Friday, February 5, 2010

Sistem Reproduksi Pria

DEFINISI
Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).
Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

Anatomi sistem  reproduksi pria

Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis.
Ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi.


STRUKTUR
Penis terdiri dari:
- Akar (menempel pada didnding perut)
- Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
- Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.
Dasar glans penis disebut korona.
Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

Sirkumsisi
Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
- 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan
- Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.
Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).

Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).

Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).

Anatomi  sistem reproduksi pria

Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.
Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.

Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.
Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.
Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.

Jalur sperma

Uretra berfungsi 2 fungsi:

  • Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
  • Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

    Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.
    Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.
    Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.

    FUNGSI
    Selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)
    Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.
    Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.
    Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.
    Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.
    Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.

    Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.
    Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.
    Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.
    Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.

    Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur.
    Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak
  • Omphalokel

    A. Definisi
    Omphalokel secara bahasa berasal dari bahasa yunani omphalos yang berarti umbilicus tali pusat dan cele yang berarti bentuk hernia. Omphalokel diartikan sebagai suatu defek sentral dinding abdomen pada daerah cincin umbilikus (umbilical ring) atau cincin tali pusar sehingga terdapat herniasi organ-¬organ abdomen dari cavum abdomen namun masih dilapiasi oleh suatu kantong atau selaput. Selaput terdiri atas lapisan amnion dan peritoneum. Diantara lapisan tersebut kadang-kadang terdapat lapisan wharton's jelly.


    Omphalocele suatu keadaan dimana viseral abdominal terdapat di luar cavum abdomen tetapi masih di daiam kantong amnion. Omphalocele dapat diartikan sebagai kantong bening tidak berpembuluh darah yang terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion pada pangkal tali pusat. Omphalokel adalah herniasi sebagian isi intra abdomen melalui cincin umbilikus yang terbuka ke dalam dasar tali pusat. Ukurannya bervariasi dalam sentimeter, di dalamnya berisi seluruh midgut, raster dan lepar. Sekitar 70°% kasus, omphalokel berhubungan dengan kelainan yang lain. Kelainan terbanyak adalah kelainan kromosom.
    Sudah lama dikenal bahwa omphalokel sering berhubungan dengan kelainan penyerta lain, hal ini menunjukkan keikutsertaan perkembangan embriologi secara umum. Kelainan penyerta terjadi antara 30% sampai dengan no o termasuk kelainan kromosom. Frekwensinya cenderung menurun, kelainan jantung kongenital, sindrom Beckwith-Wiedemann (bayi dengan besar masa kehamilan; hiperinsulinisme; viseromegali dari ginjal, glandula suprarenalis dan pankreas; makrolosia; tumor hepatorenal; ekstrofia kloaka.

    B. Etiologi
    Penyebab pasti terjadinya omphalokel belum jelas sampai sekarang. Beberapa faktor resiko atau faktor-faktor yang berperan menimbulkan terjadinya omphalokel diantaranya adalah infeksi, penggunaan obat dan rokok pada ibu hamil, defisiensi asam folat, hipoksia, pengunaan salisilat, kelainan genetik serta polihidramnion. Walaupun omphalokel pernah dilaporkan terjadi secara herediter, namun sekitar 50-70 % penderita berhubungan dengan sindrom kelainan kongenital yang lain Sindrom kelainan kongenital yang sering berhubungan dengan omphalokel diantaranya
    1. Syndrome of upper midline development atau thorako abdominal syndrome (pentalogy of Cantrell) berupa upper midline omphalocele, anterior diaphragmatic hernia, sternal cleft, cardiac anomaly berupa ektopic cordis dan vsd.
    2. Syndrome of lower midline development benzpa bladder (hipogastric omphalocele) a.tau cloacal extrophv, inferforate anus, colonie atresia, vesicointestinal fistula, sacrovenebral anomaly dan menin.wmyelocele dan sindrom-sindrom vang lain seperti Beckwith-Wiedemann syndrome, Reiger syndrome, Prune-belly syndrome dan sindrom-sindrome kelainan kromosom seperti yang telah disebutkan.

    Menurut Glasser (2003) ada beberapa penyebab omphalokel, yaitu:
    1. Faktor kehamilan dengan resiko tinggi, seperti ibu hamil sakit daa terinfeksi; penggunaan obat-obatan, merokok dan kelainan genetik. Faktor-faktor tersebut berperan pada timbulnya insufisiensi plasenta dan lahir pada umur kehamilan kurang atau bayi prematur, diantaranya bayi dengan gastroschizis dan omphalokel paling sering dijumpai
    2. Defisiensi asam folat hipoksia dan salisilat menimbulkan defek dindin~ abdomen pada percobaan den;an tikus tetapi kemaknaannya secara klinis masih sebatas perkiraan. Secara jelas peningkatan MSAFP (Maternal Serum Alfa Feto Protein) pada pelacakan dengan ultrasonografi memberikan suatu kepastian telah terjadi kelainan struktural pada fetus Bila suatu kelainan didapati bersamaan den-an adanya omphalokel , layak untuk dilakukan amniosintesis guna melacak kelainan genetik.
    3. Polihidramnion, dapat diduga adanva atresia intestinal fetus dan kemungkinan tersebut harus dilacak dengan USG.

