Monday, January 4, 2010

MYOMA UTERI

MYOMA UTERI:
A. Definisi
Myoma uteri adalah tumor jinak pada jaringan otot polos uterus. Myoma uteri merupakan jenis tumor yang paling sering pada wanita. Tumor jinak ini berasal dari myometrium uteri atau lebih jarang dari serviks. Tumor ini tak hanya terdiri dari jaringan otot polos namun juga terdiri dari elastin, kolagen, dan matriks protein ekstraselular. Kumpulan tersebut disebut sebagai leiomyomata dan sering juga disebut myoma. Pada beberapa penelitian, ada kaitan antara angka kejadian myoma uteri dengan ras tertentu. Myoma uteri lebih sering muncul pada ras afro-amerikan daripada ras kulit putih, hispanik atau asia. Pada ras afro-amerikan angka kejadian myoma uteri tiga kali lebih besar daripada ras-ras lainnya.

B. Klasifikasi
Secara makroskopik , fibroid atau myoma berbentuk bulat atau oval, dengan konsistensi kenyal dan gambaran khas seperti konde. Myoma ini dapat tunggal, tapi lebih sering berkelompok dalam ukuran dan letak yang berbeda. Ada empat sub grup myoma secara klinis yaitu :
1. Subserosa
Letaknya di bawah tunika serosa. Kadang-kadang vena yang ada di permukaan pecah dan menyebabkan perdarahan intraabdominal. Myoma subserosa kadang timbul di antara dua ligamen latum, berupa myoma intra ligamenter yang dapat menekan ureter dan A. Iliaca. Ada kalanya tumor ini mendapat vaskularisasi yang lebih banyak dari omentum sehingga lambat laun terlepas dari uterus, disebut sebagai myoma parasitik. Myoma subserosa yang bertangkai dapat mengalami torsi.
2. Intramural
Terletak pada myometrium. Jaringan tumor ini terpisah dari jaringan normal myometrium oleh selapis tipis jaringan ikat yang membentuk pseudokapsul. Pseudokapsul ini berguna dalam operasi myomektomi sebagai penanda untuk enukleasi massa tumor. Bila tumor ini membesar dapat menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol.
3. Submukosa
Tumor ini lebih jarang dari yang lain, sekitar 5% dari semua leiomyomata. Tumor ini tumbuh di bawah endometrium dan dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan infertilitas, sehingga memerlukan histerektomi. Tumor yang bertangkai dapat menonjol keluar serviks dan dapat menyebabkan perdarahan intermenstrual atau mengalami ulserasi dan infeksi.
4. Servikal
Tumor ini amat jarang terjadi, namun memberikan kesulitan terbesar dalam operasi karena kesulitan dan kedekatannya dengan kandung kemih dan ureter. Pembesaran massa tumor mengakibatkan fibroid mengalami impaksi dan menyebabkan retensi urin dan obstruksi ureter.
C. Etiologi
D. Gejala-gejala
Myoma uteri dan kehamilan
Terapi myoma dengan kehamilan
E. Diagnosa
F. Diagnosa banding : .
G. Terapi .
H. Prognosis
DAFTAR PUSTAKA
Selngkapnya disini


http://askep-askeb-kita.blogspot.com/

Blog Archive