Perdana menteri berikutnya dari Partai Buruh dan perempuan perdana menteri pertama di negeri ini ialah Julia Gillard,' kata pejabat kaukus Michael Forshaw kepada wartawan di Canberra, setelah keluar dari ruang pertemuan partai.

Menteri Keuangan Wayne Swan dipilih sebagai wakil pemimpin tanpa saingan. Forshaw mengatakan Rudd dan Partai Buruh telah menghadapi masa sulit.

'Ia memimpin kami menuju kemenangan pada 2007, kemenangan yang diperoleh ketika banyak orang mengira kami masih akan bertahun-tahun lagi jadi oposisi,' katanya.

'Itu adalah prestasi luar biasa, ia melakukan itu bersama Julia Gillard sebagai wakil pemimpin,' katanya.

Forshaw mengatakan ia sekarang menunggu dengan yakin pemilihan umum selanjutnya, yang dipimpin oleh tim baru tersebut.Gillard diperkirakan akan meraih 74 dari 112 suara kaukus Partai Buruh.

Gillard (48) tak menghadapi saingan melawan Rudd, setelah perdana menteri itu mengakui ia telah kehilangan dukungan pemimpin penting faksi dan dalam jajak pendapat setelah kemunduran serius dalam kebijakannya.

Rudd mulanya diperkirakan akan bersaing dalam perebutan suara Partai Buruh melawan Gillard, perempuan karir kelahiran Welsh yang masuk parlemen pada 1998.

Namun setelah terkuak kemungkinan ia akan kalah dalam pemungutan suara, dengan hanya memperoleh 30 suara rekannya di parlemen, dibandingkan dengan lebih dari 70 persen yang mungkin diraih Gillard, Rudd menyingkir pada saat terakhir.

Rudd, pemimpin Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah. meraih banyak suara dalam jajak pendapat sampai baru-baru ini, tapi dukungan buat dia telah merosot setelah perubahan kebijakan serius, termasuk mundur dalam rancangan perdagangan buangan karbon guna memerangi perubahan iklim.



SOURCE

Kepanjangan Gelar Akademis

Gelar Akademik
Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi. Gelar akademik kadangkala disebut dengan istilahnya dalam bahasa Belanda yaitu titel. Gelar akademik terdiri dari sarjana (bachelor), magister (master), dan doktor (doctor).

Gelar Akademik di Indonesia
Sarjana (S1)
Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :
-Doktorandus (Drs.)
-Doktoranda (Dra.) dan
-Insinyur (Ir.)
Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain:
-Sarjana Ekonomi (S.E.)
-Sarjana Hukum (S.H.)
-Sarjana Teknik (S.T.)
-Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP)
-Sarjana Agama (S.Ag.)
-Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
-Sarjana Komputer (S.Kom.) dan
-Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.)

Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Sarjana ini disebut sebagai Strata 1 atau biasa disingkat S1. Studi Sarjana terdiri dari 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun, gan...

Magister (S2)
Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain:
-Magister Manajemen (M.M.)
-Magister Sains (M.Si.)
-Magister Ilmu Komputer(M.Kom.)
-Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.)
-Magister Pendidikan (M.Pd.) dan
-Magister Teknik (M.T.)

Gelar magister ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Magister ini disebut sebagai Strata 2 atau biasa
disingkat S2.

Doktor (S3)
Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr. Strata pendidikan Doktor ini disebut sebagai Strata 3 atau biasa disingkat S3.

Kalo yang ini ngga beda-beda, gan...

Gelar Akademik di Hindia-Belanda dan Belanda
Doctorandus (Drs.)
Ingenieur (Ir.)
Meester in de Rechten (Mr.)

Eh, masa yang bawah Mr. gan? jadi inget Mr. Bean nih ane. lanjut gan!

Gelar akademik di negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon

Bachelor
Bachelor of Arts (B.A.)
Bachelor of Science (B.Sc.)
Bachelor in Computer Science
Bachelor of Law (L.L.B.)

Master
Master of Arts (M.A.)
Master of Science (M.Sc.)
Master of Engineering (M.Eng.)
Master of Busines Administration (M.B.A.)
Master of Theology (M.Th.)
Theologiae Magister (Th.M.)
Master of Laws (L.L.M.)

Doctor
Master of Philosophy (M.Phil.) (pra-S3)
Doctor of Philosophy (Ph.D.)
Doctor of Theology (Th.D.)
Doctor of Education (Ed.D.)

Anak smp biasanya pada bingung sama yang di atas tadi nih.

Gelar Akademik di Jerman
Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.)
Magister
Doktor + Bidang Studi: Dr. rer. nat., Dr. phil., Dr. iur., Dr. rer. oec., Dr. rer.pol., Dr. med., Dr.-Ing.


SOURCE

Friday, June 10, 2011

Hipotesa Mars Tempat Tinggal Manusia Makin Dekati Kebenaran

Hipotesa Mars Tempat Tinggal Manusia Makin Dekati Kebenaran

ADANYA HIPOTESA bahwa Planet Mars dapat menjadi tempat tinggal manusia, semakin mendekati kebenaran.