    C. Patofisiologis
    Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus, lambung kadang hati. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar, keadaan ini disebut omfalokel. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus, usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion, keadaan ini disebut gastroschisis.

    D. Diagnosis
    Diagnosis omphalokel adalah sederhana, namun perlu waktu khusus sebelum operasi dikerjakan, pemeriksaan fisik secara iengkap dan perlu suatu rontgen dada serta ekokardiogram pada saat lahir, ornphalokel diketahui sebagai defek dinding abdomen pada dasar cincin urnbilikus. Defek tersebut lebih dari 4 cm (bila defek kurang dari 4 cm secara umum dikenal sebagai hernia umbilikalis ) dan dibungkus oleh suatu kantong membran atau amnion. Pada 10°,o sampai 18°,10, kantong mungkin ruptur dalam rahim atau sekitar 4° o saat proses kelahiran. Omphalokel raksasa (gnant omphalocele) mempunyai suatu kantong vani), menempati harnpir seluruh dinding, abdomen, berisi hampir semua organ intraabdomen dan berhubungan dengan tidak berkembangnya r ongga peritoneum serta hipoplasi pulrnoner.
    Diagnosis omphalokel ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan dapat ditegakkan pada waktu prenatal dan pada waktu postnatal
    a. Diagnosis prenatal
    Diagnosis prenatal terhadap omphalokel sering ditegakkan dengan bantuan USG. Defek dinding abdomen janin biasanya dapat dideteksi pada saat minggu ke 13 kehamilan, dimana pada saat tersebut secara normal seharusnya usus telah masuk seluruhnya kedalam kavum abdomen janin.
    b. Diagnosis postnatal (setelah kelahiran)
    Gambaran klinis bayi baru lahir dengan omphalokel ialah terdapatnya defek sentral dinding abdomen pada daerah tali pusat. Defek bervarasi ukurannya, dengan diameter mulai 4 cm sampai dengan 12 cm, mengandung herniasi organ¬-organ abdomen baik solid maupaun berongga dan masih dilapisi oleh selaput atau kantong serta tampak tali pusat berinsersi pada puncak kantong. Kantong atau ,elaput tersusun atas 2 lapisan yaitu lapisan luar berupa selaput amnion dan lapisan dalam berupa peritoneum. Diantara lapisan tersebut kadang-kadang terdapat lapisan Warton's jelly. Warton's jelly adalah jaringan mukosa yang merupakan hasil deferensiasi dari jaringan mesenkimal (mesodermal).

    D. Klasifikasi
    Klasifikasi Omphalokel menurut Moore ada 3, aitu:
    1. Tipe 1 : diameter defek <> 5 cm
    Suatu defek yang sempit dengan kantong yang kecil mungkin tak terdiagnosis saat lahir. Dalam kasus ini timbul bahaya tersendiri bila kantong terpit klem dan sebagian isinya berupa usus, bagiannya teriris saat ligasi tali pusat. Bila omphalokel dibiarkarn tampa penanganan, bungkusnya akan mengering dalam beberapa hari dan akan tampak retak-retak. Pada saat tersebut akan menjalar infeksi dibawah lapisan yang mengering dan berkrusta. Kadang dijumpai lapisan tersebut akan terpecah dan usus akan prolap.

    E. Komplikasi
    Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang telanjang. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis.

    F. Penatalaksanaan
    1. Penatalaksanaan prenatal
    Apabila terdiagnosa omphalokel pada masa prenatal maka sebaiknya dilakukan informed consent pada orang tua tentan; keadaa.n janin, resiko tehadap ibu, dan prognosis. Informed consent sebaiknya melibatkan All kandungan, ahli anak dan ahli bedah anak. Keputusan akhir dibutuhkan guna perencanaan dan penatalaksanaan berikutnya bempa melanjutkan kehamilan atau mengakhiri kehamilan. Bila melanjutkan kehamilan sebaiknya dilakukan abservasi melaui pemeriksaan USG berkala juga ditentukan tempat dan cara melahirkan. Selama kehamilan omphalokel mungkin berkurang ukurannya atau bahkan nzptur sehingga mempengaruhi pronosis

    2. Penatalaksanan postnatal (setelah kelahiran)
    Penatalaksannan postnatal meliputi penatalaksanaan segera setelah lahir (immediate postnatal), kelanjutan penatalakasanaan awal apakah berupa operasi atau nonoperasi (konservatif) dan penatalaksanaan postoperasi. Secara umum penatalaksanaan bayi dengan omphalokele dan gastroskisis adalah hampir sama.
    Bayi sebaiknya dilahirkan atau segera dirujuk ke suatu pusat yang memiliki fasilitas perawatan intensif neonatus dan bedah anak. Bayi-bayi dengan omphalokel biasanya mengalami lebih sedikit kehilangan panas tubuh sehingga lebih sedikit kehilangan panas tubuh sehingga lebih membutuhkan resusitasi awal cariran dibanding bayi dengan gastrokisis.

