Wednesday, July 20, 2011

Wow, Gerbong Perpustakaan Bikin Kejutan

KOMPAS/IWAN SETIYAWANPT Kereta Api Indonesia memperkenalkan kereta pustaka Indonesia yang merupakan modifikasi ulang gerbong barang seri B 80101 bergambar bangunan-bangunan cagar budaya di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (19/7/2011). Kereta ini rencananya akan difungsikan sebagai perpustakaan tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia yang tersambung dengan rangkaian kereta api penumpang.

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Seorang pekerja bekerja di sekitar gerbong batik di Stasiun Tugu Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (13/5/2011). Dua gerbong makan yang dihias dengan motif batik tersebut nantinya akan digunakan pada rangkaian kereta eksekutif Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta (Gambir), dan KA eksekutif Argo Jati jurusan Cirebon - Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah meluncurkan kereta batik, PT Kereta Api Indonesia kini meluncurkan Kereta Pustaka Indonesia. Tentu saja bukan berarti perpustakaan akan hadir dalam satu rangkaian kereta api. Melainkan satu gerbong disulap sebagai perpustakaan berjalan.

Gerbong itu sebenarnya sudah tidak dipakai. Itu aslinya gerbong barang, lalu kita buat jadi gerbong perpustakaan.

-- Ella Ubaidi

"Gerbong itu sebenarnya sudah tidak dipakai. Itu aslinya gerbong barang, lalu kita buat jadi gerbong perpustakaan. Selama ini kereta api hanya ada gerbong restoran, nah kita buat perpustakaan," kata Kepala Pusat Pelestarian PT. KAI Ella Ubaidi pada pembukaan pameran pameran "Perkeretaapian Indonesia Dalam Peradaban Bangsa" di Stasiun KA Beos, Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Gerbong barang B 80101 disulap menjadi Kereta Pustaka Indonesia sebagai gerbong baca dan museum bergerak. Gerbong tersebut mulai dinas pada tahun 1980. Walau usianya sudah tua, kondisinya masih layak pakai dan siap operasi. Proses pengerjaan dilakukan di Balai Yasa Manggarai pada 22 Juni 2011 dan selesai pada bulan Juli. Pada acara pembukaan pameran, segenap undangan diberi kesempatan untuk melihat-lihat gerbong tersebut.

Gambar lima stasiun cagar budaya yang berada di Jakarta menghiasi dinding luar gerbong. Stasiun tersebut antara lain Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok. Ada pula gambar bangunan cagar budaya yang berhubungan dengan perkeretaapian seperti Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap, dan Stasiun Cirebon.

"Kami baru ada satu gerbong ini. Tahun depan targetnya ada 4 lagi, tapi kita lihat nanti. Kemarin sudah punya restoran dengan motif batik. Mungkin nanti ada ide-ide lain," kata Ella. Menariknya, gerbong perpustakaan tersebut akan menjadi kejutan bagi penumpang kereta api. Karena gerbong tersebut akan dipasangkan dalam rangkaian kereta api.

"Jadi nanti penumpang untung-untungan, pas lagi rezeki bisa dapat kereta api yang ada gerbong perpustakaannya. Kita nggak bilang, itu surprise-nya. Bisa aja gerbong perpustakaan adanya di jalur kereta Jakarta-Yogyakarta atau rute lainnya. Pas penumpang naik, baru nanti kita bilangin," jelas Ella.

Pameran tersebut merupakan hasil kerja sama antara Ditjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kemenbudpar dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pameran berlangsung dari tanggal 19-26 Juli 2011. Dalam pameran, pengunjung dapat melihat pameran foto bangunan stasiun kereta api di Indonesia dan juga kehidupan di lingkungan stasiun. Stasiun-stasiun yang ditampilkan adalah stasiun yang masuk dalam cagar budaya.

Setelah pameran usai, materi pameran akan dipindahkan ke dalam Gerbong Cagar Budaya yang sudah disiapkan dan selanjutnya dapat digandengkan dalam rangkaian kereta api untuk berkeliling wilayah Jawa. Gerbong tersebut akan berhenti beberapa hari di masing-masing stasiun sehingga masyarakat setempat bisa melihat pameran tersebut.

Setiap foto juga dilengkapi sejarah dan informasi mengenai stasiun terkait. Ada pula pemutaran film dan permainan yang bernuansa stasiun kereta api. Pameran tersebut juga didukung oleh beberapa museum di Kota Tua Jakarta yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Museum Bahari. National Geographic Indonesia berpartisipasi pula menyumbangkan beberapa koleksi foto.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/17544372/Wow..Gerbong.Perpustakaan.Bikin.Kejutan
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Pangandaran Gelar Festival Layang-layang

Pangandaran Gelar Festival Layang-layang

K47-11 | I Made Asdhiana | Rabu, 20 Juli 2011 | 18:18 WIB

|

Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Warga menerbangkan layang-layang saat mengikuti Festival Layang-Layang 2011 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (10/7/2011). Festival itu juga diikuti oleh 88 layang-layang untuk kategori kreasi dan tradisional. Peserta festival merupakan perwakilan dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat.