Hal itu dinyatakan oleh Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) bahwa kondisi planet merah cocok untuk mendukung kehidupan manusia, khususnya fakta bahwa Mars memiliki kandungan air.

Mineral silikat terhidrasi ditemukan oleh dua satelit, Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik badan antariksa AS, NASA yang mengorbit di dataran rendah sebelah utara Mars.

Ditemukan indikasi, bahwa air (hidrogen) pernah mengalir di sana. Menurut peneliti utama Mars dari Universitas Paris, Jean-Pierre Bibring, permukaan Mars dialiri air sekitar empat miliar tahun lalu dan hanya berlangsung beberapa ratus tahun.

“Penelitian menunjukkan pernah ada air di Mars, tapi bukan dalam bentuk laut besar,” kata Bibring, seperti dimuat laman News.com.au.

Bukti menunjukkan, kerak Mars, tambah dia, terhidrasi dengan cara yang sama, baik di utara dan selatan.

Temuan terbaru ini bertentangan dengan hasil penelitian tim Amerika yang diterbitkan 13 Juni lalu di Jurnal Nature Geoscience yang mengatakan, samudera meliputi sepertiga permukaan Mars, sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

“Saat itu, Mars sudah kehilangan atmosfernya. Oleh karenanya, air tidak lagi stabil dalam keadaan cair di permukaan,” kata Bibring.

“Aliran air yang besar masih dapat mengalir, namun, kurangnya air di permukaan berarti tidak ada potensi pembentukan permukaan laut.”

Ditambahkan Bibring, tekanan dan temperatur saat itu tidak memberi peluang air dalam kondisi stabil — keadaan cair– di permukaan. “Sebagian air menguap, sementara lainnya masuk ke dalam tanah.”

Air, kata Bibring bisa tetap di permukaan selama beberapa hari, atau minggu. Tapi tidak jutaan tahun kemudian.

Seperti dimuat laman Space.com, para peneliti menemukan air mengalir di permukaan Mars beberapa ratus juta tahun yang lalu — saat cahaya matahari mencairkan lapisan es di sana.

Bukti soal itu berada di belasan saluran lelehan gletser di Mars — para ilmuwan mengaku terkejut, karena keberadaan air di Mars bisa dibilang ‘baru saja’ daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Kami berpikir Mars adalah planet yang dingin dan benar-benar kering. Fakta ini akan mengubah cara kita melihat Mars,” kata ahli geologi planet Universitas Brown, Caleb Fassett.



SOURCE

Sains dan Pencarian Makna: Menyiasati Konflik Tua antara Sains dan Agama

Sains dan Pencarian Makna: Menyiasati Konflik Tua antara Sains dan Agama
Oleh: F BUDI HARDIMAN
Penulis adalah Pengajar Filsafat di STF Driyarkara dan Universitas Pelita Harapan Jakarta

FILSAFAT SAINS kontemporer membawa agama dan sains ke dalam arena yang sama dalam pencarian makna. Meski agama dan sains menerangi realitas yang sama, perspektifnya tetap saja berbeda.


“Tujuan agama sejati seharusnya adalah memaknai asas-asas dunia indrawi jauh ke dalam jiwa.”

GW Leibniz

Di samping agama dan filsafat, sains merupakan salah satu bentuk pengetahuan manusia yang gigih mencari makna. Mungkin sains tidak menuntaskan banyak misteri kehidupan manusia, seperti misteri asal-usul kehidupan dan misteri kematian, namun langkah-langkah untuk memecahkan enigma-enigma seperti itu tampaknya berjalan progresif dalam sains. Kesan bahwa sains ingin menyaingi agama atau bahkan menggantikannya dalam perannya sebagai juru tafsir dunia cukuplah beralasan. Sains berambisi menjadi sistem pandangan dunia menyeluruh dan itulah yang terjadi dalam scientism.

Di dalam saintisme kesahihan agama dalam memaknai dunia ditolak. Di tengah-tengah dominasi saintistis itu di abad ke-20 terjadi suatu tren yang sebaliknya: kesahihan sains dalam memaknai dunia juga dipersoalkan.

Secara garis besar, ada tiga posisi untuk memahami hubungan antara sains dan agama dalam pencarian makna. Dengan makna di sini dimaksudkan terutama ‘kebenaran’. Pertama, sains dan agama memiliki teritorium yang berbeda dalam pencarian makna. Kedua, agama dan sains dapat dibawa ke dalam arena yang sama dalam pencarian makna. Dan ketiga, agama dan sains menerangi realitas yang sama, namun dengan perspektif yang berbeda. Dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bagaimana filsafat sains kontemporer bergerak ke posisi kedua dalam pencarian makna. Lalu saya ingin menunjukkan daya tarik posisi ketiga.