    Penatalaksanaan segera bayi dengan omphalokel adalah sbb:
    1. Tempatkan bayi pada ruangan vang asaeptik dan hangat untuk mencegah kehilangan cairan, hipotermi dan infeksi.
    2. Posisikan bayi senyaman mungkin dan lembut untuk menghindari bayi menagis dan air swallowing. Posisi kepala sebaiknya lebih tinggi untuk memperlancar drainase.
    3. Lakukan penilaian ada/tidaknva distress respirasi yang mungkin membutuhkan alai bantu verltilasi seperti intubasi endotrakeal. Beberapa macam alat bantu ventilasi seperti mask tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan masuknya udara kedalam traktus gastrointestinal
    4. Pasang pipa nasogastrik atau pipa orogastrik untuk mengeluarkan udara dan cairan dari sistem usus sellinop dapat mencegah muntah, mencegah aspirasi, mengurangi distensi dan tekanan (dekompresi) dalam sistem usus sekaligus mengurangi tekanan intra abdomen, demikian pula perlu dipasang rectal tube untuk irigasi dan untuk dekompresi sistem usus.
    5. Pasang kateter uretra untuk mengurangi distensi kandung kencing dan mengurangi tekanan intra abdomen.
    6. Pasang jalur intra vena (sebaiknva pada ektremitas atas) untuk pemberian cairan dan nutrisi parenteral sehingga dapat menjaga tekanan intravaskuler dan menjaga kehilangan protein vang mun(jkin terjadi karena ganggLlan sistem usus, dan untuk pemberian antibitika broad spektrum.
    7. Lakukan monitoring dan stabilisiasi suhu, status asam basa, cairan dan elektrolit.
    8. Pemeriksaan darah lain seperti fungsi ginal, glukosa dan hematokrit perlu dilakukan guna persiapan operasi bila diperlukan
    9. Fvaluasi adanya kelainan kongenital lain yang ditunjang oleh pemeriksaan rongent thoraks dan ekhokardiogram.
    10. Bila bayi akan dirujuk sebaiknya bayi ditempatkan dalam suatu inkubator hangat dan ditambah oksigen

    3. Penatalaksanaan nonnoperasi (konservatif)
    Penatalaksanaan omphalokel secara konservatif dilakukan pada kasus omphalokel besar atau terdapat perbedaan yang besar antara volume organ-organ intraabdomen yang mengalami herniasi atau eviserasi dengan rongga abdomen seperti pada giant omphalocele atau terdapat status klinis bayi yang buruk sehingga ada kontra indikasi terhadap operasi atau pembiusan seperti pada bayi¬bayi prematur yang memiliki hyaline membran disease atau bayi yang memiliki kelainan kongenital berat yang lain seperti gagal jantung. Pada giant ornphalocele bisa terjadi hernias] dari seluruh organ-organ intraabdomen dan dinding abdomen berkernbang sangat buruk, sehingga sulit dilakukan penutupan (operasi/repair) secara primer dan dapat mernbahayakan bayi. Beberapa All, walaupun demikian, perllah mencoba rnelakukan operasi pada giant otnphalocele secara primer dengan moditikasi dan berhasil. Tindakan nonaperatif secara sederhana dilakukan dengan dasar merangsang epitelisasi dari kanton- atau selaput. Suatu saat setelah -ranulasi terbentuk maka dapat dilakukan skin graft yang nantinya akan terbentuk hernia ventralis yang akan dinepair pada waktu kemudian dan setelah status kardiorespirasi membaik.
    Beberapa obat yang biasa digunakan untuk merangsang epitelisasi adalah 0.25% merbromin (mercurochrome), 0,25% silver nitrat, silver sulvadiazine dan povidone iodine (betadine). Obat-obat tersebut merupakan agen antiseptik yang pada awalnya memacu pembentukan eskar bakteriostatik dan perlahan-lahan akan 'terangsang epitelisasi. Obat tersebut berupa krim dan dioleskan pada permukaan selaput atau kantumg dengan elastik dressing yang sekaligus secara perlahan dapat menekan dari mengurangi isi kantong.
    Tindakan nonoperatif lain dapat berupa penekanan secara eksternal pada kanong. Beberapa material yang biasa digunakan ialah Ace wraps, Velcro binder, in poliamid mesh yang dilekatkan pada kulit. Glasser (2003) menyatakan bahwa tinakan nonoperatif pada omphalokel memerlukan waktu yang lama, membutuhkan nutrisi yang banyak dan angka metabolik yang tinggi serta omphalokel dapat ruptur sehingga dapat menimbulkan infeksi organ-organ abdomen.