SERAMBI/BEDU SAINI Peserta dari Jakarta menaikkan layanganya pada Festival Layang Internasional di Pantai Babah Dua, Lam Puuk, Aceh Besar, Minggu (10/7/2011). Festival layang Internasional ini dalam rangkaian Banda Aceh Festival 2011 diikuti dari berbagai negara dan daerah.

SERAMBI/BEDU SAINI Peserta menaikkan layanganya pada Festival Layang Internasional di Pantai Babah Dua, Lam Puuk, Aceh Besar, Minggu (10/7/2011). Festival layang Internasional ini dalam rangkaian Banda Aceh Festival 2011 diikuti dari berbagai negara dan daerah.

Foto:

CIAMIS, KOMPAS.com - Lebih dari 12 negara, Rabu (20/7/2011) mengikuti Pangandaran Kite Festival 2011 di lapangan Katapang Doyong, Desa Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Festival Layang-layang yang ke-20 ini akan berlangsung selama dua hari 16-17 Juli 2011 diikuti oleh 34 klub peserta Pelayang Nasional dan 12 klub dari Negara lain, diantaranya Jepang, Malaysia, China, Singapura, Vietnam, India, Taiwan, Thailand, Kamboja, Selandia Baru, dan Filipina.

Dalam festival ini kategori yang dilombakan adalah 2D-3D, Kompetisi Rokaku, Kompetisi Tren, Kompetisi Tradisional dan Sport, dengan kategori memilih layang lanyang yang jadi favorit dari segi keunikan bentuk dan ukuran serta durasi lamanya terbang diudara.

Layangan yang paling panjang pada musim festival kali ini adalah jenis layangan "Tren". Selain itu layangan terbesar yang telah diterbangkan pada hari pertama adalah layangan "Buaya" yaitu layangan jenis Balon tanpa rangka penyangga serta layangan tokoh kartun asal Negeri Jiran yaitu Ipin Upin.

Festival layang-layang Pangandaran kali ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta layangan. Menurut sala satu peserta festival asal Selandia Baru, Fiteer, bahwa penyelenggaraan festival kali ini sudah memperhitungkan segala hal, seperti angin yang sangat pas. "Layangan yang besar saja bisa naik dengan maksimal," katanya.

Menurut Fiteer, peserta festival kali ini menjadi lebih ramai dibanding tahun lalu yang jumlah pesertanya hanya 5 negara. "Namun kali ini teman-teman saya dari negara lain juga penasaran ingin ikut menerbangkan layangannya di Pangandaran," kata Fiteer.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/18180448/Pangandaran.Gelar.Festival.Layang.layang
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Yuk, Nonton Pameran Dolanan di UKSW

Yuk, Nonton Pameran Dolanan di UKSW

Amanda Putri Nugrahanti | Glori K. Wadrianto | Rabu, 20 Juli 2011 | 17:42 WIB

|

Share:

SALATIGA, KOMPAS.com - Program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Satya Wacana (FTI UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, mengadakan pameran Dolanan mulai Rabu (20/7/2011) hingga Jumat (22/7/2011). Aneka permainan tradisional bocah dipamerkan dan dimainkan dalam kesempatan tersebut.

Pengajar FTI UKSW, Antony S Tumimomor mengatakan, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, permainan tradisional mulai dilupakan, terutama oleh anak-anak yang memiliki akses terhadap aneka gadget serta permainan modern dan canggih. "Ini untuk mengingatkan saja, bahwa kita memiliki aneka permainan tradisional yang sangat banyak, dan dapat mempererat hubungan antarmanusia. Tidak seperti gadget dan permainan elektronik lain yang justru membuat orang menjadi terasing dari lingkungan sosialnya," kata Antony.

Dalam kesempatan itu ditampilkan aneka dolanan seperti congklak, gasing, kincir angin, otok-otok (kapan-kapalan) hingga kuda-kudaan dari kayu. Pengunjung juga dapat bermain ketapel, bermain untaian karet, serta permainan ular naga raksasa. 

 

 

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/17423948/Yuk..Nonton.Pameran.Dolanan.di.UKSW
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Mengapa Istri Idealnya Lebih Langsing dari Suami?

KOMPAS.com - Setiap pria pasti mendambakan istri yang langsing dan sehat, dan begitu pula sebaliknya. Bahkan, bila Anda 6 atau 12 kg lebih langsing daripada suami, hal ini bisa menjamin perkawinan yang bahagia. Rasanya memang sulit dipercaya, namun ini ternyata merupakan hasil penelitian dari University of Tennessee.

Studi yang dilakukan selama empat tahun ini melibatkan 169 pasangan di bawah usia 35 tahun. Para responden diminta untuk mengisi kuesioner mengenai hubungan mereka setiap enam bulan. Hasilnya, pasangan dimana sang istri memiliki indeks massa tubuh lebih rendah daripada suami ternyata lebih bahagia daripada istri yang beratnya sama atau lebih berat daripada suami.

Pria, seperti Anda duga sebelumnya, memang menganggap pasangan yang lebih langsing akan menarik. Dengan tubuh yang lebih langsing, perempuan merasa lebih pede dan merasa diinginkan, karena suami masih menganggapnya seksi setelah beberapa tahun menikah.