“New philosophy of science”


Awal perkembangan baru dalam filsafat sains di abad ke-20 itu adalah ketidakpuasan terhadap pandangan-pandangan neopositivisme yang disebarkan oleh Lingkungan Wina (Wiener Kreis). Kelompok ilmuwan dan filsuf ini merupakan salah satu pendukung positivisme yang paling gigih di abad ke-20. Salah satu tesis sentral mereka mempersoalkan demarkasi antara pernyataan-pernyataan yang bermakna dan yang tak bermakna. Hanya pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh sains, yaitu mengenai data-data yang dapat diobservasi, dapat dimasukkan ke dalam wilayah hal-hal yang bermakna. Sementara itu, semua pernyataan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris-mereka menyebutnya “asas verifikasi”-yaitu pernyataan-pernyataan yang tidak mengenai data indrawi, dimasukkan ke dalam wilayah non-sense. Termasuk ke dalamnya adalah estetika (“lukisan itu indah”), moral (“perbuatan itu tak adil”), dan metafisika (“Allah mahakuasa”). Dengan tesis ini, Lingkungan Wina menyingkirkan pencarian makna dalam agama sebagai non-sense.

Karl R Popper dalam Logik der Forschung masuk dalam diskusi ini untuk menyelamatkan posisi pertama dari ketiga posisi terumus di atas: agama dan sains beroperasi dalam wilayah berbeda dalam pencarian makna. Menurut Popper, demarkasi yang ditarik oleh Lingkungan Wina itu tidak sahih. Ia pun membuat demarkasi baru dengan kriteria “asas falsifikasi”. Demarkasi itu adalah antara teritorium ilmiah dan non-ilmiah. Semua pernyataan yang dapat difalsifikasi, yaitu dibuktikan salah, adalah ilmiah, sementara yang tak dapat difalsifikasi adalah non-ilmiah. Di sini Popper “menyelamatkan” agama sebagai pengetahuan yang sahih dalam pencarian makna karena menurutnya pernyataan-pernyataan yang tak bisa difalsifikasi (seperti “Allah itu mahakuasa”) memang tidak ilmiah dan bukan termasuk dalam teritorium sains, tetapi bisa saja pernyataan itu bermakna.

Aksi penyelamatan Popper ini menurut hemat saya tidak menyelesaikan konflik tua antara sains dan agama. Bahkan, bisa jadi keduanya bertempur lebih sengit karena kompetisi sains dan non-sains dalam demarkasi itu. Namun, Popper memberikan kontribusi penting untuk menyingkirkan positivisme dan memberi tempat pada agama dalam pencarian makna. Popper bahkan menegaskan bahwa tidak ada observasi yang bebas-teori. Artinya, data empiris itu sendiri merupakan hasil konstruksi makna dari subjek pengetahuan. Juga dalam sains, alam tidak pernah independen dari pemaknaan-pemaknaan manusia atasnya.

Filsafat sains baru tidak berhenti pada posisi pertama. Ada tendensi kuat membawa persoalan pencarian makna itu pada posisi kedua, yaitu agama dan sains dibawa ke dalam satu arena. Dalam analisisnya atas sejarah perkembangan sains, Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolutions menunjukkan bahwa perkembangan sains tidak berlangsung linier, homogen, dan rasional (dalam arti akumulatif dan progresif) seperti yang dikira orang sampai saat ini. Sains berkembang melalui revolusi-revolusi yang membongkar paradigma lama dan menggantinya dengan yang baru. Apa yang dipandang benar dalam paradigma lama akan mengalami krisis sampai ditegakkan suatu paradigma baru dengan kebenaran-kebenaran baru di dalamnya. Yang sentral di sini adalah pandangan bahwa perubahan paradigma dalam sejarah sains tidak termasuk wilayah logis hukum-hukum alam, melainkan terjadi seperti proses “metanoia” (pertobatan) dalam agama. Ini membuat teori-teori dalam paradigma yang satu tak dapat dibandingkan dengan teori-teori dalam paradigma yang lain.

Lebih radikal daripada Popper, Kuhn berhasil menunjukkan bahwa sains tidak memiliki “mata Allah” untuk keluar dari konteks spasial-temporal dan mengeluarkan klaim-klaim makna absolut. Seperti politik dan praktik-praktik manusiawi lainnya, sains juga kontingen terhadap sejarah dan komunitas ilmuwan sehingga kebenaran makna ilmiah pun berubah-ubah secara revolusioner seperti dalam politik. Jika demikian, penemuan Kuhn ini dapat membawa kita pada konsekuensi yang radikal: pencarian makna dalam sains (kebenaran ilmiah) tidak memiliki prioritas atas pencarian makna dalam agama. Bahkan, pandangan Kuhn tentang sejarah sains ini ikut menggugat setiap pandangan yang yakin akan adanya kebenaran absolut yang bersifat suprahistoris, seperti misalnya dalam agama.