    Indikasi terapi non bedah adalah:
    1. Bayi dengan ompalokel raksasa (giant ornphalocele) dan kelainan penyerta yang mengancam jiwa dimana penanganannva harus didahulukan daripada umphalokel ya
    2. Neonatus dengan kelainan yang menimbulkan komplikasi bila dilakukan pembedahan.
    3. Bayi dengan kelainan lain vang berat yang sangat mempengaruhi daya tahan hidup.

    4. Penatalaksanaan dengan operasi
    Tujuan mengembalikan organ visera abdomen ke dalam rongga abdomen dan menutup defek. Dengan adanya kantong yang intak, tak diperlukan operasi emergensi, sehingga seluruh pemeriksaan fisik dan pelacakan kelainan lain yang mungkin ada dapat dikerjakan. Keberhasilan penutupan primer tergantung pada ukuran defek serta kelainan lain yang mungkin ada (misalnya kelainan paru) Tujuan operasi atau pembedahan ialah memperoleh lama ketahanan hidup yang optimal dan menutup defek dengan cara mengurangi herniasi organ-organ intraabomen, aproksimasi dari kulit dan fascia serta dengan lama tinggal di RS yang pendek. Operasi dilakukan setelah tercapai resusitasi dan status hemodinamik stabil. Operasi dapat bersifat darurat bila terdapat ruptur kantong dan obstruksi usus.
    Operasi dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu primary closure (penutupan secara primer atau langsung ) dan staged closure (penutupan secara bertahap). Standar operasi balk pada primary ataupun staged closure yang banyak dilakukan pada sebagiaan besar pusat adalah dengan membuka dan mengeksisi kantong. Organ-organ intraabdomen kemudian dieksplorasi, dan jika ditemukan malrotasi dikoreksi.
    a. Primary Closure
    Primary closure merupakan treatment of choice pada omphalokel kecil dan medium atau terdapat sedikit perbedaan antara volume organ-organ intraabdomen yang mengalami herniasi atau eviserasi dengan rongga abdomen. Primary closure biasanya dilakukan pada omphalokel dengan diameter defek <>

    Mengenali Perubahan Tubuh Saat Kehamilan Anda dan Pertumbuhan Janin

    Kehamilan dibagi menjadi tiga tahap atu trimester: Pertama, dari hari pertama menstruasi terakhir Anda sampai minggu ke-14; kedua, minggu ke-14 sampai ke-28; ketiga, minggu ke-28 sampai lahir.
    Catatan Harian Kehamilan

    Bulan Pertama
    Bulan Kedua
    Bulan Ketiga
    Bulan Keempat
    Bulan Kelima
    Bulan Keenam
    Bulan Ketujuh
    Bulan Kedelapan
    Bulan Kesembilan
    Bulan Pertama
    Di masa ini kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa dirinya telah hamil. Meskipun mereka sadar bahwa telah terlambat datang bulan di minggu kedua. Biasanya tubuh sering merasa lelah, akibat adanya perubahan hormon dalam indung telur. Pada bulan ini juga terjadi peningkatan memproduksi hormon progesteron. Buah dada terasa lunak. Mulai timbul "morning sickness" atau terasa mual di pagi hari.
    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-1 - Minggu Ke-2 - Minggu Ke-3 - Minggu Ke-4

    Minggu ke-1


    Perkembangan Janin: Sel telur mengalami pembuahan, terbelah dan masuk ke dalam rongga uterus.
    Perkembangan Ibu: Indung telur meningkatkan produksi hormon pemelihara kehamilan, progesterone
    Ketidaknyamanan: Ibu belum merasakan apa-apa.
    Minggu ke-2


    Perkembangan Janin: Embrio awal terbagi menjadi tiga jaringan berbeda (extoderm, endoderm, mesoderm). Lapisan sel-sel primitif tersebut akan membentuk berbagai organ dan jaringan di tubuh bayi.
    Perkembangan Ibu: Pertama kali tidak mendapat haid
    Minggu ke-3


    Perkembangan Janin: Bagian-bagian tubuh bayi mulai terlihat, seperti tulang belakang, otak, dan
    syaraf tulang belakang.

    Perkembangan Ibu:
    Plasenta membesar menutupi seperlimabelas bagian dalam uterus. payudara
    terasa agak lunak.
    Ketidaknyamanan: - Mual dan muntah sering terjadi karena adanya perubahan hormonal
    - Payudara terasa nyeri dan membesar
    Cara Mengatasi: - Mengkonsumsi crackers sebelum beraktivitas di pagi hari.
    Boleh juga diselingi dengan makanan rendah lemak.
    - Gunakan bra yang menyokong dan nyaman.
    Minggu ke-4


    Perkembangan Janin: Terbentuknya jantung, peredaran darah dan saluran pencernaan. Panjang janin sekitar 0,5 cm. Besar kepala sepertiga dari total panjangnya.