Namun Anda tak perlu merasa tidak adil. Coba pikirkan, kalau suami berat badannya 80 kg, maka jika berat badan Anda 74 kg saja masih dianggap menarik, lho. Bila berat badan suami 100 kg, Anda boleh punya berat badan 88 kg (lebih ringan 12 kg).

"Pesan utama dari studi ini adalah bahwa berapapun ukuran tubuh perempuan, mereka bisa bahagia dalam hubungannya dengan pasangan. Yang penting berat badan di sini relatif, bukan sesuatu yang mutlak. Artinya, perempuan tidak lantas harus bertubuh langsing," kata pemimpin studi ini, Andrea Meltzer.

Penelitian yang sama juga mengungkapkan bahwa pasangan akan mengalami pernikahan yang bahagia bila suami lebih powerful, entah dalam hal penghasilan, kecerdasan, tinggi badan, atau berat badannya. Tanda-tanda yang dimiliki suami ini akan menciptakan perasaan aman bagi perempuan, dan sebaliknya akan menghasilkan hubungan yang memuaskan.

Entahlah, apakah teori ini berlaku untuk semua pasangan. Namun bila Anda memutuskan untuk menjaga pola makan dan memiliki tubuh yang langsing, pastikan hal itu bukan sekadar untuk menyenangkan suami. Yang lebih penting, lakukan untuk menjaga kesehatan Anda sendiri. Nah, kalau suami dan istri menyadari hal ini, tentu masing-masing akan selalu berusaha untuk sehat, langsing, dan saling membahagiakan. Ya, enggak?

 

Sent from Indosat BlackBerry powered by

Sumber: Marie Claire

20 Jul, 2011


--
Source: http://female.kompas.com/read/xml/2011/07/20/16122826/Mengapa.Istri.Idealnya.Lebih.Langsing.dari.Suami
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Trik Mengatasi Rasa Bersalah Seusai Makan Enak

KOMPAS.com — Kita semua pasti pernah merasa bersalah ketika makan terlalu banyak, dan semuanya enak-enak. Sebab, yang enak-enak biasanya tidak sehat. Tumpukan kalori yang berlebihan dapat melepaskan radikal bebas yang dikeluarkan oleh sari makanan yang Anda konsumsi. Radikal bebas dapat menyerang sel-sel dan meningkatkan risiko munculnya penyakit-penyakit kronik, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Untungnya, ada cara untuk memulihkan diri dari kerusakan yang diakibatkan oleh makanan yang enak-enak tersebut dan mengurangi radikal bebas. Caranya hanya dengan melakukan detoksifikasi dengan beberapa makanan berikut.

Jus jeruk
Flavonoid, senyawa yang terkandung dalam sari jeruk, dapat mengimbangi kelebihan kalori dan lemak pada jantung Anda. Penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2010 menyebutkan, orang yang meminum jus jeruk setelah sarapan dengan makanan yang mengandung kadar lemak dan kalori yang tinggi (51 gr lemak, 900 kalori) memiliki radikal bebas dengan tingkat yang lebih rendah dibanding orang yang minum air biasa atau air yang mengandung gula dengan menu sarapan yang sama.

Buah
Buah yang kaya antioksidan, seperti berry, anggur, dan kiwi, dipercaya dapat membantu meminimalkan kerusakan radikal bebas berbahaya yang terjadi akibat mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Tanpa diimbangi dengan konsumsi buah-buahan, kesehatan Anda akan menurun dari waktu ke waktu.

Wine
Antioksidan dalam red wine dapat mengurangi dampak negatif dari makanan tinggi lemak dengan menurunkan kadar senyawa yang diproduksi dalam tubuh setelah makan makanan berlemak tersebut. Saat bersantap di restoran fine dining, misalnya, coba pilih hidangan yang dimasak dengan red wine. Atau nikmati saja segelas wine seusai bersantap.

Sent from Indosat BlackBerry powered by

Sumber: Eating Well

20 Jul, 2011


--
Source: http://female.kompas.com/read/xml/2011/07/20/15311912/Trik.Mengatasi.Rasa.Bersalah.Seusai.Makan.Enak
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Penghasilan Tambahan dengan Jadi "Andalan"

KOMPAS.com - Pilihan wirausaha terbuka lebar. Banyak pintu yang bisa dibuka untuk memulai melatih diri berwirausaha. Memulai bisnis dengan risiko terukur, dan sistem yang kuat dan baik, akan memudahkan wirausahawan pemula. Satu di antara pilihannya adalah menjadi Andalan (agen dan konsultan) Pureit dari Unilever Indonesia.

Menjadi "Andalan" bisa menambah penghasilan. Peluang usaha ini juga terbuka bagi siapa saja. Mulai ibu rumah tangga, mahasiswa, profesional juga bisa. Tujuannya menyebar kebaikan dari alat pemurni air yang hemat energi, dan mendapatkan penghasilan tambahan darinya.

"Menjadi Andalan Pureit bisa perorangan atau badan usaha. Andalan juga tidak sama dengan MLM, karena tidak mengandalkan orang lain atau downline untuk memberikan penghasilan. Program ini juga bisa mendidik wirausaha," jelas Erwin Cahaya Adi, Senior Brand Manager Unilever Pureit saat konferensi pers di Restoran Bebek Bengil Menteng, Jakarta, Selasa (19/7/2011) lalu.