Popper dan Kuhn hanya membuka gerbang menuju wilayah yang serba tak pasti di dalam pencarian makna lewat sains. Dalam Against Method, Paul Feyerabend semakin mendekati posisi kedua di atas. Menurut Feyerabend, sains dekat sekali dengan mitos. Metode ilmiah sarat dengan asumsi- asumsi kosmologis. Sains itu sendiri menjadi begitu otoritatif dalam modernitas bukan karena rasionalitas argumennya, melainkan karena propaganda (represif) lewat industri, teknologi, dan institusi-institusi ilmiah. Inti persoalan Feyerabend sesungguhnya adalah bahwa metode ilmiah menurutnya tidak boleh memonopoli kebenaran dalam kehidupan. Ia tidak lebih benar daripada perdukunan, astrologi, voodoo, dan seterusnya karena hal-hal yang disebut terakhir ini juga bentuk-bentuk pengetahuan yang bermakna dalam kehidupan. Di sini Feyerabend membawa agama dan sains ke dalam satu arena dalam pencarian makna. Kata objektivitas dalam sains, misalnya, tidak lebih otoritatif daripada kata kebenaran iman dalam agama. Keduanya memiliki hak yang setara dalam menafsirkan dunia di dalam masyarakat yang bebas.


Epistemologi “behavioral”

Kegigihan filsafat sains baru untuk menggoyang saintisme menjadi radikal dalam kritik Richard Rorty terhadap epistemologi itu sendiri. Pendiriannya yang disebut “behavioral epistemology” meletakkan persoalan kebenaran dalam kerangka “linguistic turn” di abad ke-20, yaitu sebagai persoalan bahasa. Seperti dibuktikan oleh Richard Rorty dalam bukunya, Philosophy and the Mirror of Nature, sains modern bertumpu pada asumsi epistemologis Cartesian bahwa rasio manusia mampu mencerminkan realitas, dan bahasa logis dalam sains dianggap sebagai representasi atas realitas itu.

Rorty menolak asumsi itu. Menurut Rorty, pengetahuan dan bahasa ilmiah bukanlah cerminan alam, melainkan “a justified true belief” yang ditetapkan lewat conversation. Dengan kalimat lain, sains hanyalah salah satu aktivitas manusia untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan bertindak untuk menghadapi lingkungannya. Istilah atom, misalnya, bukan cermin realitas; istilah ini dianggap “benar” karena pada praktiknya berguna (berfungsi) untuk menghadapi realitas. Istilah itu sendiri tidak isomorfis dengan realitas. Jadi, sains bukanlah metabahasa yang mengatasi praktik-praktik lain, melainkan hanyalah salah satu language-game dalam praktik conversation dalam masyarakat. Language-games lainnya adalah agama, politik, kebudayaan, dan seterusnya. Pencarian makna dalam sains bukanlah pencarian kebenaran metahistoris, melainkan “pergantian language-game” atau “sejarah metafor” yang tidak pernah berkesinambungan, melainkan merupakan patahan-patahan paradigmatik.


‘Makna’ dalam Sains dan Agama

Meskipun filsafat sains baru dan epistemologi behavioral memberi tilikan-tilikan yang makin menerima peran manusia dalam konstruksi “kebenaran”, tak seluruh asumsinya dapat kita terima. Membawa sains dan agama ke dalam satu arena pencarian makna dengan menganggap keduanya sebagai language- games dalam masyarakat bebas tidaklah menyelesaikan pertarungan antara agama dan sains yang dikobarkan sejak Pencerahan.

Alih-alih posisi kedua, saya ingin menunjukkan daya tarik posisi ketiga, yaitu bahwa sains dan agama adalah dua perspektif berbeda yang ingin menjelaskan dunia dan kehidupan. Perspektif ilmiah melihat alam sebagai dunia objektif atau fakta-fakta yang tunduk pada hukum-hukum kausal dan mekanistis. Lewat perspektif ini kita membuat prognosis dan manipulasi teknis atas alam. Di dalam sains makna bersangkutan dengan kebenaran faktual tentang proses-proses dalam dunia objektif itu. Namun, kita tidak hanya menghadapi alam sebagai fakta-fakta, melainkan juga bermukim di dalamnya sebagai suatu dunia yang dihayati. Perspektif religius melihat alam dalam kaitannya dengan kenyataan transendental dan penghayatan eksistensial kita. Berbeda dari kebenaran faktual, makna dalam agama bersangkutan dengan kebenaran eksistensial dan transendental tentang tujuan kehidupan kita di dunia ini. Karena itu, alih-alih pengambilan jarak, perspektif religius memusatkan diri pada perjumpaan.

Bencana tsunami di Aceh, misalnya, dari perspektif ilmiah merupakan peristiwa dalam dunia objektif yang dapat dikalkulasi secara geologis. Namun, perspektif religius memaknai tsunami ini secara eksistensial dan transendental sebagai perjumpaan dengan hal-hal yang melampaui rasionalitas. Seperti dikatakan Clifford Geertz, sekurangnya ada tiga soal di mana manusia menghadapi batas-batas pemaknaan rasionalnya atas alam: pertama, pada batas-batas kemampuan analitisnya; kedua, pada batas-batas kekuatannya untuk menanggung penderitaan; dan ketiga, pada batas-batas tilikan moralnya. Makna eksistensial transendental agama bermain dalam ruang-ruang perbatasan ini. Sementara itu, fokus perspektif ilmiah adalah manipulabilitas dunia objektif, perspektif religius berfokus pada interseksi eksistensial antara dunia objektif, subjektif, dan intersubjektif sebagai suatu pergumulan dengan realitas-realitas akhir.