    Perkembangan Ibu:
    Peningkatan aliran darah pada payudara (buah dada).
    Ketidaknyamanan: Kelelahan yang diakibatkan oleh perubahan hormonal
    Cara Mengatasi: - Berolahraga ringan secara teratur dengan tidur siang yang cukup setiap harinya.
    - Melakukan pijatan juga menjadi cara terbaik untuk merilekskan tubuh yang
    mulai mengalami perubahan
    - Jangan lupa pula untuk beristirahat
    Bulan Kedua
    Pada bulan kedua ini, ibu sudah mulai merasakan dirinya sedang mengandung.
    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-5 - Minggu Ke-6 - Minggu Ke-7 - Minggu Ke-8

    Minggu ke-5


    Perkembangan Janin: - Jantungnya sudah mulai memompa darah.
    - Ujung-ujung anggota tubuh mulai terlihat.
    - Bagian-bagian penting otak mulai kelihatan.
    Minggu ke-6



    Perkembangan Ibu:
    Plasenta sudah mulai berfungsi.
    Ketidaknyamanan: - Sering buang air kecil akibat membesarnya uterus (rahim).
    Kadang-kadang mengganggu di malam hari.
    - Masih terasa nyeri pada payudara.
    Cara Mengatasi: Mengurangi minum di malam hari.
    Minggu ke-7


    Perkembangan Janin: - Proses perkembangan berjalan cepat. Mata, hidung, bibir mulai terlihat
    - Tulang dan otot jelas terlihat di balik kulit yang tipis
    - Janin mulai bergerak

    Perkembangan Ibu:
    Ibu belum merasakan pergerakan janin.
    Ketidaknyamanan: Payudara mulai membesar.
    Cara Mengatasi: Banyak istirahat.
    Minggu ke-8


    Perkembangan Janin: Janin sudah terbentuk. Beratnya sekitar 1,5 gr, panjangnya 2,5 cm.
    Detak jantungnya 160 kali/menit.

    Perkembangan Ibu:
    - Plasenta sudah menutupi sekitar sepertiga garis uterus
    - Pembuluh darah tampak membayang pada payudara.
    Ketidaknyamanan: Sering sembelit akibat meningkatnya hormon progesteron dalam sistem tubuh.
    Cara Mengatasi: Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat.
    Bulan Ketiga
    Pada bulan ketiga ini dibutuhkan asupan protein, vitamin dan mineral yang cukup untuk pertumbuhan janin.
    Pada bulan ini saatnya ibu memeriksakan diri ke bidan atau dokter.


    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-9 - Minggu Ke-10 - Minggu Ke-11 - Minggu Ke-12


    Minggu ke-9


    Perkembangan Janin: Organ genital mulai terlihat jelas.

    Perkembangan Ibu:
    - Areola mammae tampak lebih gelap.
    - Kelenjar Montgemery pada areola mammae semakin jelas.
    Ketidaknyamanan: Ibu merasa payudara kotor.
    Cara Mengatasi: Jaga kebersihan payudara.
    Minggu ke-10


    Perkembangan Janin: - Banyak janin sudah hampir menyerupai manusia
    - Darah dan sel-sel tulang mulai terbentuk

    Perkembangan Ibu:
    Plasenta sudah mulai berfungsi.
    Ketidaknyamanan: - Sering buang air kecil akibat membesarnya uterus (rahim).
    Kadang-kadang mengganggu di malam hari.
    - Masih terasa nyeri pada payudara.
    Cara Mengatasi: Mengurangi minum di malam hari.
    Minggu ke-11


    Perkembangan Janin: - Organ tubuh mulai berfungsi.
    - Pankreas mulai memproduksi insulin.
    - Ginjal mulai memproduksi air seni.

    Perkembangan Ibu:
    Berat badan bertambah antara 1-1,5 kg atau rata-rata 300 gr/minggu.
    Ketidaknyamanan: Kadang-kadang gusi bengkak dan berdarah.
    Cara Mengatasi: Tingkatkan asupan vitamin C
    Minggu ke-12


    Perkembangan Janin: - Paru-paru mulai terbentuk.
    - Panjang janin sudah mencapai kira-kira 4 cm, beratnya sekitar 6 gr.
    - Plasenta sudah mulai berfungsi dengan baik
    Bulan Keempat
    Kondisi tubuh mulai membaik dan sehat, kehamilan semakin nyata, keluhan mual dan muntah mulai hilang.
    Pada saat ini dianjurkan untuk mengikuti kursus kehamilan dan melahirkan


    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-14 - Minggu Ke-15 - Minggu Ke-16

    Minggu ke-14


    Perkembangan Janin: - Sistem otot semakin kuat.
    - Sistem saraf mulai berfungsi.
    - Pembuluh darah mulai berkembang.