Ani Susan, salah satu Andalan Pureit, membuktikan keberhasilannya berwirausaha. Pengalaman pribadi Ani memotivasinya untuk menjadi Andalan keluarga. Manfaat alat pemurni air dirasakannya sendiri, mengatasi masalah anaknya yang mudah diare jika meminum air sembarangan. Teknologi pemurni air ini terbukti aman bagi anaknya yang pemilih dalam mengonsumsi air. Pengalaman di rumah menjadi alasan Ani memilih berbisnis sebagai Andalan Pureit. "Tertarik jadi Andalan juga karena ada uangnya," tambahnya.

Pilihan wirausaha

Rina Fahmi Idris, pakar wirausaha dan ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mengatakan Andalan Pureit bisa menjadi salah satu opsi wirausaha level Usaha Kecil Menengah.

"Modalnya ringan, didukung brosur dan flyer yang bisa menjadi sampel dalam bersosialisasi sebagai konsultan. Skema bisnis yang sudah terencana dengan baik juga memudahkan. Sehingga usaha ini bisa dilakukan siapa saja karena waktunya juga fleksibel. Ibu rumah tangga murni, mahasiswa, karyawan, bahkan profesional juga bisa menjalaninya," jelas Rina.

Menurut Rina, yang juga penting diperhatikan jika ingin berwirausaha dengan menjual produk adalah layanan purna jual. Menjadi Andalan Pureit juga dimudahkan dan minim risiko, karena layanan purna jual produk juga tersedia dan didukung penuh dengan sistem dari Unilever.

"Dengan adanya fasilitas dan dukungan layanan purna jual, ini menjadi jaminan bagi diri sendiri dan klien. Bagi diri sendiri, dukungan ini bisa membantu Andalan lebih mantap dalam mensosialisasikan produk. Sedangkan bagi klien, layanan purna jual yang didukung dengan baik bisa memberikan jaminan kepercayaan," jelasnya.

Daftar jadi "Andalan"
Untuk menjadi "Andalan", Anda perlu mendaftarkan diri tanpa dipungut biaya. "Saat mendaftar, Anda perlu memasukkan data diri lengkap termasuk nomor rekening. Nomor rekening penting karena nantinya bonus dan insentif di transfer langsung ke rekening pribadi," jelas Erwin.

Setelah mendaftarkan diri, Anda kemudian berinvestasi senilai Rp 500.000, lalu mengikuti tahapan edukasi. Unilever Pureit memberikan pelatihan berupa pemahaman mengenai produk. Selain juga pemahaman mengenai berbagai perlengkapan yang akan digunakan "Andalan" ketika melakukan sosialisasi nantinya.

Investasi senilai Rp 500.000 tersebut sudah termasuk satu unit Unilever Pureit, pin sebagai identitas "Andalan", 100 lembar brosur dan 100 lembar flyer, alat bantu pengetahuan produk, kalkulator Pureit yang digunakan "Andalan" untuk kebutuhan sosialisasi produk nantinya, dan jaminan keamanan produk berupa sertifikat yang diterbitkan UGM, ITB, dan IPB.

"Pureit juga bekerjasama dengan tabloid Nova, dengan memberikan kartu keanggotaan Klub Nova untuk 500 pendaftar pertama. Sebanyak 100 orang darinya akan mendapatkan fasilitas Flazz BCA senilai Rp 100.000," kata Erwin menjelaskan nilai dari investasi menjadi "Andalan" Pureit.

Setelah pelatihan, calon "Andalan" akan menerima kode agen. Dengan begitu, "Andalan" siap menawarkan produk kepada konsumen yang saat ini dibatasi di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

"Pembatasan wilayah referensi produk ini lebih karena Pureit ingin memberikan layanan purna jual yang nyaman dan tepat waktu. Jika pun ada yang menjual produk di luar kawasan ini, boleh saja, namun tidak ada jaminan yang diberikan Unilever. Dalam hal ini, 'Andalan' yang memenuhi permintaan ke luar daerah tadi tentunya sudah memperhitungkan berbagai risiko dan solusi untuk melayani konsumennya," tandas Erwin.

Informasi:

Facebook Unilever Pureit dengan akun Pureit Indonesia
email: pureit.indonesia@unilever.com
Suara Konsumen Pureit 021-500258

Sent from Indosat BlackBerry powered by

20 Jul, 2011


--
Source: http://female.kompas.com/read/xml/2011/07/20/15391346/Penghasilan.Tambahan.dengan.Jadi.Andalan
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Lenovo Luncurkan Dua Tablet Android Honeycomb

KOMPAS.com - Lenovo meluncurkan dua jenis tablet Android. Pertama, tablet Android khusus profesional, dan tablet Android satunya untuk pengguna di rumah dengan basis Windows 7.

Tablet ThinkPad memiliki spesifikasi layar 10,1 inci, display IPS 1280 x 800, prosesor 1GHz NVIDIA Tegra 2, RAM 1 GB, terkoneksi dengan Wi-Fi dan 3G, memiliki kapasitas memori 16/32/64 GB berikut sejumlah port untuk mini-HDMI, USB 2.0, dan micro USB.