Jika posisi ketiga ini diambil, kita tidak perlu mempertarungkan sains dan agama dalam masalah-masalah, seperti teori evolusi, intelegensia artifisial, realitas kuantum, teori genom, dan seterusnya. Semua penjelasan ilmiah ini tentu ikut mengguncang (atau bahkan meningkatkan) keyakinan iman bahwa manusia adalah makhluk spesial di jagat raya ini. Namun, distingsi kita tentang kedua perspektif di atas memperlihatkan bahwa sains tidak mempersoalkan kebenaran eksistensial dan transendental, seperti juga agama (dalam Kitab Suci dan teologinya) tidak berpretensi untuk menjadi sains yang memberi penjelasan tentang kebenaran faktual.

Interpretasi fundamentalistis yang menolak teori evolusi atas nama kreasionisme, misalnya, justru menampakkan diri sebagai pseudo-sains yang sekadar mencocok-cocokkan ayat-ayat Kitab Suci dengan data empiris. Pseudo-sains seperti itu akan merugikan agama sendiri karena agama lalu menutup diri terhadap sains dan menjadi terisolasi dari perkembangan intelektual umat manusia. Sebaliknya, upaya untuk berteologi dengan mengadaptasi teori-teori sains juga akan kontra-produktif karena teologi yang hari ini menginduk pada kebenaran sains yang sementara besok menjadi yatim piatu. Posisi ketiga tampak lebih produktif: agama dan sains memiliki otonomi mereka masing-masing dalam pencarian makna; yang satu tidak boleh direduksi kepada yang lain. Hanya dengan jalan itu sains dan agama tidak saling bercampur, tapi juga tidak saling mengisolasi, melainkan justru berkembang pada ranah dan perspektifnya masing-masing dalam pencarian makna. [*]



SOURCE

Sosok Orang Tua Yang Patut Menjadi Teladan

1. Bambang Hertadi Mas alias mas Paimo

Bambang Hertadi Mas (52), asal Indonesia, Jumat, 18/06/2010 memulai mengayuh sepedanya untuk melintasi separuh Eropa, dari kota Brussels di Belgia. Bambang, yang juga akrab disapa Paimo ini berangkat secara resmi dari KBRI Brussel di Boulevard de la Woluwe menuju Perancis, Spanyol, Portugal, dan diakhiri di kota Casablanca, Maroko.“Mengagumkan dan unik. Warga Indonesia di usia yang tidak muda lagi, memilih Brussel sebagai titik tengah untuk bersepeda sepanjang 3.230 kilometer, yang akan ditempuh selama kurang lebih dua bulan (60 hari) dari 12 Juni hingga 15 Agustus 2010,” kata PLE Priatna, Minister Counsellor KBRI Brussel, saat menyambut keberangkatan tur Eropa pengiat sepeda dari Brussel, Jumat (18/6/2010) dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com semalam.

Menurut Priatna, apa yang dilakukan Paimo ini sangat membanggakan, karena dia mencoba menempuh jarak ribuan kilometer sambil memperkenalkan Indonesia di manca negara. “Tidak hanya langka tapi juga membanggakan,” katanya.

“Saya bersepeda untuk celebrate life. Untuk menikmati dan mengagumi kehidupan,” kata Paimo, pria kelahiran Malang tahun 1958 itu seperti dikutip Priatna.

Sebelum memulai perjalanan, Paimo mengaku telah mempersiapkan diri secara serius, terutama menjaga kondisi fisik agar tetap prima. Logistik juga telah disiapkan dengan matang, termasuk bekal, yang berasal dari kocek sendiri ditambah peran serta beberapa sponsor.

Paimo juga ingin mengembangkan persahabatan dengan komunitas-komunitas bersepeda di Eropa, dan bahkan Afrika. “Saya memiliki teman-teman cyclist yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Eropa. Kesempatan ini akan saya pergunakan untuk mengunjungi dan mempererat persahabatan dengan mereka,” imbuhnya.

Sebelum melanglang ke Eropa, pada tahun 2009 Paimo telah melakukan perjalanan bersepeda melintasi Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Laos.

Mengawali ‘karir’ bersepedanya sejak awal era 80-an, Paimo telah membawa sepedanya ke puncak 11 gunung yang berbeda, termasuk di Gunung Kilimanjaro di Tanzania.

Rekor jarak terjauh yang pernah ditempuhnya adalah ketika pada tahun 2005, dia menempuh jarak 5.400 km dari kota La Paz di Bolivia hingga ke kota Punta Arenas di Argentina, yang merupakan titik paling selatan di benua Amerika.