    Perkembangan Ibu:
    Kehamilan menimbulkan beberapa hal, antara lain: munculnya linea, tampak garis
    hitam vertikal di tengah perut. Garis ini biasanya akan hilang setelah melahirkan.
    Ketidaknyamanan: Vagina terasa basah.
    Cara Mengatasi: Jika sampai mengalami gatal-gatal, bahkan infeksi, sebaiknya segera ke bidan atau dokter.
    Minggu ke-15


    Perkembangan Janin: - Tangan mulai bisa mengepal.
    - Berat janin mencapai 200 gr.
    - Kaki sudah mulai menendang.

    Perkembangan Ibu:
    Berat badan bertambah antara 1-1,5 kg atau rata-rata 300 gr/minggu.
    Ketidaknyamanan: Keluhan basah pada vagina.
    Cara Mengatasi: Gunakan panty liner jika diperlukan.
    Minggu ke-16


    Perkembangan Janin: - Seluruh organ dan struktur rubuh telah terbentuk.
    - Panjang janin 16 cm.

    Perkembangan Ibu:
    - Detak jantung janin bisa didengarkan dengan menggunakan alat doppler.
    - Plasenta mulai memproduksi hormon estrogen.
    - Colostrum sudah dapat dikeluarkan.
    Ketidaknyamanan: Sering terjadi sakit pada kepala karena penyesuaian tubuh terhadap volume darah yang bertambah, bisa juga karena stress.
    Cara Mengatasi: Istirahat dan tidur yang cukup.
    Bulan Kelima
    Pada akhirnya bulan kelima ibu akan merasakan gerakan janin.
    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-18 - Minggu Ke-19 - Minggu Ke-20

    Minggu ke-18



    Perkembangan Janin:
    - Adanya lapisan lemak yang melindungi janin.
    - Rambut-rambut halus menutupi tubuh dan memelihara kelembaban kulit.
    Ketidaknyamanan: - Tiba-tiba sakit kepala dan pusing.
    - Kadang-kadang juga merasa sesak napas.
    Cara Mengatasi: - Bangun tidur jangan segera jalan.
    - Olah raga ringan seperti jalan kaki, bersepeda atau renang.
    Minggu ke-19


    Perkembangan Janin: Tumbuh alis, bulu mata dan rambut.

    Perkembangan Ibu:
    - Payudara sudah mulai mengeluarkan colostrum.
    - Daerah sekitar puting mulai kehitaman.
    - Berat badan akan naik 300 gr/minggu.
    Ketidaknyamanan: Timbul varises akibat meningkatnya tekanan darah pada tubuh bagian bawah.
    Cara Mengatasi: - Jangan menyilangkan kaki saat duduk.
    - Hindari tekanan pada paha bagian bawah.
    - Sebaiknya gunakan stocking & sepatu yang bertumit rendah.
    Bulan Keenam
    Perut semakin membesar, kenakanlah baju hamil yang nyaman. Saatnya untuk mendiskusikan tentang kehamilan dan persalinan dengan bidan atau dokter.
    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-22 - Minggu Ke-23 - Minggu Ke-24

    Minggu ke-22



    Perkembangan Janin:
    Kerangka berkembang dengan pesat.

    Perkembangan Ibu:
    Perubahan kulit, seperti puting susu yang menggelap, strech mark, noda di pipi dan dahi, jerawat, telapak tangan yang memerah.
    Minggu ke-23


    Perkembangan Janin: Kelopak mata mulai membuka dan menutup.
    Minggu ke-24
    Perkembangan Janin: Berat janin berkisar 700 sampai 800 gr.

    Perkembangan Ibu:
    - Plasenta menjadi lebih tebal.
    - Ibu juga mulai merasakan saat bayi terjaga.
    Ketidaknyamanan: Sering terjadi mimisan.
    Cara Mengatasi: Kompres es atau daun sirih sambil tiduran.
    Bulan Kedelapan
    Kelahiran semakin dekat, posisi janin semakin ke bawah. Kadang-kadang anda mengalami gangguan pernapasan.


    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-30 - Minggu Ke-31 - Minggu Ke-32


    Minggu ke-31
    Perkembangan Janin: Saluran pencernaan dan paru-paru hampir sempurna.

    Perkembangan Ibu:
    Ligamen di seputar daerah pelvix mulai meregang untuk memudahkan proses kelahiran bayi. Kondisi ini seringkali mengakibatkan sakit punggung.

    Ketidaknyamanan:
    Sembelit, karena terganggunya proses pencernaan.

    Cara Mengatasi:
    - Makan makanan yang banyak serat seperti buah-buahan, sayuran dan sereal.
    - Banyak minum.
    Minggu ke-32
    Perkembangan Janin: Panjang bayi kira-kira 36 cm.