Perangkat ini diperuntukkan pebisnis, dan dilengkapi dengan sejumlah peripheral, termasuk stylus untuk menulis catatan dan dock kibor full-size.

Tablet IdeaPad K1 mirip dengan tablet ThinkPad dengan spesifikasi prosesor 1 GHz NVIDIA Tegra 2, RAM 1 GB, kapasitas memori 16 atau 32 GB, dengan layar 10,1 inci dan beresolusi 1280 x 800. Namun desainnya berbeda karena IdeaPad mengikuti filosofi desain laptop seri IdeaPad.

Kedua perangkat ini menggunakan versi Android yang mutakhir, yaitu Honeycomb 3.1. Tablet IdeaPad akan dijual dengan harga 449 dollar AS dan tersedia mulai hari Rabu (20/7/2011), sedangkan tablet ThinkPad dijual mulai dengan harga 499 dollar AS dan tersedia mulai Agustus 2011.

Windows 7 di tablet IdeaPad P1 mungkin tidak berdampak pada pasar tablet karena Windows 7 tidak optimal digunakan di tablet. Hal ini mengingat perangkat kerasnya lumayan keren, termasuk prosesor Intel 1,5 GHz, layar sentuh 1280 x 800, memori RAM hingga 2 GB, dan kapasitas hingga 64 GB. Tablet yang mutakhir ini akan masuk pasar pada kuartal ke-4 tahun 2011. (Mashable/KSP)

 

20 Jul, 2011


--
Source: http://tekno.kompas.com/read/2011/07/20/17533577/Lenovo.Luncurkan.Dua.Tablet.Android.Honeycomb
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Aplikasi Google Plus untuk iPhone Sudah Tersedia

KOMPAS.com - Aplikasi resmi Google Plus untuk iPhone sudah tersedia. Aplikasi ini gratis diunduh dari AppStore.

Ini daftar fitur aplikasi Google Plus di iPhone dengan deskripsinya.

1) Circles Circles memungkinkan Anda membagi hal-hal penting ke orang-orang yang tepat.

2) Stream Stream adalah tempat di mana Anda mendapat hal-hal terbaru dari lingkaran Anda atau melihat orang menyampaikan hal-hal yang dekat.

3) Huddle Huddle merupakan pesan grup super cepat dalam lingkaran Anda. (Mashable/KSP)

20 Jul, 2011


--
Source: http://tekno.kompas.com/read/2011/07/20/17350898/Aplikasi.Google.Plus.untuk.iPhone.Sudah.Tersedia
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Bakso Berbalut Tahu Khas Ibu Pudji"

Gowes Jurnalistik 2011

Bakso Berbalut Tahu Khas ''Ibu Pudji"

K10-11 | Glori K. Wadrianto | Rabu, 20 Juli 2011 | 15:25 WIB

|

Share:

K10-11

''

UNGARAN, KOMPAS.com - Jika Anda tengah melintas jalur selatan dari Semarang ke Solo atau Semarang ke Yogyakarta, tak ada salahnya untuk mampir ke pusat oleh-oleh Tahu Baxo Ibu Pudji Ungaran. Salah satu destinasi kuliner di kota Ungaran ini menawarkan makanan khas yakni tahu bakso dengan citarasa yang berbeda dengan tahu bakso umumnya. 

"Tahunya rapi, bentuknya rata dan baksonya rapet. Rapi, rapet dan rata itu yang membedakan dengan tahu bakso yang lain di Ungaran ini," ungkap Haryo, supervisor Tahu Baxo Ibu Pudji di outletnya di Jalan Letjen Suprapto Nomor 24 Ungaran. 

Keistimewaan dari tahu bakso ibu Pudji selain bentuknya yang menarik, juga rasa yang gurih dan tidak terlalu asin. Baksonya tidak sekadar hiasan atau cuma menempel di tahu, tapi mulai dari gigitan awal sampai terakhir terasa nikmatnya. Umumnya, tahu bakso itu dibeli para pelanggan untuk oleh-oleh. Satu bungkus tahu bakso basah berisi 10 biji harganya Rp 18 ribu, sedangkan tahu bakso goreng Rp 20 ribu. 

Untuk menjaga kualitas, kata Haryo, pihaknya membuat sendiri tahu maupun baksonya. 'Kami punya pabrik tahu dan bakso yang cukup higienis dan modern. Kami produksi dengan menggunakan air dari mata air gunung Ungaran,' ungkap Haryo, seraya menegaskan bahwa pembuatan tahu sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet seperti formalin. 

Penulisan bakso bukan dengan huruf 'K' melainkan 'X' semata-mata hanya untuk membedakan dengan tahu bakso lainnya. Maklum, saat ini di Ungaran sedikitnya ada 50-an tahu bakso bermerk dan ratusan lainnya yang dijual di pasaran. Pemilik merk 'Tahu Baxo Ibu Pudji' adalah Sri Lestari (50) istri dari Pudjianto yang kali pertama mengenalkan kreasi makanan paduan antara tahu dan bakso ini sehingga menjadi terkenal. Bahkan, sekarang ini menjadi makanan khas kota Ungaran. 

