Tuesday, February 2, 2010

10 Letusan Gunung Berapi Paling Membunuh Sepanjang Masa

Hingga kini tercatat 10 letusan dahsyat gunung berapi yang disusun

berdasarkan jumlah korban yang di akibatkan nya. Ternyata 4 diantaranya berada
di Indonesia, 3 yang TERDAHSYAT juga ada di Indonesia :



10. Mount Lamington


Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1,680 meter yang terletak di
Papua New Guinea. Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro
ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan.


Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar dan asap mulai untuk keluar
dari puncaknya, dan tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi
utara, menyebabkan langit ditutupi debu tebal dan gerimis magma bercampur uap
sulfur. Dalam beberapa bulan kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga
radius 10 mil. Ledakannya menyebabkan total hampi 3,000 kematian.




9. Papandayan





Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa,
Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya.
Lebih dari 3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat
berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942,
dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun 2002.







8. Laki


Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah tertidur
sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783. Dengan ketinggian
1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika
secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di
Islandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya.


Kelaparan menjadi penyebab matinya 25% populasi tersebut. Air mancur lahar
memancar hingga 1.400 meter tingginya. Seluruh dunia merasakan akibat dari
letusan tersebut. Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit
belahan bumi bagian utara yang menyebabkan musim dingin datang lebih awal di
Inggris dan membunuh 8.000 orang.


Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim dingin terpanjang dan
paling dingin yang pernah tercatat. Ada catatan lebih banyak salju di New
Jersey, sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan di ditemukan es di Teluk
Mexico!.




7. Kelud


ak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini

pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Kelud juga terletak di Pulau Jawa,

Indonesia. Sisi timur Kelud telah
‘menggerutu’ pada tahun 2008, di mana sebelumnya pada tahun 1919 lumpur lahar
telah membunuh di atas 5,000 orang. Sejak itu, Terowongan Ampera, suatu sistem
pengeringan untuk menampung banjir lahar dari kawah telah dibangun.


Oktober 2007, ketika itu 30,000 penduduk lokal harus diungsikan setelah
gunung api dalam kondisi Siaga Merah. Selama dua minggu Kelud memuntahkan debu
hingga 8 mil jauhnya.






6. Unzen


Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di
daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1,500 meter ini masih aktip hingga
kini. Pada tahun1792 beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan tsunami yang
membunuh lebih 15,000 orang. Sebuah letusan terbaru di tahun 1991 telam
membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan luar biasa pada
bangunan-bangunan disekitarnya.






5. Nevado Del Ruiz


Nevado Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow
atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang
mengalir dan mematikan . Di tahun 1595, 635 orang terbunuh setelah lumpur yang
yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan
Lagunillas, dan di tahun 1845 lebih dari 1,000 orang tewas.


Kota Armero yang dibangun di atas magma yang mengering telah
kehilangan hampir seluruh populasi penduduknya ketika di tahun1985, sebuah
letusan telah mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur
kota. Lebih dari 23,000 orang tewas.





4. Mount Vesuvius




Gunung api ini menjadi nomor dua untuk kekejamannya, menyebabkan kematian
hingga 25,000 nyawa. Ketika Vesuvius dengan letusan yang maha dahsyat di tahun
79 SM, sepenuhnya telah menguburkan kota Pompeii di bawahnya dengan memuntahkan
‘isi perutnya’ selama 20 jam nonstop. Sejak itu, gunung api ini meletus lusinan
kali dan terakhir pada tahun 1944 beberapa desa didekatnya telah
dibinasakan..




3. Mount Pelee


Gunung api yang terletak di Martinique, kini menjadi tujuan wisatawa di
Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat mematikan telah
terjadi di sini. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar di abad 20
terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30,000 orang.


Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang
dan debu dan pada April 1902, gunung api ini tidak sepenuhnya meletus sampai
tanggal 8 Mei 1902. Air mancur lahar yang menyala, dan awan beracun meluncur
deras dengan kecepatan 600 mil per jam dari gunung api tersebut.