    Perkembangan Ibu:
    - Ibu mulai merasa lelah dan tidak nyaman.
    - Tidur sering terganggu karena aktivitas bayi
    di dalam perut.


    Bulan Kesembilan
    Mengingat masa ini adalah saat kelahiran bayi, perbanyaklah istirahat sebelum proses persalinan. Periksakan kehamilan ibu ke bidan atau dokter sesuai jadwal.

    Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu 34 - Minggu 35 - Minggu 36


    Minggu ke-34
    Perkembangan Janin:
    Perkembangan Ibu:
    Ketidaknyamanan:
    Cara Mengatasi:
    Minggu ke-35
    Perkembangan Ibu: Menjelang kelahiran posisi janin menurun masuk ke dalam panggul ibu.
    Ketidaknyamanan: Frekuensi buang air kecil meningkat, karena rahim menekan kandung kemih
    Cara Mengatasi: Ibu bisa mengurangi tekanan pada kandung kemih dengan cara tidur miring pada malam hari.
    Minggu ke-36
    Perkembangan Ibu: - Dalam waktu 9 bulan terjadi persalinan, dan ibu melahirkan bayi.
    - Colostrum mulai keluar.
    Ketidaknyamanan: Sebelum kelahiran, kontraksi akan semakin sering.

    ATELEKTASIS (ATELECTASIS

    A. Definisi
    Atelektasis (Atelectasis)adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal.

    Sindroma Lobus Medialis
    Sindroma lobus medialis merupakan atelektasis jangka panjang, dimana lobus media (tengah) dari paru-paru kanan mengkerut. Penyebabnya biasanya adalah penekanan bronkus oleh suatu tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.
    Paru-paru yang tersumbat dan mengkerut, dapat berkembang menjadi pneumonia yang tidak dapat sembuh total dan peradangan kronis, jaringan parut dan bronkiektasis.

    Atelektasis Percepatan
    Atlektasis percepatan biasanya terjadi pada pilot pesawat tempur.
    Penerbangan dengan kecepatan tinggi akan menutup saluran pernafasan yang kecil, menyebabkan alveoli (kantong udara kecil di paru-paru) menciut.

    Mikroatelektasis Tersebar Atau Terlokalisasi
    Pada keadaan ini, sistem surfaktan paru-paru terganggu.
    Surfaktan adalah zat yang melapisi alveoli dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan, sehingga mencegah pengkerutan.
    Bila bayi prematur kekurangan surfaktan, mereka akan mengalami sindroma gawat pernafasan.
    Orang dewasa juga bisa mengalami mikroatelektsis karena:
    • terapi oksigen yang berlebihan
    • infeksi berat dan luas (sepsis)
    • faktor lainnya yang merusak lapisan alveoli.
    B. Penyebab
    Sebab utama dari atelektasis adalah penyumbatan sebuah bronkus. Bronkus adalah 2 cabang utama dari trakea yang langsung menuju ke paru-paru.

    Penyumbatan juga bisa terjadi pada saluran pernafasan yang lebih kecil.
    Penyumbatan bisa disebabkan oleh adanya gumpalan lendir, tumor atau benda asing yang terhisap ke dalam bronkus. Atau bronkus bisa tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar, seperti tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.

    Jika saluran pernafasan tersumbat, udara di dalam alveoli akan terserap ke dalam aliran darah sehingga alveoli akan menciut dan memadat.
    Jaringan paru-paru yang mengkerut biasanya terisi dengan sel darah, serum, lendir dan kemudian akan mengalami infeksi.

    Faktor resiko terjadinya atelektasis:
    • Pembiusan (anestesia)/pembedahan
    • Tirah baring jangka panjang tanpa perubahan posisi
    • Pernafasan dangkal
    • Penyakit paru-paru.
    C. Gejala
    Atelektasis dapat terjadi secara perlahan dan hanya menyebabkan sesak nafas yang ringan. Penderita sindroma lobus medialis mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, walaupun banyak yang menderita batuk-batuk pendek. Gejalanya bisa berupa:
    • gangguan pernafasan
    • nyeri dada
    • batuk.
    Jika disertai infeksi, bisa terjadi demam dan peningkatan denyut jantung, kadang-kadang sampai terjadi syok (tekanan darah sangat rendah).

    D. Diagnosa
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
    Rontgen dada akan menunjukkan adanya daerah bebas udara di paru-paru. Untuk menentukan penyebab terjadinya penyumbatan mungkin perlu dilakukan pemeriksaan CT scan atau bronkoskopi serat optik.

    E. Pengobatan
    Tujuan pengobatan adalah mengeluarkan dahak dari paru-paru dan kembali mengembangkan jaringan paru yang terkena.