Saat ini outlet "Tahu Baxo Ibu Pudji' juga ada di Jalan Sukarno Hatta-Wujil Ungaran, tepat di Jalan Raya Semarang-Solo. Selain tahu bakso dan aneka oleh- khas Ungaran lainnya, di sini pembeli juga bisa menikmati aneka bakso kuah yang disajikan secara prasmanan. Sementara, outlet yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, pada musim lebaran tahun ini akan mudah sekali dijangkau oleh pemudik lantaran posisinya yang berada di Interchange Tol Semarang-Ungaran. 

"Tahu Baxo Bu Pudji" sengaja tak membuka cabang di luar kota Ungaran. 'Biar menjadi 'klangenan' karena hanya di Ungaran saja bisa didapat,' kata Haryo.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/15252742/Bakso.Berbalut.Tahu.Khas.Ibu.Pudji
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Yuk Berwisata dengan Kereta Api

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pengunjung melihat permainan ular tangga bertema kereta api dalam pameran Perkeretaapian Indonesia Dalam Peradaban Bangsa, di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Selasa (19/7/2011). Pameran ini menampilkan sejarah panjang perkerertaapian di Indonesia dan perkembangannya bagi masyarakat sebagai alat transportasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran Perkeretaapian yang berlangsung di Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, Jakarta, mengangkat tema "Perkeretaapian Indonesia dalam Peradaban Bangsa". Hal ini karena kereta api memegang peranan penting dalam perkembangan peradaban.

"Jalur-jalur kereta api dibangun pada masa lalu di pusat-pusat perkebunan di Jawa. Kalau ada perkebunan di sana pasti ada jalur kereta api," tutur Sekretaris Ditjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kemenbudpar, Soeroso dalam pembukaan pameran tersebut, Selasa (19/7/2011). Seperti termuat dalam rilis acara tersebut, umumnya wilayah sekitar jalur kereta api berkembang menjadi daerah yang ramai bahkan menjadi kota. Dengan adanya stasiun, akses ke suatu wilayah menjadi terbuka dan perekonomian meningkat.

"Kereta api bisa memfasilitasi penumpang jalur darat. Karena jalan sudah tidak bisa mengakomodir lagi. Juga kereta api itu ramah lingkungan dan cepat sampai tujuan karena sifatnya yang rapid. Hanya saja masih banyak kendalanya. Jalur kereta api belum steril, banyak penduduk di jalan kanan-kiri dan kendala lainnya," kata Kepala Pusat Pelestarian PT. Kereta Api Indonesia, Ella Ubaidi. Karena besarnya peran stasiun pada perkembangan bumi nusantara, sudah sepantasnya stasiun menjadi cagar budaya.

Menurut Ella, stasiun kereta api sangat berpotensi sebagai wisata sejarah. Sekaligus membawa wisatawan ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Pulau Jawa. Ia mengatakan setiap stasiun kereta api memiliki ciri khas tersendiri. Seperti Stasiun Beos, lanjutnya, sudah menjadi objek wisata tersendiri.

"Saya sendiri kaget, minat masyarakat pada cagar budaya di Indonesia tiba-tiba tinggi sejak 2004. Masyarakat mulai ikut pelestarian dan berkunjung ke stasiun. Ini sebagai industri sangat bagus untuk sektor pariwisata," kata Ella.

Ia mengatakan setiap stasiun yang dibuat Belanda memiliki ciri tersendiri. Karena itu, masing-masing stasiun menawarkan wisata yang berbeda-beda karena tampil dalam keindahan arsitektur yang beragam.

"Belum lagi local content-nya. Stasiun itu tidak bisa lepas dari kehidupan yang ada di sekitarnya. Jadi tiap daerah ada kuliner khasnya, ada objek wisata lainnya. Jadi dengan kereta api kita bisa berwisata," katanya.

Rencananya, tambah Ella, semua stasiun akan dilengkapi dengan papan informasi mengenai masing-masing cagar budaya tersebut.

"Kita akan jelaskan cerita dan sejarahnya bagaimana. Kita sedang kumpulkan data-datanya. Akan kita terapkan di awal Desember. Papan informasi akan diletakkan dekat loket," tuturnya. Beberapa stasiun pun kini sudah memiliki museum sendiri. Sementara itu, lanjut Ella, tahun depan di Bondowoso akan dibuat museum.

"Kita ada kerja sama dengan Pemkot untuk membuat museum. Lalu perkeretaapian tidak selalu mengenai kereta api itu saja. Seperti di Lawang Sewu juga ada monumen pertempuran yang pernah terjadi di sana," jelasnya.

Sedangkan di Jakarta sendiri, Ella mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Disbudpar Jakarta Utara dan Disbudpar Jakarta Barat akan membuat wisata Kota Tua Jakarta dengan kereta api.

"Kita buat tour line yang menghibur. Jadi peserta jalan dari Taman Fatahillah ke Stasiun Beos. Lalu naik kereta api sampai ke Stasiun Tanjung Priok. Di sana nanti ada feeder yang membawa mereka ke Rumah Si Pitung dan objek wisata lainnya," katanya. ­

Dalam pembukaan pameran tersebut juga diperkenalkan aktor kawakan Didi Petet sebagai Duta Kereta Api. Ia menuturkan tugasnya sebagai duta adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Hal ini berarti, lanjutnya, ia ibarat jembatan antara masyarakat dan Kereta Api.