“Bersepeda merupakan obsesi saya sejak dulu,” kata Paimo. Bahkan ketika diwisuda sebagai sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986, dirinya menaikkan sepeda ke atap gedung aula ITB.

Dilepas secara resmi oleh Kuasa Usaha ad interim KBRI Brussel sekitar pukul 10.00 waktu Brussel, Bambang memulai kayuhannya menuju ke kota Mons, 60 km di sebelah barat laut Brussel. Di sana dia akan bermalam untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Perancis.

Brussel dipilih sebagai awal perjalanannya kali ini karena kemudahan rute dan akses. Dia menjadwalkan untuk kembali ke Indonesia pada pertengahan bulan Agustus 2010.

“Bersepeda itu sehat. Saya senang dapat bersepeda sekaligus promosi Indonesia di manca negara,” tutup Bambang sebelum memulai perjalanannya.

Keren gan, Bambang Hertadi Mas (52) atau akrab disapa Paimo (berjaket biru), Jumat (18/6/2010) memulai perjalanannya keliling beberapa negara Eropa. Dari Brussels, dia akan menempuh jarak 3.230 km selama dua bulan..


2. om Don Hasman

Sebuah pertemuan yang menggugah terjadi ketika Don Hasman, fotografer senior Indonesia, mengunjungi kantor Fotografer.net (FN) di Yogyakarta, Kamis (25/3). Fotografer kelahiran Jakarta tahun 1940 ini sudah mulai motret sejak berusia 11 tahun. Tercatat berbagai puncak dunia sudah ditaklukkannya. Berbagai negara sudah dijelajahi dengan berjalan kaki dan bersepeda.Wilayah tertinggi yang pernah ditaklukkan Don Hasman adalah Nuptse, kawasan Himalaya, Everest base camp 6.150 meter tahun 1978, masuk wilayah geografis Nepal. Baru 9 tahun kemudian rekor tersebut bisa diperbaharui oleh orang Indonesia lain. Don Hasman juga pernah menaklukkan Gunung Kilimanjaro 5.985 meter di Tanzania tahun 1985. Ia berangkat, antara lain, bersama mendiang Norman Edwin, wartawan Kompas, yang legendaris itu.

Keteladanan Don Hasman adalah kekonsistenan memotret hingga hari ini, kala usianya beranjak senja. Oom Don, demikian ia akrab disapa, tahun 2007 masih sanggup berjalan kaki 1000 km dari Saint-Jean-Pied-de-Port, Perancis Selatan ke Cape Finisterre, Spanyol Barat Laut. Perjalanan selama 35 hari itu ditempuh dalam 2.200.000-an langkah oleh anggota kehormatan Mapala UI bernomor anggota MK 225 ini.

Kunjungan Oom Don ke kantor FN tak jauh dari fotografi. Menimba pengalaman dari fotografer dan petualang alam bebas ini bak menimba dari sumur yang tak pernah kehabisan air. Sambil saling berbagi foto, Oom Don menyebutkan, “Foto bagus adalah foto yang bisa menggugah perasaan.”

Petikan yang singkat tapi dalam dan mengena. Ketika fotografer berkutat dengan kecepatan rana, diafragma, dan perlombaan resolusi, petikan Oom Don ini penting dijadikan bahan refleksi. “Foto yang menggugah bisa menginspirasi orang yang melihatnya. Membuat orang melakukan sesuatu,” imbuh Oom Don.

Fotografer kerap pula mengabaikan etika dalam memotret. Pada upacara Yadnya Karo tahun 2009, adat suku Tengger di Bromo, Oom Don tegur tegas seorang pejabat pehobi fotografi yang nekat pakai alas kaki. Padahal di tempat tersebut sudah diumumkan larangan pakai alas kaki. Di kantor FN, Oom Don tunjukkan bukti foto pejabat yang nekat langgar aturan itu. “Dia pakai atasan pakaian adat tapi bawahnya pakai celana jins. Pakai sepatu, pula!” ungkap Oom Don berapi-api.

Tahun 2009, Oom Don masih kuat berkeliling Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, NTB untuk menyusun buku fotografi tentang gunung itu. Gunung Tambora jadi legendaris lantaran letusan tahun 1815 masuk yang terbesar dalam sejarah dunia. Selama setahun planet bumi tersaput abu Tambora, dan tak ada musim panas. Sudah sepatutnya Oom Don, yang legendaris itu, terlibat dalam penyusunan buku tentang gunung legendaris.

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta 7 Oktober 1940, anak ke 7 dari 8 bersaudara. Kedua orang tua dari Betawi berdarah campuran Jabar, Malaysia, China dan Portugis.Pendidikan : Lulusan D3, Akademi Hubungan Internasional, Jakarta 1971. Pengalaman : Sejak tahun 1951 sudah gemar memotret pakai kamera kakak.Kamera pertama yang dipakai Voigtlander (6 x 9). Tahun 1968 mulai proses cuci/cetak sendiri (black and white)

Tahun 1979-1995 menjadi wartawan Tabloid Mutiara Jakarta, ditarik oleh Aristides Katoppo. Pensiun tahun 1995 (ditambah kontrak 2 tahun lagi).