    Tindakan yang biasa dilakukan:
    • Berbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang
    • Latihan menarik nafas dalam (spirometri insentif)
    • Perkusi (menepuk-nepuk) dada untuk mengencerkan dahak
    • Postural drainase
    • Antibiotik diberikan untuk semua infeksi
    • Pengobatan tumor atau keadaan lainnya.
    • Pada kasus tertentu, jika infeksinya bersifat menetap atau berulang, menyulitkan atau menyebabkan perdarahan, maka biasanya bagian paru-paru yang terkena mungkin perlu diangkat
    Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru-paru yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau tanpa pembentukan jaringan parut ataupun kerusakan lainnya.

    F. Pencegahan
    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya atelektasis:
    Setelah menjalani pembedahan, penderita harus didorong untuk bernafas dalam, batuk teratur dan kembali melakukan aktivitas secepat mungkin.
    Meskipun perokok memiliki resiko lebih besar, tetapi resiko ini bisa diturunkan dengan berhenti merokok dalam 6-8 minggu sebelum pembedahan.
    Seseorang dengan kelainan dada atau keadaan neurologis yang menyebabkan pernafasan dangkal dalam jangka lama, mungkin akan lebih baik bila menggunakan alat bantu mekanis untuk membantu pernafasannya. Mesin ini akan menghasilkan tekanan terus menerus ke paru-paru sehingga meskipun pada akhir dari suatu pernafasan, saluran pernafasan tidak dapat menciut.

    PENGELOLAAN POSYANDU LANSIA

    Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan kelu-arga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya.
    Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok usia lanjut ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia melalui beberapa jenjang. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu lansia, pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

    Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

    Tujuan Posyandu Lansia
    Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :
    1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
    2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.
    Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia
    Berbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem 5 meja, pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja, dengan kegiatan sebagai berikut :
    • Meja I : pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan
    • Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.
    • Meja III : melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.

    Kendala Pelaksanaan Posyandu Lansia
    Beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain :
    1. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu. Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia
    2. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau. Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.
    3. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu. Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia.
    4. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu. Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons

    Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia
    Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.
    Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia seperti tercantum dalam situs Pemerintah Kota adalah:
    1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.
    2. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.
    3. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
    4. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
    5. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
    6. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
    7. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
    8. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. dan
    9. Penyuluhan Kesehatan.
    Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran. Untuk pelaksanaan Program KUnjungan Lansia ini minimal dapat dilakukan 1 bulan sekali atau sesuai dengan program pelayanan kesehatn puskesmas setempat.

    Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan, sarana dan prasarana penunjang, yaitu: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansi.

    9 Fakta Menarik Facebook Saat Ini

    Sejak dirilis untuk umum pada tanggal 26 September 2006, kini Facebook telah menjadi website social networking dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia. Menurut catatan resmi dari Facebook, mereka saat ini telah menggaet sekitar 300 juta pengguna aktif. Dimana 50 persen dari angka tersebut setiap harinya menggunakan Facebook.

    Dibawah ini ada beberapa fakta menarik yang dikutip dari Facebook :

    * Rata-rata user memiliki 130 teman di Facebook
    * Ada lebih dari 45 juta update status setiap hari
    * Setiap bulannya ada 2 miliar foto yang di-upload ke Facebook
    * Ada lebih 3 juta event yang dibuat setiap bulannya oleh pengguna Facebook
    * 70% pengguna Facebook berada di luar Amerika Serikat
    * Lebih dari 8 miliar menit dihabiskan untuk bermain Facebook setiap harinya
    * Ada sekitar 350 ribu aplikasi aktif yang menggunakan platform Facebook
    * Ada sekitar 65 juta user aktif yang mengakses Facebook melalui perangkat selular
    * Ada 180 operator seluler di 60 negara yang turut mempromosikan produk Facebook

    Facebook lite, Mempercepat akses facebook yang lambat

    Pasti sudah banyak yang tahu donk tentang facebook, ya..social networking yang besar ini telah banyak menjamur di seluruh dunia, hal ini juga menjadi hal yang sangat populer di INDONESIA, namun seperti kita ketahui kecepatan internet di Indonesia masih minim, dan biasa nya kita rada males kalo udah internet jadi lemot, apa lagi kalo buka facebook yang banyak gambar nya :( .

    Tapi sekarang ada tips dan trik facebook agar di load lebih cepat, yaitu dengan menggunakan facebook lite, facebook lite bukan sejenis aplikasi atau pun software, namun facebook lite adalah sebuah alternatif web dari facebook yang telah di modifikasi agar loading nya tidak berat, namun kekurangan nya adalah pasti nya beberapa fitur nya tidak bekerja.

    Namun jangan takut, karena fitur yang dihilangkan adalah yang tidak terlalu penting.

    Untuk mengakses facebook lite silahkan kunjungi URL http://lite.facebook.com/.

    Semoga akses facebook anda semakin ringan :) .

    Blog Archive