"Saya sendiri lahir dari keluarga kereta api. Bapak dan ibu saya kerja di kereta api. Dari kecil saya ini gratis naik kereta api ke mana pun. Ayah saya salah satu yang menerima pindahan kereta api dari Belanda ke Indonesia," katanya.

Pameran tersebut merupakan hasil kerja sama antara Ditjen Sejarah dan Purbakala (Sepur) Kemenbudpar dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pameran berlangsung dari tanggal 19-26 Juli 2011. Dalam pameran, pengunjung dapat melihat pameran foto bangunan stasiun kereta api di Indonesia dan juga kehidupan di lingkungan stasiun. Stasiun-stasiun yang ditampilkan adalah stasiun yang masuk dalam cagar budaya.

Setiap foto juga dilengkapi sejarah dan informasi mengenai stasiun terkait. Adapula pemutaran film dan permainan yang bernuansa stasiun kereta api. Pameran tersebut juga didukung oleh beberapa museum di Kota Tua Jakarta yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Museum Bahari. National Geographic Indonesia berpartisipasi pula menyumbangkan beberapa koleksi foto. 

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/1619568/Yuk.Berwisata.dengan.Kereta.Api
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Barat ke Timur, Tikus Jadi Ayam...

Gowes Jurnalistik 2011

Barat ke Timur, Tikus Jadi Ayam...

Wisnubrata | I Made Asdhiana | Rabu, 20 Juli 2011 | 16:59 WIB

|

Share:

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Anggota tim gowes jurnalistik melintasi Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, kawasan Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (18/7/2011).

SRAGEN, KOMPAS.com — Mereka yang sering menyusuri jalur pantai utara Jawa pastilah bisa merasakan perubahan suasana dari satu kota ke kota lain seiring pergerakan mereka dari barat ke timur. Yang paling kentara barang kali adalah suasana jalan yang ke arah Jawa Tengah makin sepi. Selain itu, suasana pesisir di barat yang berangsur-angsur hilang saat kita semakin ke timur.

Dalam pengamatan Tim Gowes Jurnalistik Pantau Jalur Mudik Jakarta-Surabaya 2011, para pesepeda merasakan juga situasi yang makin adem saat menuju Jawa Tengah. Sebelumnya saat melintasi Karawang, Pamanukan, dan Indramayu, jalanan terasa panas dan berdebu.

Hingga Cirebon, jalanan dirajai bau-bau laut karena banyak warga menjemur ikan dan hewan laut lain. Selain itu, rumah-rumah dan tempat makan biasanya memiliki halaman luas yang berpasir atau ditutup aspal yang sudah rusak, tempat bus-bus besar dan truk parkir. Pemandangan pun menjadi kurang asri dan memunculkan kesan panas.

Keluar dari Cirebon, menuju Brebes, Tegal, hingga Pemalang, suasana mulai berubah. Banyak pasar ditemui sepanjang jalan. Rumah-rumah terlihat lebih rapi.

Lalu, lepas Pekalongan, rumah-rumah warga mulai terlihat lebih hijau. Pagar-pagarnya dibuat dari bambu dan lebih banyak kayu dipakai untuk bahan pembuat rumah. Halamannya pun ditumbuhi berbagai pohon perindang dan bunga. Jarang dijumpai tempat makan yang berhalaman luas tetapi gersang seperti banyak dijumpai di Cikampek hingga Cirebon.

Namun, yang paling menarik bagi tim pesepeda adalah perbedaan hewan-hewan yang dijumpai di jalanan. Warga Jakarta hingga Bekasi pasti sering menjumpai bangkai tikus di jalanan. Bangkai-bangkai hewan pengerat itu menjadi jarang terlihat semakin kita menjauh dari Ibu Kota.

Di beberapa lokasi yang relatif sepi, bukan lagi tikus yang mengering di jalanan, tetapi bangkai ular. Memasuki Jawa Tengah, para pegowes yang pandangannya selalu mengarah ke jalan sering kali melihat benda gepeng berwarna cokelat atau jingga di aspal. Setelah diamati lebih dekat, baru ketahuan kalau benda-benda itu adalah bangkai ayam yang terlindas kendaraan.

Jadi dari barat hingga Jawa Tengah, tikus pun berubah jadi ayam. Entahlah apa yang akan ditemui dalam perjalanan menuju Jawa Timur yang dimulai Rabu ini (20/7/2011) dari Solo menuju Ngawi.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/16594162/Barat.ke.Timur..Tikus.Jadi.Ayam...
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Asem-asem di Rembang

Gowes Jurnalistik 2011

Asem-asem di Rembang

Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Rabu, 20 Juli 2011 | 16:40 WIB

|

Share:

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F Asem-asem di Pantai Kartini, Rembang, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Angin sepoi-sepoi di Pantai Kartini, Rembang, Jawa Tengah, memang bagai nina bobo. Di kala perut lapar dan angin pantai mengelus, Asem-asem bisa menjadi pilihan menu makan siang. Jangan berpikir Anda akan memakan asam jawa sebagai pengganti lauk.