Memotret di 5 benua (Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika).

Rencana Juni 2008 ke Alaska, Desember ke Antartika lewat Chili Amerika Selatan. Tahun 1999 mulai memberikan ceramah-ceramah fotografi di FMSR ISI Yogyakarta. Tahun 2007 baru saja kembali dari Spanyol, jalur ziarah Santiago de Compostela, berjalan kaki selama 35 hari, sejauh 1000 km (2.256.680 langkah) dihitung dengan alat Pedometer.

Hobi/Prestasi : Naik Gunung : Tahun 1976 Gunung Etna (Italia), Mount-blanc (Prancis), Damavand (Iran), Everest Basecamp (Nepal), dan telah mendaki hamper seluruh gunung berapi di Indonesia(sekitar 40 gunung berapi)

Tertarik menjadi muslim sejak memotret komunitas muslim di Iran (1976)

Menyelam : Tahun 1971 Great Berrier Reef (Australia), 1976 Laut Tengah Mediteranian (Turki), 1965 ikut mempelopori membuka Taman Laut Bunaken (Sulut, menyelam di Wakatobi (Sultra), NTT, NTB, Pulau Komodo, Gorontalo, Teluk Jakarta, Pesisir Timur Pulau Weh, Aceh tahun 1980an.

Memiliki 3 Sertifikat Penyelaman : 2 Internasional (PADI dan SSI), dan 1 penghargaan nasional (Pasukan Katak).

Menelusuri Gua : Jenolan Cave (Australia), Gua-gua Pacitan, Sulsel, Sulut, Jabar dll.

Naik Sepeda : Tahun 1959 ikut Tour de Java II, 1993 Rally Sepeda di Tibet 2000 km.

Menggeluti Arung Jeram sejak tahun 1968-2008 di berbagai tempat di Indonesia.

Ikut Lomba Layar Tiang Tinggi Arung Samudera 1995 (Endeavor, Australia)

Penghargaan Trophy Adinegoro dalam Bidang Fotografi Jurnalistik 1987

Penghargaan Internasional 100 Famous Photograhers in the World (Perancis tahun 2000).

Selalu datang ke Yogyakarta untuk berbagi pengalaman fotografi dengan mahasiswa FSMR ISI, pecinta alam dan generasi muda fotografi Yogyakarta.

Keluarga : Menikah tanggal 31 Desember 1986 dengan Suryati dari Sumedang, Garut dan

mempunyai dua orang puteri Arina (20) dan Tarita (15)


3. Mbah Boncel

TEKAD Supriyanto alias Mbah Boncel untuk mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda, paling tidak membuka mata kita semua. Pasalnya Mbah Boncel bisa melihat langsung budaya dan kebiasaan setiap masyarakat di daerah yang dilewatinya.

“Saya melihat masyarakat di Indonesia Barat kelihatannya lebih makmur dibanding di wilayah timur. Sehingga seharusnya masyarakat di wilayah timur itu mendapat perhatian khusus dari orang-orang penting di Indonesia,” ungkap Mbah Boncel saat berada di Kantor Redaksi Tribun, Minggu (11/3).

Selain itu, ia juga merasa beruntung bisa melihat secara langsung wilayah tanah air dari dekat. “Mungkin tidak semua orang bisa merasakan pengalaman seperti saya. Untuk itulah saya selalu menuliskan setiap perjalanan saya di dalam buku,” ujarnya sambil menunjukan buku besar yang berisi catatan perjalanan dengan rapi.

Ia juga bercerita, wilayah Indonesia merupakan daerah yang kaya dengan keindahan alam. Bahkan dari Kupang hingga Sumatera, ia mengaku kerap berhenti di tengah perjalanan, sekadar untuk menikmati pemandangan. Namun di luar itu, ia merasa miris dengan sejumlah perilaku orang-orang yang menjadi bagian bangsa ini.

“Empat celana saya hilang dicuri orang. Bahkan lampu sepeda yang baru saya beli, juga diambil orang. Bahkan pernah pula saya dihadang sejumlah orang di tengah hutan di Sumatera. Mereka mengira saya bawa uang banyak. Saat itu saya pasrah kepada Yang Di Atas saja,” ujar Mbah Boncel.

Orang-orang yang berusaha merampok Mbah Boncel kemudian merebut tas dan sepeda yang dikendarainya. “Saya biarkan saja. Mereka kemudian mengobrak-abrik isi tas. Karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, para perampok itu berencana membawa sepeda saya. Namun untungnya ketika mereka mencoba menaikinya, secara tiba-tiba rantai sepeda itu macet. Mereka bahkan sempat mencobanya sampai lima kali tapi nggak berhasil,” tambah Mbah Boncel.

Karena tidak berhasil mendapatkan barang-barang milik Mbah Boncel, para perampok itu pergi dengan sendirinya. “Ajaib, setelah sepeda itu macet rantainya, tiba-tiba kembali seperti sedia kala saat saya naiki,” ungkapnya.