Dengan temperatur 1075 derajat, lahar telah mendidihkan kota St.Pierre
bawahnya. Kota terbakar berhari-hari kemudian. Hanya dua orang yang selamat
pada waktu itu.





2. Krakatau




Urutan kedua dengan korban sebanyak 36,000, adalah meletusnya Gunung Krakatoa (Indonesia) pada

August 26–27, 1883. Krakatoa, juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis yang
still-dangerous, terletak di Selat Sunda, Indonesia. Agustus 1883,
sebuah rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13,000 kali
lebih besar dari bom Hiroshima. Ledakannya terdengar hingga ke Perth,
Australia.


Muntahan lebih dari 21 kilometer kubik batu dan debu membumbung hingga
setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37,000 orang tewas. Namun dengan
tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa lebih besar lagi.



Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora

(1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The

Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam

dalam sejarah.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer

kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu

jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia

dan Selandia Baru.





1. Tambora


Yang paling besar telah menelan korban sebanyak 92,000, yaitu letusan Gunung Tambora,

Indonesia (dikenal dengan Year Without a Summer, setahun tanpa musim panas). Gunung di Sumbawa

ini meletus pada tahun 1815. Tambora adalah gunung api aktip dari 130-an gunung api yang yang ada

di Indonesia. Gunung raksasa setinggi 4,300 meter telah ‘melakukan’ serangkaian
ledakan dari April hingga Juni di tahun 1815 dan mengguncangkan dunia dengan
after-effect-nya yang mengubah stratosfir dan menyebabkan
kelaparan yang buruk hingga ke US dan Eropa pada abad ke 19.


Batu merah berpijar menghujani angkasa ketika sepenuhnya gunung tersebut
meletus. Semua tumbuh-tumbuhan pada pulau dimana gunung tersebut berada
dibinasakan oleh lahar dan awan beracun. Secara keseluruhan, lebih 92,000 orang
tewas karena terbakar, kelaparan ataupun keracunan.


Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar di sejarah. Letusan gunung ini terdengar

sejauh 2.600 km, dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.300 km.[2] Kegelapan terlihat sejauh 600 km

dari puncak gunung selama lebih dari dua hari. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20 km dari

puncak.






catatan tambahan 1:
Letusan Supervolcano Toba (the great Toba) di Indonesia






Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali.



Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan

Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini

membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari

dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.

Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan

Pulau Samosir di tengahnya.


Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma

yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan

Supervolacano itu puluhan kilometer.



Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu

tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan

kerelatifan yang sama. Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya

tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus. Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa

dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan

munculnya Pulau Samosir.



Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk

meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun

waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara

daerah lainnya merupakan dinding kaldera.



(KeSimpulan) Sebuah penelitian terbaru menyatakan sebuah ledakan besar vulkanik
di Indonesia mengguncang planet Bumi pada 73.000 tahun yang lalu,
bertanggungjawab terhadap pendinginan suhu global dan menghancurkan populasi
nenek moyang manusia. Dibutuhkan heck dari sebuah bencana untuk menyeka pohon
dari India.


Tapi 73.000 tahun yang lalu, letusan titanic Gunung Toba (the great Toba) di
Indonesia melakukan hal itu, menyapu bersih daerah itu hampir dalam semalam
seperti menendang planet ke lemari es yang akan dingin bertahan selama hampir
2.000 tahun. Letusan Toba mungkin merupakan peristiwa vulkanik yang paling
penting dalam sejarah manusia, derita leluhur penduduk manusia di Afrika turun
secara drastis, hanya yang menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat.

Seandainya umat

manusia pada masa itu sudah sebanyak jaman modern pasti bisa dibayangkan kalau letusan

Toba ini akan menjadi letusan paling membunuh sepanjang masa




catatan tambahan 2: inilah peta penyebaran gunung api di Indonesia


"

Blog Archive