Selintas, Asem-asem soto. Bedanya, balungan atau tulang dari sapi menjadi pusat perhatian di mangkok soto itu. Kaldu sapi begitu kental dan beraroma kuat. Bagaimana tidak, kuah yang dihasilkan dari menggodok daging dan tulang sapi. Tambahan lagi, tulang yang masih memiliki lapisan dagingnya ikut menambah kekuatan dari rasa kuah.

Walau begitu, kuah jernih tanpa genangan lemak dari sapi. Saat di lidah, terkecap rasa asam menyegarkan. Ternyata, untuk membuat kuah Asem-asem, kaldu sapi direbus bersama asam jawa dan daun salam. Bisa dibilang, Asem-asem seperti anak hasil pernikahan antara sayur asam, soto, dan bakso balungan khas Kudus. Beberapa cabai hijau utuh juga menjadi isian Asem-asem.

Rasanya pun menjadi begitu kaya. Aroma kaldu sapi yang kuat, kuah asam menyegarkan, pedas cabai, dan empuknya daging yang melekat di balungan. Makin nikmat disantap dengan nasi panas. Apalagi ditemani angin semilir Pantai Kartini. Tak percaya? Mampir saja ke Pantai Kartini dan temukan beberapa warung makan yang menjual menu Asem-asem. Cukup dengan merogoh kocek Rp 15.000, Anda sudah bisa menyantap Asem-asem bersama nasi dan es teh manis.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/16405425/Asem.asem.di.Rembang
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Masjid Agung Solo Pernah Dihiasi Emas

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATMasjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/7/2011). Masjid ini didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAMasjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/7/2011). Masjid ini didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATMasjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/7/2011). Masjid ini didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785.

SOLO, KOMPAS.com — Jika berkunjung ke Solo atau lewat saat mudik, tak ada salahnya mampir ke Masjid Agung Surakarta. Masjid yang dibangun Sunan Pakubuono (PB) IV ini tak hanya agung dan megah, tapi penuh sejarah dan kisah, juga strategis.

Masjid ini pernah dihiasi emas di pucuknya. Namun, karena banyak yang dicuri dan tinggal setengah, akhirnya pada masa PB X diganti. Pada masa PB X juga banyak terjadi renovasi, besar-besaran, termasuk gapura masuk halamannya yang kemudian bergaya Persia. Sebelumnya, gapura itu berbentuk limasan khas Jawa.

Masjid ini sejak dulu memang menjadi ampiran atau pusat ibadah dan kebudayaan masyarakat Solo. Di tempat itu pula ada dua bangsal untuk menyimpan gamelan yang dimainkan setiap Sekaten, atau perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, terutama pada tanggal 5 sampai 12 Maulud.

Di sini pula pusat penyebaran agama Islam di Surakarta. Bahkan, Sekaten merupakan bagian dari kegiatan penyebaran agama lewat laku budaya.

Setiap kali Sekaten, masyarakat akan berbondong-bondong ke masjid yang terletak di sisi barat laut Keraton Kasunanan Surakarta Hadininrat, atau sebelah barat alun-alun. Mendengar gamelan Sekaten dimainkan, terutama zaman dulu, ibarat kegiatan wajib. Apalagi, gamelan itu hanya dimainkan setahun sekali.

Dengan tempat yang luas dan sejuk, tak jarang masyarakat Solo atau pendatang beristirahat di masjid itu sambil menjalankan ibadah. Apalagi, di sekitarnya terdapat banyak pedagang tradisional, baik mainan maupun berang lainnya.

Hanya sekitar 100 meter di selatan masjid atau sebelah barat keraton, ada Pasar Klewer yang amat terkenal. Di sinilah pusatnya pasar tekstil terbesar. Segala jenis pakaian, terutama batik, dijual di sini baik eceran maupun grosiran.

Maka, mengunjungi masjid ini ibarat sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Selain bisa istirahat dan beribadah, juga bisa berwisata ke keraton, masjid, alun-alun, atau belanja pakaian di Pasar Klewer.

Masjid dan alun-alun Surakarta ini juga punya sejarah besar berkenaan dengan tradisi mudik. Konon, dulu, Mangkunegoro I atau Pangeran Sambernyawa yang bergerilya melawan Belanda, selalu pulang pada saat Idul Fitri untuk shalat Ied di alun-alun Keraton Surakarta. Setelah itu dia akan sungkem meminta maaf kepada orang tuanya.

Kebiasaan Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru masyarakat lain yang mengembara, bahkan kemudian menjadi tradisi hingga kini. Meski begitu, tradisi mudik, kata almarhum budayawan Umar Kayam, sudah mentradisi di masyarakat petani sejak zaman Majapahit. Hanya saja, tradisi itu meluntur dan tak terlalu besar, kemudian menjadi tradisi besar lagi pada masa Pangeran Sambernyawa.

Tim Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik 2011, sempat mengunjungi masjid itu. Bangunan kuno itu serasa menceritakan banyak kisah.

20 Jul, 2011


--
Source: http://travel.kompas.com/read/xml/2011/07/20/1613140/Masjid.Agung.Solo.Pernah.Dihiasi.Emas
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Blog Archive