Pengalaman lain yang tak bisa dilupakan oleh Mbah Boncel adalah saat melintas di Jakarta. Selain nyaris masuk ke jalur jalan tol, Mbah Boncel sempat menarik perhatian pengguna jalan lain yang melintas. Bahkan ia sering diberi jalan oleh pengendara lainnya dengan sukarela. “Sampai-sampai saya berada di tengah jalur. Sementara pengguna jalan lain justru menepi dan memberi kesempatan kepada saya,” ujar Mbah Boncel dengan tertawa.

Kedatangannya ke Kepri setelah dari Sumatera, bagi Mbah Boncel juga ada misi khusus. Ia ternyata ingin bertemu dengan keponakannya yang kini bekerja dan tinggal di daerah Sengkuang. “Dia itu anak kakak saya. Jadi waktu melintas ke Kepri, saya mampir ke rumahnya, sekaligus untuk menjenguk cucu yang baru lahir,” ungkapnya.

Selama di Batam Mbah Boncel, juga menyempatkan untuk berkeliling sebelum pergi ke Tanjungpinang dan meneruskan perjalanan ke Kalimantan. Ia sempat mengunjungi icon Batam, yakni Jembatan Barelang, serta ke sejumlah tempat di Jodoh/Nagoya, Sekupang dan sebagainya. Kamis hari ini, Mbah Boncel berencana meninggalkan Batam untuk meneruskan perjalanannya mengelilingi Indonesia dengan sepeda bututnya. Selamat jalan Mbah Boncel! (yondaryono).


SOURCE

5 Langkah Mudah Menulis Cerita



banyak orang yang berkata "mengarang cerita itu mudah". tapi kalau memulai sebuah cerita? agan2 pasti belum atau jarang denger orang bilang "memulai sebuah cerita itu mudah!". kenapa? karena emang mulai cerita itu tidak mudah . disini TS bakal kasih tau beberapa langkah dalam memulai cerita, yang semoga dapat membantu kaskuser semua


1. Mulailah dengan Dialog
'Hanun, pergilah ke rawa di seberang Bukik Barisan. Biasanya di sana tumbuh aneka bunga. Petiklah setangkai dua tangkai untukku. Rasanya, penat ini terlerai bila memandang bunga-bunga,' pinta Kakek. Matanya mengedip-ngedip pelan, kulit lisutnya mengernyit dan lewat sorotan matanya, Kakek tidak lagi seriang dulu. (Bunga dari Peking, cerpen Zelfeni Wimra)

2. Mulailah dengan Deskripsi Tokoh
Lelaki tua itu masih berbau rusa dan kaus oblongnya yang lusuh masih menebar bau pembakaran yang tidak sempurna. Sangit.... (Kitab Salah Paham, cerpen Puthut EA)

3. Mulailah dengan Berita di Koran atau Televisi
Jumlah anak balita kurang gizi di Indonesia sekitar 23 juta. Dampak kurang gizi adalah terhambatnya pertumbuhan otak dan fisik. Begitu melewati usia dua tahun tanpa asupan gizi seimbang, kondisinya tak dapat diperbaiki lagi. Citra CT-scan akan memperlihatkan gambar otak yang tidak padat alias otak kosong.... Bersiaplah memanen generasi yang hilang. Tidak lama, cuma dua dasawarsa lagi. (Kompas, Selasa 11 Oktober 2005)

4. Mulailah dengan Adegan
Ia menulis puisi panjang di depan sebujur tubuh kaku istrinya. Tidak ada kata-kata; mati, kematian dan airmata di dalam puisi itu, yang adalah buah apel, meja makan, dan yang paling banyak adalah: usaha mati-matian. (Kematian Seorang Istri, cerpen Puthut EA)
Seminggu setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappucino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. (Rembulan dalam Cappucino, cerpen Seno Gumira Ajidarma)

5. Mulailah dengan Seting Tempat
Dalam satu badai rasa jemu, ia terdampar di taman dan duduk di kursi sambil memakan jagung rebus begitu perlahan, sebutir demi sebutir, seolah di butir terakhir ia akan bertemu kematian.... (Cinta Tak Ada Mati, cerpen Eka Kurniawan)
Dari jauh sudah terlihat pohon itu berdiri tegak di tengah padang. Setelah berhari-hari menempuh daerah yang kering kerontang dan terpanggang matahari, pemandangan yang rimbun seperti itulah yang sekarang kubutuhkan.... (Sebatang Pohon di Tengah Padang, cerpen Seno Gumira Ajidarma)



ayo agan aganwati semuanya! mari kita biasakan menulis dan membaca. karena buku adalah jendela ilmu. dan apabila tidak ada penulis, hidup bakal kaya rumah tanpa jendela. buat aganwati mungkin akan mulai suka menulis dari diary, tulislah kata perkata di diary itu. buat agan agan mungkin suka komik, tulislah cerita komik tersebut. jadikan indonesia negri yang kaya akan orang orang yang senang menulis dan membaca



SOURCE

Blog Archive